Gelaran Piala Asia U-17 yang tengah dilangsungkan di Arab Saudi akhirnya merampungkan matchday pertamanya. Sebanyak 16 negara yang tergabung di empat grup berbeda, masing-masing telah mendapatkan hasil dari kerja keras yang mereka jalankan di laga pembuka.
Pun demikian halnya dengan empat wakil kawasan Asia Tenggara di gelaran kali ini. Keempatnya telah mendapatkan hasil dari usaha yang telah mereka jalani.
Menyadur laman AFC, pada perhelatan Piala Asia U-17 edisi 2025 ini, Asia Tenggara diwakili oleh empat negara. Selain Indonesia yang melaju ke putaran final dengan status sebagai tim ketiga dalam daftar peringkat ketiga terbaik, juga ada Thailand yang menjadi jawara grup D babak kualifikasi, Australia sebagai juara grup G babak kualifikasi, dan Vietnam yang menjadi tim terbaik kedua dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik.
Di putaran final, keempat wakil Asia Tenggara ini terbagi dalam tiga grup yang berbeda. Dalam drawing yang dilakukan sebelum turnamen dimulai, Pasukan Gajah Perang Muda Thailand tergabung di grup A bersama tuan rumah Arab Saudi, Uzbekistan dan China.
Kemudian di grup B ada Australia dan Vietnam yang harus bersaing dengan Jepang serta Uni Emirat Arab, dan Indonesia menjadi wakil tunggal Asia Tenggara di grup C bersama Yaman, Korea Selatan dan Afghanistan.
Uniknya, keempat wakil Asia Tenggara tersebut masing-masing memiliki hasil yang berbeda pasca menjalani laga perdananya. Jika Indonesia sukses menggapai tiga poin pasca menekuk tim raksasa Korea Selatan, tidak demikian halnya dengan tiga wakil Asia Tenggara lainnya.
Sepertimana yang dirilis oleh laman match report AFC, dua tim ASEAN yang saling berjibaku di grup B, yakni Vietnam dan Australia harus puas untuk berbagi poin di pertarungan pertama mereka.
Australia dan Vietnam yang bertemu di Okadh Sport Club Stadium, harus puas mengakhiri persaingan dengan skor sama kuat 1-1. Australia yang lebih dominan di laga tersebut, berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol dari Quinn MacNicol pada menit ke-41.
Sementara Vietnam yang sesekali bermain menyerang, sukses menyamakan kedudukan di menit ke-49 melalui sepakan cerdik Hoang Trong Duy Kang. Meskipun setelahnya kedua kesebelasan saling menyerang, namun kedudukan akhir 1-1 tetap bertahan hingga peluit panjang ditiup dan membuat mereka tak mampu untuk saling mengalahkan.
Berbeda dengan Indonesia yang berjaya serta Australia dan Vietnam yang harus tertahan kemenangannya, nasib Thailand di grup A justru tertimpa apes.
Menghadapi tim kuat Uzbekistan di Okadz Sport Club Stadium, Taif, Pasukan Gajah Perang Muda justru terkena bantai dari sang lawan.
Thailand yang mengawali pertandingan dengan langsung menciptakan peluang, justru harus terkena counter menyakitkan dari Uzbekistan. Pasca membuang peluang di awal menit pertandingan, Thailand U-17 harus langsung kebobolan di menit ke-2 setelah Sadriddin Khasanov menciptakan gol pembuka Uzbekistan.
Tak berselang lama, Uzbekistan yang bermain lebih efektif sukses menggandakan keunggulan di menit ke-23 melalui Nurbek Sarsenbaev sebelum kemudian diperkecil oleh Silva Mexes di menit ke-40.
Kepahitan Thailand di laga pembuka mulai terjadi pada menit ke-54 ketika Phurinat Poolkamlang harus mendapatkan kartu kuning kedua dan membuat mereka bermain dengan sepuluh pemain.
Hasilnya pun cukup mengenaskan. Bermain dalam ketidakseimbangan skuat, membuat Thailand harus kembali kebobolan dua gol melalui Asilbek Aliev di menit ke-80 dan Abubakir Shukurullaev pada menit ke-85.
Sehingga, mereka harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak 1-4 dari Uzbekistan.
Meskipun tiga negara lainnya mendapatkan hasil yang kurang memuaskan di laga perdananya, kita harapkan para wakil Asia Tenggara ini segera bangkit di laga selanjutnya.
Pun demikian halnya dengan Timnas Indonesia U-17, kita harapkan bisa meneruskan laju tren positif yang telah didapatkannya di laga pembuka melawan Korea Selatan kemarin.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Sah Dinaturalisasi Februari 2025, 2 Pemain Keturunan Belum Dapat Panggilan Timnas Indonesia
-
Oxford United Tumbangkan Tim Papan Atas, Ole Romeny: Ayo Terus Melaju
-
Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia U-17, Nova Arianto: Masih Panjang
-
Jelang Timnas U-17 Lawan Yaman, Nova Arianto Justru Singgung Kinerja PSSI!
-
Bak Trio Ridho-Idzes-Hubner, Timnas Indonesia U-17 Punya 3 Bek Solid
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik