Penyerang andalan Timnas Indonesia di akhir dekade 1990an dan awal 2000an, Kurniawan Dwi Yulianto mendapatkan tugas lagi dari PSSI. Menyadur laman Suara.com (1/2/2025) pemain yang pernah menimba ilmu di Italia tersebut dipasrahi oleh induk sepak bola Indonesia untuk menjadi asisten pelatih Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20.
Jika diingat-ingat, sejatinya kolaborasi antara Kurniawan dengan Indra Sjafri bukanlah kali ini saja. Pasalnya, sebelum kembali mengemban jabatan sebagai asisten pelatih dari coach Indra pada tahun 2025 ini, pria yang akrab disapa dengan nama panggilan "Kurus" tersebut sudah pernah tiga kali menjalin kerja sama dengan sang pelatih.
Sehingga, tak berlebihan jika kita menyebut bahwa Kurniawan adalah asisten pelatih favorit dari coach Indra, karena kerap kali menjadi pendamping pelatih berdarah Minang tersebut di berbagai level Timnas Indonesia.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, kolaborasi pertama yang melibatkan Kurniawan dengan Indra Sjafri terjadi pada tahun 2019 lalu. Kala itu, coach Indra yang menukangi Timnas Indonesia U-23, didampingi oleh Kurniawan sebagai pelatih striker.
Namun sayangnya, kebersamaan kedua pelatih ini hanya berjalan selama lima pertandingan saja, karena Kurniawan memutuskan untuk hijrah ke Liga Malaysia dan menerima tawaran dari Sabah FA untuk menjadi pelatih di sana.
Kolaborasi kedua antara Kurniawan dan Indra Sjafri terjadi pada tahun 2023 lalu. Kali ini pria berusia 48 tahun tersebut mendampingi coach Indra yang menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22. Uniknya, kolaborasi kali ini terbilang membuahkan sukses besar.
Pasalnya, Timnas Indonesia U-22 yang ditukangi Indra Sjafri kala itu, berhasil menggondol medali emas ajang SEA Games di Kamboja, dan menjadi yang pertama kali semenjak tahun 1991 lampau.
Selanjutnya, duet antara Kurniawan dan Indra Sjafri juga terjadi pada tahun 2023 lalu. Setelah ajang SEA Games berakhir, coach Indra ditugasi oleh PSSI untuk membesut Timnas Indonesia U-23 yang turun di ajang yang lebih besar, Asian Games Hangzhou 2022.
Namun sayangnya, di ajang ini skuat Garuda Muda tak mampu tampil dengan baik. Beranggotakan mayoritas pemain muda, Pasukan Muda Merah Putih hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima pertandingan yang dijalani, sehingga harus pulang cepat karena terhenti langkahnya di fase grup saja.
Dan kali ini, keduanya kembali bereuni di Timnas Indonesia U-20 untuk ajang Piala Asia U-20. Berbekal pengalaman dari yang sudah-sudah, apakah kolaborasi antara Indra Sjafri dan Kurniawan Dwi Yulianto kali ini bisa memberikan capaian yang positif kembali? Tentunya kita berharap demikian!
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta