Perodua Malaysia Masters 2025 telah menyelesaikan seluruh pertandingan babak perempat final pada Jumat (23/5/2025) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya, hasil minor didapatkan oleh Indonesia, dari empat pemain yang turun tanding hanya satu yang raih kemenangan.
Menjadi pembuka laga, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus alami kekalahan kali ini saat menghadapi wakil China, Cheng Xing/Zhang Chi. Tampaknya menjadi satu-satunya wakil ganda campuran yang tersisa menjadi beban tersendiri bagi ganda Pelatnas ini.
Padahal, awal gim Dejan/Fadia bermain sangat bagi dan curi kemenangan dengan skor yang cukup meyakinkan. Namun, harapan menyudahi laga dengan kemenangan justru kandas karena Cheng/Zhang sukses paksakan rubber.
Permainan Dejan/Fadia pun bak kehilangan sentuhan dengan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan. Sudah tertinggal poin sejak awal gim ketiga, peluang menyusul dan membalik keadaan sebenarnya masih diupayakan.
Namun, mentalitas tampaknya belum ada di titik tenang hingga semua upaya berujung pada kehilangan poin demi poin. Setelah bertanding selama 63 menit, Dejan/Fadia harus merelakan laga ini dan menyerah dengan skor 21-12, 20-22, 14-21 di hadapan Cheng/Zhang.
Kondisi yang tidak berbeda juga dialami wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Kekalahan beruntun di empat turnamen sebelumnya ternyata belum cukup memotivasi Putri KW untuk revans dari Han Yue.
Putri KW tampak kewalahan di laga perempat final kali ini hingga harus legawa langkahnya dijegal tunggal putri China tersebut. Putri KW takluk 12-21, 13-21 dari Han Yue dan semakin tertinggal head to head 0-5.
Dua wakil ganda campuran Pelatnas juga alami kegagalan serupa. Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi menyerah di hadapan wakil tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan skor akhir 14-21, 14-21.
Sementara Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti belum bisa curi kemenangan dari Jia Yifan/Zhang Shuxian dan kalah 15-21, 21-15, 15-21. Meski begitu, upaya memaksakan rubber layak diacungi jempol, terlebih setelah Fadia bermain rangkap dan juga terjadi rubber.
Satu-satunya kemenangan yang didapat Indonesia datang dari ganda putri, Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum. Sempat alami debut yang kurang manis di Taipei Open 2025 dan Thailand Open 2025, performa Apri/Febi tampaknya semakin positif.
Di perempat final turnamen Super 500 ini, Apri/Febi menantang unggulan ke-8 asal Taipei, Hsu Yin Hui/Lin Khih Yun. Sempat tertinggal di gim pertama dengan skor ketat, semangat Apri/Febi untuk membalas justru semakin terlihat.
Curi kemenangan di set kedua dan paksakan rubber, Apri/Febi kemudian memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal. Apri/Febi akhirnya menang dari Hsu/Lin dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-9.
Hasil ini sekaligus menjadikan Apri/Febi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal Malaysia Masters 2025. Bahkan pencapaian ini juga menjadi semifinal perdana bagi Apri/Febi di level Super 500.
Namun, ujian konsistensi Apri/Febi belum selesai. Di semifinal pada Sabtu (24/5/2025) nanti, Apri/Febi harus menghadapi laga berat melawan unggulan pertama asal China, Liu Shengshu/Tan Ning.
Bukan laga yang mudah, terlebih Liu/Tan yang saat ini menempati peringkat satu dunia ini merupakan tipe pemain cepat yang kuat dalam penyerangan maupun pertahanan. Harapannya, Apri/Febi bisa raih kemenangan dan melaju ke partai puncak Malaysia Masters 2025.
Match Recap Laga Wakil Indonesia di Perempat Final Malaysia Masters 2025
Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani vs Han Yue (12-21, 13-21)
Ganda Putri
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (14-21, 14-21)
- Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum vs Hsu Yin Hui/Lin Khih Yun (18-21, 21-16, 21-9)
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Jia Yifan/Zhang Shuxian (15-21, 21-15, 15-21)
Ganda Campuran
- Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Cheng Xing/Zhang Chi (21-12, 20-22, 14-21)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukber dan Unggahan Konten di Media Sosial: Silaturahmi atau Ajang FOMO?
-
Ramadan Sebagai Momentum Self-Healing dan Refleksi Diri
-
Ramadan sebagai Reset Button Kehidupan: Momentum Menuju Versi Terbaik Diri
-
Rahasia Kecil antara Aku, Ibu, dan Ramadan
-
Ramadan dan Gaya Hidup Konsumtif: Mengapa Keuangan Jadi Kacau?
Artikel Terkait
-
Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final Malaysia Masters 2025
-
Malaysia Masters 2025: Srikandi Indonesia Unjuk Gigi, Lolos Perempat Final
-
Match Recap Malaysia Masters 2025: Indonesia Loloskan Empat ke Perempat Final
-
Malaysia Masters 2025: Hasil Minor Wakil Tunggal Putra Indonesia
-
Jadwal Laga 9 Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Malaysia Masters 2025
Hobi
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
MotoGP Tes Buriram 2026: Fabio Quartararo Frustrasi dengan Mesin V4 Yamaha
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
Terkini
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Dinamika Emosi Remaja dalam Konflik Cinta dan Keluarga pada Novel Rasa
-
Ramadhan, Tarawih, dan Ujian Konsistensi Iman