Dua tower kembar barisan pertahanan Timnas Indonesia, Justin Hubner dan Elkan Baggott sama-sama mulai menampilkan progres positif belakangan ini. Dua pemain yang memiliki kesamaan posisi dan kekuatan kaki terbaik ini seolah saling bersaing dalam comeback manis yang mereka jalani setelah beberapa waktu harus menepi.
Elkan baggott yang sempat menepi selama empat bulan lamanya semanjak bulan Agustus 2024 lalu, semakin hari semakin menjadi pemain yang tak tergantikan di klub Blackpool. Dalam catatan laman Transfermarkt, setelah debut comeback melawan Huddersfield (18/1/2025) Baggott selalu menjadi pilihan utama pelatih Steve Bruce.
Bahkan, dalam lima pertarungan terakhir di ajang Leagune One yang dijalani oleh klub peminjamnya dari Ipswich tersebut, pemain kelahiran Bangkok itu selalu bermain 90 menit tanpa pernah digantikan satu kali pun.
Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Elkan Baggott bersama Blackpool ini tentunya membuka peluang baginya untuk kembali masuk ke skuat Timnas Indonesia. Dan itu artinya, Baggott yang memiliki posisi serta kekuatan kaki kiri yang identik dengan Justin Hubner, bisa saja membuat sang kompatriot tersisih dalam pemanggilan nanti.
Namun demikian, Justin Hubner juga seolah tak tinggal diam. Justin yang sempat menjalani masa-masa sulit saat dipinjamkan ke Cerezo Osaka, lambat laun mulai merebut kembali tempatnya yang sempat hilang di Wolves U-21.
Seolah tak ingin kalah dengan pencapaian yang didapatkan oleh Baggott, nama Justin yang sempat hilang, tiba-tiba saja menjadi nama yang tak tergantikan di lini pertahanan Wolves U-21 di empat laga terakhir.
Bahkan yang terbaru, menyadur laman Suara.com (12/2/2025), El Preman ini tampil sebagai pahlawan Wolves U-21 saat bertanding melawan Rochdale AFC di laga grup B National League Cup.
Selain mencetak gol penyeimbang pada laga tersebut dan menghindarkan klubnya dari tersisih lebih awal, Hubner juga menjadi penentu kemenangan timnya atas Rochdale ketika pertandingan harus diakhiri dengan adu tendangan penalti.
Baik Hubner maupun Baggott, belakangan ini sama-sama tampil impresif dan saling bersaing untuk merebut hati pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Dengan posisi bermain yang sama, pun kekuatan kaki yang sama, kira-kira siapa yang akan memenangi persaingan ini dan mendapatkan panggilan ke Skuat Garuda nanti?
Atau mungkin, keduanya malah sama-sama akan dipanggil oleh Patrick Kluivert karena sama-sama bermain impresif?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Swansea City Didesak untuk Jual Nathan Tjoe-A-On
-
Hidup Seperti Roda, Beda Nasib Pratama Arhan vs Rafael Struick Jelang Australia vs Timnas Indonesia
-
Rafael Struick: Saya Diizinkan Pergi
-
Coach Justin Sentil Rafael Struick: Kalau Lu Lihat Golnya Thom Haye...
-
Siapa Owen Donkers? Punya Kekuatan Calvin Verdonk, Keturunan Jawa Ini Lincah Bak Siluman
Hobi
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
Terkini
-
Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh
-
TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"
-
4 Sunscreen Collagen Kunci Cegah Kulit Cepat Menua dan Jaga Tetap Awet Muda
-
Gen Z Wajib Tahu: Kapan Tren 'Bed Rotting' Jadi Bentuk Self-Care, Kapan Jadi Tanda Depresi?
-
Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan