Hasil positif diraih oleh wakil Indonesia di ajang ASEAN Club Championship musim 2024/2025. Tim Juku Eja yang merupakan satu-satunya wakil tanah air di babak semifinal ajang antar klub tertinggi level Asia Tenggara tersebut, berhasil menumbangkan salah satu tim kuat ASEAN asal Vietnam, Cong An Ha Noi (CAHN) FC di leg pertama fase empat besar gelaran.
Menyadur laman Suara.com (2/4/2025), pada laga yang berlangsung di Gelora B.J. Habibie Stadium, Parepare tersebut, Tim Ayam Jantan dari Timur menghempaskan sang lawan dengan skor tipis 1-0.
Dari laman yang sama diinformasikan, satu-satunya gol yang tercipta pada laga tersebut, disumbangkan oleh pemain asing mereka, Yuran Fernandes ketika pertandingan memasuki menit ke-80.
PSM Makassar yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan penjuru di menit ke-80, berhasil memanfaatkannya dengan baik.
Yuran Fernandes yang menang dalam duel udara melawan para pemain CAHN FC dan berada di posisi yang ideal, sukses mengoyak jala gawang tim tamu, dan membuat PSM Makassar unggul satu gol atas sang lawan, yang mana kedudukan tersebut bertahan hingga pertaurngan usai.
Uniknya, keberhasilan PSM Makassar dalam menjungkalkan wakil Vietnam ini seolah semakin mempertegas hegemoni persepakbolaan Indonesia atas Vietnam semenjak awal tahun 2024 lalu.
Sebelumnya, semenjak era kebangkitan persepakbolaan Vietnam tahun 2017 lalu, persepakbolaan Indonesia yang direpresentasikan oleh tim nasional maupun klub, selalu saja menjadi pecundang ketika bertemu dengan Tim Naga Emas ataupun wakilnya di berbagai ajang. Ironisnya, superioritas yang disuguhkan oleh Vietnam kala itu juga terjadi di segala kelompok usia.
Mulai dari level junior, hingga level senior. Maka tak mengherankan jika pada akhirnya, selama kurang lebih tujuh hingga delapan tahun, Timnas Indonesia selalu saja harus menerima kenyataan pahit ketika harus bertemu dengan tim merah asal Asia Tenggara tersebut.
Namun pada akhirnya, hegemoni Pasukan Nguyen tersebut berakhir di awal tahun 2024 lalu, ketika kedua negara bertemu di ajang yang lebih tinggi, yakni putaran final Piala Asia 2023.
Pada turnamen yang berlangsung di Qatar tersebut, untuk kali pertama Timnas Indonesia berhasil menang dari sang lawan, setelah terakhir kali mereka mampu melakukannya pada 3 Desember 2016 lalu di gelaran Piala AFF.
Dan setelah itu, berdasarkan lansiran dari laman 11v11.com, Indonesia dengan kekuatan terbaiknya berhasil membungkus dua kemenangan lanjutan saat kedua tim bersua di ronde kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Memang, di laga terakhir pada gelaran ASEAN Mitsubishi Electric Cup bulan Desember 2024 lalu Indonesia menelan kekalahan tipis 0-1 atas Vietnam, namun perlu dicatat di event tersebut Shin Tae-yong menurunkan para pemain muda yang diproyeksikannya untuk gelaran SEA Games dan Asian Games, sehingga sama sekali tak merepresentasikan kekuatan penuh dari Pasukan Merah Putih.
Sehingga dapat dikatakan, kekalahan di penghujung tahun 2024 lalu benar-benar tak mewakili kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia saat ini yang mana sudah berani bersaing di level yang lebih tinggi lagi.
Bukan hanya di level senior, hegemoni persepakbolaan Indonesia atas Vietnam juga ditunjukkan di level yang lebih rendah. Sepertimana yang tercatat di laman history aseanfootball.org, Indonesia juga berjaya di level U-16 pada bulan Juli 2024 lalu, ketika kedua negara bertemu di laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16.
Tanpa ampun, kala itu Muhammad Zahaby Gholy dan kolega berhasil menumpas perlawanan The Young Golden Star dengan skor telak, lima gol tanpa balas.
Dan kali ini, di ajang antar klub bertajuk Asean Club Championship, PSM Makassar meneruskan hegemoni yang dibangun oleh persepakbolaan Indonesia semenjak awal tahun 2024 lalu. Dan semoga saja, hegemoni ini terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Kick Off Sesaat Lagi! PSM vs CAHN FC: Pasukan Ramang Siap Tampil Habis-habisan
-
Anco Jansen Pernah Jadi Korban Kedzaliman Klub Liga 1, Kini Dia Menghina Indonesia
-
3 Komentator Belanda yang Remehkan Timnas Indonesia, Disebut Negara Miskin
-
Profil CAHN FC, Bhayangkara FC Versi Vietnam Lawan PSM Makassar di Semifinal ASEAN Club Championship
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!