Hasil pahit harus diterima Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi kekuatan China dalam laga uji coba perdana yang berakhir dengan skor telak 0-7. Kekalahan di Indomilk Arena pada Minggu (8/2/2026) ini menjadi sinyal kuat bahwa tim asuhan Nova Arianto memerlukan evaluasi besar-besaran sebelum melangkah lebih jauh ke kompetisi resmi.
Sepanjang pertandingan, skuad Garuda Muda terlihat kesulitan mengimbangi permainan lawan. Pasukan Merah Putih tampak kurang tenang sejak menit awal, yang akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Tiongkok untuk menekan pertahanan tuan rumah.
Kondisi skuad saat ini memang tergolong sangat hijau. Dari 28 pemain yang dipanggil, tercatat 27 pemain merupakan debutan di level internasional, dengan hanya Mierza Firjatullah yang berstatus sebagai alumnus Piala Dunia U-17 2025.
Merujuk Antara News, keran gol China dibuka oleh Zhao Songyuan pada menit ke-16 yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang. Gol ini seolah meruntuhkan mental bertanding para pemain muda Indonesia yang baru pertama kali merasakan atmosfer laga antarnegara.
Hanya berselang sepuluh menit, Wang Heyi menggandakan keunggulan China pada menit ke-25. Ia berhasil menyambar bola rebound setelah tendangan sebelumnya gagal diamankan secara sempurna oleh kiper Noah Leo Duvert.
Dominasi China semakin tak terbendung menjelang turun minum. Zhao Songyuan mencetak gol keduanya pada menit ke-42 setelah melewati beberapa pemain Indonesia, disusul gol dari Shuai Weihao di menit ke-44 yang menutup babak pertama dengan skor 0-4.
Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah bagi Indonesia. Menit ke-53, Shuai Weihao kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang Garuda Muda.
Nova Arianto mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan striker tambahan, Nicholas Indra Mjoesund. Nicholas sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-69, namun upayanya masih mampu diblok oleh lini pertahanan China yang sangat disiplin.
Fokus Perbaikan, Perlukah Rotasi Skuad untuk Laga Kedua?
Meskipun kalah telak, hasil ini dinilai wajar mengingat adanya perbedaan jam terbang yang mencolok. China tampil dengan tempo tinggi dan kualitas permainan yang matang, berkat pengalaman mereka menghadapi tim kuat seperti Jepang.
Nova Arianto kini memfokuskan perbaikan pada sektor pertahanan yang dianggap sangat rapuh, terutama saat mengantisipasi serangan cepat. Selain itu, aspek fisik dan taktik menjadi poin utama dalam sesi latihan intensif pasca-kekalahan tersebut.
Lini serang juga tidak luput dari pembenahan agar lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pemain seperti I Komang Semadi Sanjana Putra sebenarnya sempat mengancam dari sisi kiri, namun penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar.
Untuk menghadapi laga kedua nanti, Nova merencanakan adanya rotasi pemain. Nama-nama seperti kiper Noah Leo Duvert, kapten Putu Ekayana, hingga gelandang Fardan Faras Prawita akan dievaluasi untuk melihat sejauh mana mereka bisa beradaptasi dengan tekanan internasional.
Target utama dari proses ini adalah agar para pemain tidak lagi merasa canggung saat berada di lapangan. Nova yakin bahwa melalui "proses belajar" dari kekalahan ini, mentalitas bertanding anak asuhnya akan jauh lebih kuat di masa depan.
Harapannya, performa yang lebih baik di laga selanjutnya dapat membangun kepercayaan diri skuad menuju Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar pada 30 April mendatang. Kemajuan kecil di tiap laga uji coba sangat krusial bagi masa depan para pemain ini.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Eks Tangan Kanan STY Buka Opsi Tambah Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia U-17
-
Timnas Indonesia U-17 Pertimbangkan Tambah Pemain Diaspora, Nova Pasrahkan ke Kurniawan Dwi Yulianto
-
Sampaikan ke PSSI, Nova Arianto Akui Timnya Masih Jauh dari Level Asia
-
Pantas Saja Kalah Telak, Timnas Indonesia U-17 Turun dengan Skuad Baru
-
Kalah Telak 0-7 dari China, Nova Arianto: Jauh dari Harapan
Hobi
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
Terkini
-
Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?
-
Drama Pro Bono: Tentang Keadilan yang Terasa Mahal bagi Orang Kecil
-
5 HP Oppo dengan Chip Snapdragon, Performa Ngebut Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
6 Rekomendasi HP POCO RAM 8 GB dengan Kamera Jernih, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Won Kyu Bin Terpilih Perankan Kim Bong Seok di Moving 2, Disney Buka Suara