Timnas Indonesia U-17 harus merasakan kegetiran yang mendalam di babak perempat final gelaran Piala Asia U-17.
Menyandang status sebagai salah satu penampil terbaik selama fase penyisihan grup berlangsung Evandra Florasta dan kolega justru tampil amburadul saat bertarung di babak delapan besar gelaran melawan Korea Utara.
Gawang Indonesia yang dijaga oleh Dafa Algasemi Setiawarman yang selalu menjadi barang mahal untuk dibobol dalam tiga pertandingan di grup C, justru terlihat sangat mudah untuk dijadikan sasaran tembak.
Alhasil, pada pertandingan yang juga menjadi penentu langkah kedua kesebelasan ke babak semifinal tersebut, Pasukan Muda Merah Putih harus rela mendapatkan dentuman setengah lusin gol dari para pemain Korea Utara.
Menyadur laman match report transfermarkt, enam pemain Korea Utara, yakni Choe Song-hun, Kim Yu-jin, Ri Kyong-bong, Kim Tae-guk, Ri Kang-rim, dan Pak Ju-won, secara bergantian menjebol gawang Timnas Indonesia di laga tersebut.
Sebuah kenyataan pahit yang sejatinya memang cukup wajar, mengingat sedari awal pertandingan dimulai, anak asuh Nova Arianto tersebut memang kerap dicecar serangan oleh para pemain lawan.
Jika kita melihat pertandingan maupun video tayangan ulangnya di kanal YouTube AFC Asian Cup (15/4/2025), gelontoran enam gol yang harus dirasakan oleh Timnas Indonesia tersebut memang cukup masuk akal.
Selain sedari awal laga mereka berada dalam tekanan dan dalam posisi yang lebih inferior, Pasukan Garuda Muda juga kalah total secara fisik.
Dibandingkan dengan pemain Korea Utara, anak-anak muda pengisi Skuat Garuda yang sejatinya sudah memiliki postur dan bentuk tubuh yang memadai, terlihat sama sekali tak mengimbangi.
Pada pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium tersebut, para pemain Timnas Indonesia U-17 yang wajah dan perawakannya terlihat seperti remaja pada umumnya, terlihat seolah tengah bertarung dengan para pemain yang memiliki usia di atas mereka.
Uniknya, postur tubuh "lebih dewasa" yang dimiliki oleh para pemain Korea Utara ini bahkan memantik komentar seorang warganet Uzbekistan. Dalam komentarnya di kanal YouTube AFC Asian Cup (15/4/2025), warganet yang menggunakan akun @Rashkin_8889 tersebut bahkan tak sungkan untuk menyebut lawan Timnas Indonesia U-17 adalah Korea Utara U-23.
"Halo saudara-saudara Indonesia. Kami sangat sedih untuk kalian. Kalian (pernah) mengatakan bahwa pemain Timnas U-17 Uzbekistan berusia 23 tahun, sayangnya kalian salah. Kami berpartisipasi di turnamen dengan anak-anak berusia 15-16 tahun. Kalian tahu, kalian sebenarnya bermain melawan Korea Utara U-23 hari ini. Tapi, tenang saja, Uzbekistan U-17 bakal balas dendam ke DPR Korea U-23 demi saudara-saudara Indonesia. Kita lihat saja level Uzbekistan pada laga melawan Korea. Masa depan cerah menanti Indonesia. Hormat kami, saudaramu dari Uzbekistan," tulisnya.
"Kecurigaan" terkait usia pemain yang diturunkan oleh Korea Utara di Piala Asia U-17 sejatinya bukan hanya dirasakan oleh warganet Uzbekistan tersebut.
Pasalnya, salah satu media asal Korea Selatan, nate.com pernah menuliskan bahwa kemampuan fisik para pemain Timnas U-17 Korea Utara sama sekali tak mencerminkan para pemain seusia mereka.
"Korut memiliki kondisi fisik dan penampilan yang membuat orang sulit percaya bahwa mereka adalah pemain di bawah 17 tahun," tulis media Korea Selatan tersebut pada Sabtu (12/4/2025).
Jadi, apakah memang benar, para pemain Timnas U-17 Korea Utara ini sebenarnya adalah para pemain yang memiliki usia di atas mereka? Tentunya, kita tak bisa menjawab dengan pasti, apa lagi tanpa bukti yang kuat.
Namun, terlepas dari apapun dugaan yang dilontarkan oleh warganet Uzbekistan dan media Korea Selatan tersebut, AFC telah memutuskan bahwa para pemain Korea Utara ini diperbolehkan untuk turut serta di turnamen.
Maka, secara sah dan legal, usia mereka diakui oleh induk sepak bola Asia tersebut masih berada di bawah 17 tahun.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Tim Piala Dunia U-17 2025: Usia Pemain Zambia Diragukan Warganet: Ini Mah U-37
-
Peta Kekuatan Piala Dunia U-17: 5 Negara Ini Bisa Jadi Mangsa Timnas Indonesia
-
Ironi Timnas Indonesia di AFC U-17: Dari Penampil Terbaik, Menjadi Paling Tak Berkutik
-
Media Asing Lemas Timnas Indonesia Hancur: Asia Tenggara Resmi Keluar dari Piala Asia U-17 2025
-
Masih Belum Percaya? Fakta Bikin Kaget Timnas Indonesia U-17 Dibantai Korea Utara
Hobi
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
Terkini
-
Manga The Fragrant Flower Blooms With Dignity Libur 3 Minggu
-
Pesan di Balik Air Mata: Mengapa Orang Tua Harus Lebih Peka Saat Memilih Daycare
-
Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara
-
Mendobrak Eksplorasi Provokatif lewat Benturan Humor Gelap Film The Drama
-
Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa