Scroll untuk membaca artikel
Sekar Anindyah Lamase | Kevin Topan Kristianto
Juventus. (X/juventusfc)

Juventus telah dikenal sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di dunia dengan warna hitam-putih yang ikonis. Dua unsur warna ini sudah menjadi identitas klub yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.

Bagaimana latar belakang di balik terpilihnya dua unsur warna tersebut? 

Mengutip BBC, pada awal-awal klub berdiri, Juventus sebenarnya mengenakan seragam berwarna merah muda (pink) dengan celana hitam.

Namun, warna tersebut kemudian harus ditinggalkan. Bukan karena desain ulang, melainkan karena mengalami kesulitan dalam mempertahankan warna asli yang cepat memudar akibat pencucian terus-menerus.

Pada tahun 1903, pihak klub pun mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut dan meminta bantuan John Savage, pemain asal Inggris yang bermain untuk Juventus. John Savage diminta untuk mencarikan pemasok baru di negaranya.

John pun kemudian menghubungi temannya di tanah kelahirannya untuk mencarikan seragam baru. Pilihan jatuh pada kostum bergaris hitam-putih milik Notts County, klub sepak bola yang berasal dari Nottingham. Jersey bergaris hitam-putih dipilih, karena teman John Savage merupakan fans Notts County.

Sejak saat itu, corak hitam-putih bukan hanya menjadi seragam, tetapi juga bagian dari identitas Juventus.

Lebih dari satu abad kemudian, tepatnya pada 2011, Juventus meresmikan stadion baru mereka, Allianz Stadium, sebuah simbol era baru bagi Si Nyonya Tua. Untuk menandai momen bersejarah tersebut, mereka mengundang Notts County dalam laga pembuka.

Bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan sebuah bentuk penghormatan bagi klub yang secara tak langsung telah memberi Juventus identitas yang kini begitu melekat.

Di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati stadion, kedua tim bertanding dalam atmosfer penuh nostalgia dan penghargaan. Laga itu berakhir imbang 1-1, tetapi hasil pertandingan bukanlah inti dari malam bersejarah tersebut.

Setelah peluit panjang berbunyi, kapten Notts County saat itu, Neal Bishop, mengungkapkan rasa bangganya. Bagi klubnya, bisa menjadi bagian dari momen besar Juventus adalah suatu kehormatan yang tak terlupakan.

"Malam ini adalah malam yang spesial untuk menjadi bagian darinya. Ada sedikit rasa gugup saat upacara pembukaan, tetapi kami sangat bangga dengan performa dan hasil yang kami raih.”

"Kami diperlakukan dengan sangat baik, tidak ada pemain yang bermain lebih dari 60 menit, jadi kami akan berada dalam kondisi prima untuk pertandingan hari Sabtu melawan Walsall," ucap Bishop sesuai laga pada saat itu, dikutip dari BBC.com.

Dari perubahan seragam di awal abad ke-20 hingga pertemuan yang penuh makna lebih dari seabad kemudian, kisah Juventus dan Notts County menjadi bukti bahwa sepak bola lebih dari sekadar permainan, tetapi juga tentang sejarah, warisan, dan rasa hormat kepada masa lalu.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kevin Topan Kristianto