PSSI resmi memanggil daftar nama pemain yang akan masuk ke dalam pemusatan latihan timnas Indonesia. Melansir dari akun instagram @timnasindonesia, pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert resmi memanggil 32 daftar nama pemain yang akan masuk ke dalam pemusatan latihan skuad garuda.
Dari 32 daftar nama pemain tersebut, Patrick Kluivert kembali memanggil penyerang asal klub Australia, Brisbane Roar FC, yakni Rafael Struick. Seperti pemanggilan-pemanggilan ke timnas Indonesia sebelumnya, penyerang keturunan Belanda-Indonesia ini kembali dipanggil guna mengisi lini depan timnas Indonesia. Namun, pemanggilannya kali ini menimbulkan pertanyaan bagi banyak pihak mengenai kelayakannya mengisi posisi lini depan skuad garuda.
Pasalnya, Rafael Struick di musim 2024/2025 kali ini dinilai memiliki performa yang tak terlalu baik dan bahkan dianggap memiliki penampilan yang kian menurun. Melansir dari laman berita suara.com (21/05/2025), penyerang berusia 22 tahun ini dikritik karena statistiknya yang terbilang tak bagus pada musim 2024/2025. Bahkan, banyak media yang juga meragukan kapasitas sang pemain sehingga layak dipanggil ke skuad timnas Indonesia.
“Keputusan Patrick Kluivert memanggil Rafael Struick ke skuad Timnas Indonesia untuk menghadapi dua laga penting melawan China dan Jepang menuai sorotan tajam. Pasalnya, sang pemain hanya mengoleksi total 40 menit bermain sepanjang tahun 2025 bersama klubnya, Brisbane Roar, di kompetisi Australia. Meski bukan wajah baru di Timnas Garuda, penurunan performa Struick di level klub menimbulkan tanda tanya besar,” tulis media Suara.com.
Hal ini tentunya cukup wajar mengingat Patrick Kluivert saat ditunjuk menjadi pelatih baru timnas Indonesia pada bulan Januari 2025 lalu menegaskan hanya akan memanggil pemain yang memiliki jam terbang bermain yang cukup saat di klub. Namun, pemanggilan nama Rafael Struick ke skuad garuda pada jelang matchday ke-9 dan ke-10 babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia melawan Cina dan Jepang, banyak pihak yang mempertanyakan kredibelitas seorang Patrick Kluivert.
Bukan hanya saat ini saja Patrick Kluivert membuat keputusan kontroversial dengan memanggil pemain-pemain yang dirasa tak memiliki jam terbang atau jam bermain yang cukup saat di klub. Pada Garuda Calling di bulan Maret 2025 lalu, Patrick Kluivert memanggil beberapa pemain yang dirasa tak mendapatkan menit bermain yang cukup saat di klub ke timnas Indonesia. Beberapa nama pemain seperti Nathan Tjoe-A-On dan Rafael Struick masuk dalam pemanggilan pemain tersebut.
Kini, Patrick Kluivert kembali memanggil nama-nama tersebut untuk mengisi posisi di pemusatan latihan timnas Indonesia. Hal ini tentunya kembali menimbulkan banyak pertanyaan mengenai pemanggilan nama-nama pemain yang dirasa minim menit bermain. Salah satunya adalah Rafael Struick.
Karakter Bermain Rafael Struick Disinyalir Menjadi Opsi Lini Depan Bagi Patrick Kluivert
Kendati banyak pihak yang mempertanyakan alasan Patrick Kluivert tetap memanggil nama Rafael Struick ke dalam skuad timnas Indonesia. Pelatih yang juga sekaligus mantan legenda timnas Belanda era 1990 hingga 2000-an ini tetap memanggil mantan pemain ADO Den Haag tersebut ke pemusatan latihan.
Namun, jika banyak pihak yang mempertanyakan alasan mengapa Patrick Kluivert tetap memanggil nama Rafael Struick ke timnas Indonesia. Tentunya ada alasan tersendiri dari segi taktikal mengapa pemain yang dikenal dengan julukan “El Klemer” tersebut dipanggil ke skuad timnas Indonesia.
Salah satunya adalah pengalaman bermain di timnas Indonesia. Kendati baru berusia 22 tahun, Rafael Struick sudah mengoleksi 23 penampilan untuk skuad timnas Indonesia senior dengan koleksi 1 gol. Di sisi lain gaya permainannya yang cukup dinamis juga dianggap menjadi sebuah keuntungan dari segi taktikal bagi skuad Indonesia.
Rafael Struick sendiri juga dikenal sebagai pemain yang cukup versatile di lini depan. Kendati dirinya sejatinya merupakan seorang winger, akan tetapi dia bisa dimainkan di banyak posisi di sektor penyerangan. Mulai dari striker, second-striker hingga gelandang serang.
Tentunya memiliki pemain dengan kemampuan versatile ini sendiri merupakan keunggulan tersendiri dalam sebuah tim.
Baca Juga
-
PSSI Naturalisasi Pemain dari Liga Lokal, Bakal Jadi Sebuah Kemunduran?
-
Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru
-
Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?
-
Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN
Artikel Terkait
-
Laga Indonesia vs. Cina: Ketika Mimpi dan Aroma Balas Dendam Menjadi Satu
-
Daftar 28 Pemain China vs Timnas Indonesia! Bawa Rekan Kevin Diks Sambangi Stadion GBK
-
Mempertanyakan Kelayakan Rafael Struick Bela Timnas Indonesia, Statistiknya Patut Dikritisi
-
Marselino Ferdinan: Persimpangan Antara Oxford United atau Klub Belanda
-
Hijrah ke Liga Thailand, Sejatinya Tak Ada yang Salah dengan Keputusan Shayne Pattynama
Hobi
-
Silent Hill Belum Selesai! Konami Mulai Pertimbangkan Game Baru
-
PSSI Naturalisasi Pemain dari Liga Lokal, Bakal Jadi Sebuah Kemunduran?
-
Prediksi Liverpool vs Manchester City: Duel di Tengah Bayang-Bayang Kontroversi
-
Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI
-
Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin
Terkini
-
Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain
-
Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut
-
Percikan Darah di Bunga Karya Arafat Nur: Cinta Tumbuh di Tengah Perang
-
Ulasan Di Kaki Bukit Cibalak: Ketika Kejujuran Berhadapan dengan Kekuasaan
-
Revisi UU Kehutanan Sekadar Tambal Sulam: Siapa yang Sebenarnya Dilindungi?