PSIS Semarang menelan kekalahan pahit dengan empat gol tanpa balas yang bersarang di gawang Adi Satryo. Catatan minus ini terjadi saat pasukan Laskar Mahesa Jenar menghadapi salah satu tim terkuat dalam kompetisi sepak bola Indonesia, yakni Bali United FFC.
Adapun dua dari empat gol yang tercipta berasal dari blunder fatal. Tercipta pada menit ke-22, niat Joao Ferrari untuk menghalau bola justru menghasilkan gol bunuh diri yang jadi keuntungan bagi tim lawan. Begitu juga untuk kebobolan yang kedua kalinya.
Di menit 51, upaya Ridho Syuhada menghadang umpan silang pemain Bali di kotak penalti malah membuat bola meluncur deras ke gawang PSIS sendiri. Kendati demikian, Muhammad Ridwan yang didapuk sebagai pelatih sementara menilai bahwa blunder tersebut tidak disengaja.
“Saya pun pernah melakukan gol bunuh diri ya, kalau kita melihat siapa yang melakukan gol bunuh diri itu adalah dua pemain yang tanda kutip mereka pemain yang dari sisi agamanya mereka kuat,” kata Ridwan, sebagaimana melansir ligaindonesiabaru.com, Rabu (7/5/2025).
Lebih jauh, legenda Laskar Mahesa Jenar ini mengatakan bahwa dua pemainnya hanya sedang kurang beruntung saja. Di mana waktu dan tempatnya belum pas, sehingga tercipta gol bunuh diri yang cukup merugikan.
Imbas kekalahan telak atas tim asuhan Stefano Cugurra, klub asal Jawa Tengah itu harus merosot ke dasar klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025. Kondisi terpuruk yang kian menjadi-jadi membuat PSIS harus segera mengambil langkah cepat, sesuai dengan tanda bahaya yang menyala karena menghuni posisi zona merah.
Tekad Muhammad Ridwan Usung Target Tinggi dan Sapu Bersih Tiga Laga Tersisa
Apapun masih bisa terjadi di atas lapangan. Tiga pekan terakhir bak panggung final yang mendebarkan bagi Septian David Maulana dan kolega. Dalam kesempatan yang sama, Ridwan menjamin bahwa PSIS Semarang akan berusaha menyapu bersih pertandingan-pertandingan tersebut.
Sejauh ini, mereka sudah mencatat 11 pekan tanpa kemenangan dengan 4 kali imbang, dan kalah dalam 7 laga. Seluruh aspek tim tentunya perlu berbenah untuk mengakhiri tren buruk, sekaligus keluar menjaga eksistensi di kasta kompetisi sepak bola tertinggi tanah air.
“Semua pertandingan seperti final untuk sekarang ini, sehingga kami mencoba mempersiapkan sangat spesial. Karena kami tak hanya mendapatkan poin, namun harus menang dan saat ini semua pemain fokus menghadapi PSS,” ujarnya.
Apabila berhasil menumbangkan sesama tim asal Jawa Tengah, tentu PSIS bisa keluar dari status juru kunci. Lantaran kedua kesebelasan itu sama-sama mengoleksi 25 poin. Demi menghidupkan peluang yang nyaris tertutup, Ridwan memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi. Termasuk pasca hasil menyedihkan lawan Bali United.
“Evaluasi pasti ya, menang kalah tetap ada evaluasi, kemarin kami kalah dengan skor besar. Selesai pertandingan kami langsung lihat pertandingan lagi, bagaimana gol-gol di kita dan kami sudah mendefinisikan. Terutama soal penguasaan bola, dan nanti kami akan persiapan bagaimana kita akan bermain, bagaimana lawan bermain,” papar Ridwan.
Meski sama-sama berstatus sebagai tim yang terancam degradasi, duel kontra PSS Sleman pastinya tak akan mudah. Pada Jumat (9/5/2025) mendatang, Stadion Jatidiri pasti akan dijadikan panggung pertempuran yang sengit oleh kedua kubu yang haus kemenangan.
“PSS Sleman adalah tim yang bagus, mereka sekarang cukup bagus, mereka sangat kompak, ini jadi tantangan buat kita. Semua pertandingan adalah final untuk sekarang ini, sehingga kami mencoba mempersiapkan sangat spesial. Karena kami tak hanya mendapatkan poin, namun harus menang,” tandasnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Meski Sudah Juara Liga 1, Persib Tetap Targetkan Kemenangan di Pertandingan
-
Terima Lisensi Klub Profesional, Dewa United Makin Ngebet Tampil di Asia
-
Persib Bandung Raih Gelar Juara Liga 1 2024/2025, Catat 3 Fakta Bersejarah!
-
Barito Putera Bertekad Curi Poin di Bandung, Bisa Nodai Pesta Juara Persib?
-
Pieter Huistra Beberkan Progres Eksperimen di Lini Belakang PSS Sleman
Hobi
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
Terkini
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh