Berperan sebagai kiper, Nadeo Argawinata adalah pemain terakhir yang bisa menyelamatkan gawang Borneo FC Samarinda dari kebobolan. Ia kerap dipercaya untuk tampil dalam sejumlah pertandingan penting.
Hingga pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025, ia tercatat sudah memainkan 28 pertandingan dengan total jam terbang hingga 2.397 menit. Sedangkan di kompetisi ASEAN Club Championship, Nadeo tampil dalam lima laga dan menorehkan 450 menit bermain.
Statistik yang tinggi ini tentu menjadi bukti betapa dirinya dipercaya sejak era Pieter Huistra hingga Joaquin Gomez yang baru didatangkan pada 16 Januari 2025 kemarin. Terlebih lagi Nadeo juga memiliki postur yang cukup menjulang sehingga memudahkan dalam upaya meraih bola.
Melansir laman resmi ligaindonesiabaru.com pada Kamis (15/5/2025), performa apik pemain asal Kediri itu mendapat pengakuan atau pujian langsung dari pelatih Joaquin. Tak terkecuali bagaimana Nadeo menggagalkan tendangan penalti penting di akhir laga saat Pesut Etam bersua dengan Madura United FC.
“Penyelamatan yang sangat-sangat bagus. Sejujurnya, ada 5-6 gol yang dihentikannya. Jadi, saya sangat senang dan sangat puas dengan dia karena dia berkontribusi sebagai pemain pertama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Joaquin memang tak dapat menutupi rasa gembira atas kerja sama dan hasil manis yang ditorehkan Borneo FC Samarinda. Kemenangan 2-1 atas Laskar Sape Kerrab menandai berlanjutnya tren positif enam pertandingan tanpa kekalahan.
Kini skuad Pesut Etam pun mengemas 52 poin, sementara berada di posisi ke-5 klasemen sementara. Bagi Joaquin, tiga poin penuh dari Madura United bukan hanya soal skor semata. Melainkan tentang karakter dan kualitas apik yang ditunjukkan para pemain meski dihadapkan pada tantangan berat.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Stefano Lilipaly. Pemain yang baru saja sembuh dari cedera itu mampu menjadi pembeda di atas lapangan. Fighting spirit yang ditunjukkan mantan penggawa Bali United tersebut turut menuai apresiasi dari sang pelatih.
“Salut terhadap Stefano karena dia sudah lama tidak berada di pertandingan. Kami sangat merindukannya karena dia memiliki kualitas extra dari seorang pemain nasional tim nasional bersama kami. Dan itu membuat perbedaan banyak bagi kami,” kata juru taktik berpaspor Spanyol ini.
Nadeo Argawinata Tunjukkan Performa Mentereng, Rayuan untuk Patrick Kluivert?
Dengan kehadiran deretan pemain keturunan yang berlaga di kompetisi mancanegara, persaingan dalam tubuh Timnas Indonesia menjadi semakin ketat. Tak hanya di lini depan dan lini tengah, tetapi juga pada posisi penjaga gawang.
Nadeo Argawinata sendiri termasuk salah satu pemain yang dipanggil oleh Patrick Kluivert untuk mengikuti training center Maret lalu. Tepatnya saat Timnas Indonesia menghadapi Australia dan Bahrain dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C.
Ia pun masuk ke dalam daftar pemain sementara yang dipilih Kluivert. Performa apik sepanjang pertandingan-pertandingan terakhir maupun pujian dari Joaquin Gomez tentu bak rayuan bagi pelatih Timnas Indonesia itu untuk kembali memanggil Nadeo pada dua laga terakhir.
Sesuai jadwal, skuad Garuda bakal menjamu China dan menantang Jepang bulan Juni mendatang. Kendati demikian, bisa dibilang bahwa Nadeo perlu bersaing lebih keras agar memperoleh jam bermain.
Apalagi mengingat kini Indonesia juga kedatangan kiper anyar, yakni Emil Audero yang telah menuntaskan proses naturalisasi dan tersedia membela pasukan Merah Putih di kompetisi internasional. Selain itu, Ernando Ari pun masih kerap memperoleh panggilan Timnas Indonesia.
Tentu menarik untuk dinantikan, apakah Nadeo Argawinata akan kembali mendapat kesempatan untuk berada di bawah mistar gawang skuad Garuda?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
-
Gagal di Piala Dunia, Mengapa Pelatih Selalu Jadi Tumbal Pertama?
-
Perkasa di Fase Grup, Prancis Jadi Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026?
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
Artikel Terkait
-
Aset Berharga, Paolo Vanoli Desak Manajemen Torino Segera Datangkan Jay Idzes?
-
Almere City Degradasi, 3 Klub Liga 1 Ini Bisa Jadi Opsi Thom Haye
-
Dipanggil Malaysia, Bagaimana Kualitas Gabriel Palmero Dibandingkan para Pemain Indonesia?
-
Pelatih Malaysia: MU Lebih Cocok Lawan Timnas Indonesia Dibanding ASEAN All Stars
-
Wasit Rustam Lutfullin Ternyata Bawa Hoki untuk Timnas Indonesia
Hobi
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Patah Tulang di Lapangan! Aksi Brutal Pemain Qatar Bikin Publik Dunia Murka
-
Hong Myung-Bo Mundur setelah Gagal Piala Dunia, Presiden Nilai 'Tak Kompeten'
-
Gagal di Piala Dunia, Mengapa Pelatih Selalu Jadi Tumbal Pertama?
Terkini
-
Snowball Earth Umumkan Musim Kedua, PV Perdana Tampilkan Babak Baru
-
Deretan Anime Musim Semi 2026 yang Dipastikan Berlanjut ke Season Baru
-
Pajak Dana Pensiun: Benar Secara Hukum, Adilkah dalam Praktik?
-
Lee Sun Bin dan Bae Hyeon Seong Bintangi Film Komedi The Taste of Prison
-
LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci Cocok untuk Gamer Profesional