Perodua Malaysia Masters 2025 bakal menjadi turnamen Super Series lanjutan dalam agenda BWF setelah Thailand Open 2025 rampung digelar. Dalam turnamen level Super 500 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia ini, sejumlah pertandingan bakal dihelat pada 20-25 Mei 2025.
Indonesia pun masih konsisten mengirimkan wakil-wakil terbaiknya untuk berebut gelar setelah tidak mampu meraih hasil sesuai target di Thailand. Jika tidak ada perubahan, Indonesia akan menurunkan 11 atlet dari empat sektor berbeda.
Sayangnya, kali ini tidak ada wakil ganda putra Indonesia yang berangkat ke Malaysia Masters 2025 setelah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memutuskan mundur dari turnamen Super 500 di Malaysia kali ini.
Praktis, Indonesia dipastikan kehilangan peluang sabet gelar di sektor ganda putra sama seperti edisi tahun lalu. Pada Malaysia Masters 2024, Sabar/Reza menjadi satu-satunya wakil ganda putra yang turun tanding tetapi kandas di babak awal.
Untuk skuad di Malaysia Masters 2025 sesuai rilisan web resmi BWF di laman bwfworldtour.bwfbadminton.com, dua wakil tunggal putra Indonesia masuk drawing babak utama. Ada nama Alwi Farhan dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang siap berburu gelar pertamanya tahun ini.
Dalam beberapa turnamen terakhir, Alwi memang semakin sering diturunkan setelah Jonatan Christie terakhir tampil di Sudirman Cup 2025 sebagai atlet Pelatnas. Sementara Chico yang juga beralih ke jalur independen, Malaysia Masters 2025 akan menjadi turnamen perdana setelah resmi keluar dari Pelatnas.
Putri Kusuma Wardani kembali menjadi tulang punggung sektor tunggal putri, termasuk di turnamen Malaysia Super 500 ini. Selain performa Putri KW yang memang masih cukup menjanjikan, kondisi Gregoria Mariska Tunjung juga belum memungkinkan untuk bertanding kembali setelah didiagnosis mengalami vertigo.
Tentu situasi ini cukup merugikan bagi Indonesia mengingat Jorji masih menjadi unggulan pertama Pelatnas. Terlebih, pelapis yang mentas memang baru Putri KW meski ada juga pembinaan untuk Ester Wardoyo dan Komang Ayu agar segera menyusul seniornya.
Sementara itu, empat wakil ganda putri masih dimaksimalkan untuk terus turun tanding kembali. Di Malaysia Masters 2025, ada nama Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dalam drawing babak utama.
Selain Ana/Tiwi, Indonesia juga akan diperkuat oleh Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Febi Setianingrum/Apriyani Rahayu. Harapannya, kali ini keempat pasang 'Srikandi' Indonesia bisa meraih hasil terbaik.
Ganda campuran juga akan mengirimkan empat wakil di Malaysia Masters 2025. Tiga di antaranya langsung tembus babak utama, yaitu Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Sedangkan satu wakil lainnya, Verrell Yustin Mulia/Lisa Ayu Kusumawati harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi. Tentu bukan perjalanan yang mudah bagi Verrell/Lisa mengingat peringkat mereka juga belum masuk top 30 dunia.
Terlebih jika lolos kualifikasi dan masuk main draw, langkah Verrell/Lisa bakal langsung dihadapkan dengan laga berat melawan unggulan India, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto. Andai kembali menang sekalipun, peluang bertemu Jiang Zhenbang/Wei Yaxin juga bakal sulit terelakkan.
Skuad Indonesia di Malaysia Masters 2025
Tunggal Putra
- Alwi Farhan
- Chico Aura Dwi Wardoyo
Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani
Ganda Putri
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi
- Febi Setianingrum/Apriyani Rahayu
- Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti
Ganda Campuran
- Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
- Verrell Yustin Mulia/Lisa Ayu Kusumawati (kualifikasi)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk
-
Dibayar Sesuai UMR, Kenapa Tetap Kekurangan? Realita yang Jarang Dibahas
-
Gaji UMR: Standar Hidup Minimum atau Sekadar Angka Formalitas?
-
UMR: Batas Antara Standar Minimum dan Maksimum untuk Bertahan yang Kabur
-
Gaji UMR dan Ilusi Hidup Layak: Realitas yang Kini Mulai Saya Sadari
Artikel Terkait
-
Bass Dechapol, Atlet Tersibuk yang Bermain Rangkap di Sederet Turnamen BWF
-
Thailand Masters 2025:Fikri/Daniel Melangkah ke Semifinal, Leo/Bagas Kandas
-
Indonesia Masters 2025: Fikri/Daniel Amankan Tiket Babak Kedua
-
Indonesia Masters 2025: Sektor Emas, 4 Ganda Putra Indonesia Tumbang
-
Bikin Bangga, Ini Atlet Indonesia yang Paling Banyak Sabet Prestasi di Indonesia Masters 2025
Hobi
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
Terkini
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
-
Bertahan dengan Gaji UMR: Seni Agar Tidak Jatuh Miskin, Tapi Juga Tidak Pernah Kaya