Bagi pembaca yang mengira Kapan Nanti karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie akan hadir sebagai novel dengan satu cerita panjang, buku ini mungkin memberikan kejutan sejak halaman-halaman awal. Ziggy memilih bentuk yang berbeda dengan menghadirkan kumpulan delapan cerita pendek yang berdiri dengan keunikan masing-masing. Kedelapan kisah tersebut memiliki judul yang sama-sama diawali huruf âKâ, sekaligus menjadi pintu masuk menuju dunia cerita yang ganjil, magis, dan sulit ditebak.
Kekuatan buku ini terletak pada keberanian Ziggy menggabungkan hal-hal yang terasa tidak masuk akal dengan persoalan manusia yang justru sangat nyata. Imajinasi liar menjadi bagian penting dalam setiap cerita. Pembaca dapat menemukan suasana yang asing, karakter-karakter dengan pengalaman tidak biasa, hingga kejadian yang membuat batas antara kenyataan dan fantasi terasa semakin kabur. Semua itu disampaikan melalui gaya khas Ziggy yang cenderung surealis dan penuh simbol.
Salah satu kisah membawa pembaca ke ruang cuci yang digambarkan sebagai tempat sepi, dipenuhi suara serta gerakan mesin yang terus bekerja. Tempat tersebut bukan sekadar lokasi untuk membersihkan pakaian, tetapi terasa seperti ruang misterius yang menerima seseorang dalam keadaan kotor dan kemudian mengembalikannya dalam kondisi berbeda. Ada pula cerita mengenai Kin dan keluarganya yang melakukan perjalanan dengan cara yang tidak lazim. Mereka memanfaatkan kartu kredit orang tua untuk membeli tiket perjalanan sekali jalan, sehingga petualangan tersebut berkembang menjadi pengalaman penuh kejutan.
Cerita-cerita lain juga memperlihatkan sisi magis yang menjadi daya tarik buku ini. Salah satunya membawa pembaca ke tengah hutan yang lebat dan menghadirkan sosok perempuan mungil dengan topeng berbentuk kelinci. Kehadiran karakter misterius tersebut semakin memperkuat atmosfer aneh yang menjadi ciri kumpulan cerita ini.
Sebagai pembaca, saya selalu merasa Ziggy mampu membuat saya kehilangan dugaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Awalnya saya mengira Kapan Nanti akan mengikuti pola novel yang lazim, tetapi ternyata bentuknya jauh berbeda. Walaupun beberapa kisah terasa sangat absurd dan membutuhkan waktu untuk dicerna, justru di situlah kesenangan membacanya muncul. Saya beberapa kali merasa perlu berhenti sejenak untuk memikirkan kembali kejadian yang baru saja dibaca sebelum melanjutkan halaman berikutnya.
Di balik keanehan dan imajinasi yang ditawarkan, Ziggy tetap membawa perhatian pada persoalan anak. Buku ini memperlihatkan bagaimana pengabaian dari orang tua dapat meninggalkan bekas yang panjang dalam kehidupan seorang anak. Luka tersebut tidak selalu terlihat, tetapi dapat memengaruhi cara seseorang memahami hubungan, menghadapi masalah, dan melihat dunia ketika dewasa.
Kapan Nanti juga mengajak pembaca memahami bahwa trauma masa lalu perlu dikenali agar tidak terus berulang. Seseorang yang tampak baik-baik saja belum tentu benar-benar terbebas dari pergulatan batin. Karena itu, kepekaan terhadap orang lain menjadi pesan penting yang dapat ditangkap dari kisah-kisah di dalam buku.
Pada akhirnya, Kapan Nanti bukan sekadar kumpulan cerita aneh dengan berbagai kejadian fantastis. Buku ini menggunakan absurditas sebagai cara untuk membicarakan luka, pengabaian, trauma, dan kepahitan hidup. Bagi pembaca yang menyukai karya dengan pendekatan tidak biasa serta bersedia menafsirkan cerita lebih dalam, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang unik sekaligus mengusik pikiran. Dan sekali lagi, saya dibuat terpana dengan ide liar yang dituangkan Ziggy Zeszyazeoviennazabrizkie ke dalam karya-karyanya.
Identitas Buku
Judul: Kapan Nanti
Penulis: Ziggy Zeszyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020668659
Baca Juga
-
Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu
-
Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa
-
Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan
-
Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia
-
Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 1: Bayang-bayang Cinta yang Tak Selesai
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan
-
Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi
-
Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?
-
Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS
-
Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman
Terkini
-
Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!
-
Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!
-
Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece