Pemain diaspora Indonesia, Calvin Verdonk kembali mendapatkan kepercayaan untuk bergabung ke Timnas Indonesia.
Melalui unggahan akun Instagram @timnasindonesia, pemain yang mendapatkan panggilan kesayangan "si Loopy" dari para penggemar Pasukan Merah Putih tersebut masuk dalam 32 nama pemain yang dipersiapkan oleh Kluivert untuk menjalani dua laga terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China dan Jepang di bulan Juni mendatang.
Dalam pengumuman pemanggilan ke Timnas Indonesia, akun Instagram @timnasindonesia itu mengumumkan, pemain berusia 28 tahun tersebut diproyeksikan untuk mengisi sektor sayap kiri bersama empat pemain lainnya, yakni Shayne Pattynama, Yance Sayuri, Pratama Arhan dan Dean James.
Pemanggilan Calvin Verdonk ke Timnas Indonesia sendiri tentunya bukanlah sebuah hal yang mengejutkan. Pasalnya, jika melihat penampilan pemain yang satu ini, kita akan melihat bahwa sang pemain memiliki tren positif yang cukup menanjak.
Selain bermain secara konsisten di Eredivisie, Calvin juga tengah naik level seiring dengan kepercayaan pelatih NEC Nijmegen mendaulatnya menjadi kapten tim dalam setidaknya tiga pertandingan terakhir di liga.
Sehingga akan sangat mungkin, sektor kiri Timnas Indonesia nantinya akan kembali diserahkan Patrick Kluivert kepada pemain kelahiran 26 April 1997 tersebut.
Calvin Verdonk dan Kans Bertarung Kembali dengan Rekan Setimnya
Kans besar yang didapatkan oleh Verdonk untuk mengisi skuat inti Timnas Indonesia di dua laga terakhir nanti, ternyata juga membuka potensi dirinya bakal bertarung melawan rekan setimnya di Nijmegen.
Sepertimana dilansir laman jfa.jp (23/5/2025), pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu kedapatan memanggil salah satu rekan Verdonk di Nijmegen, Kodai Sano untuk menjalani dua laga sisa babak kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C.
Dalam rilisan tersebut diinformasikan, Hajime Moriyasu memasukkan pemain berusia 21 tahun itu untuk memperkuat sektor gelandang, dan membuat sang pemain berpotensi untuk menjalani debut pertamanya di akhir-akhir babak kualifikasi nanti.
Itu artinya, jika di matchday kesepuluh kualifikasi pada 10 Juni 2025 mendatang Moriyasu memainkan Sano dalam timnya, Verdonk yang terbiasa berkolaborasi dengan sang pemain di Nejmegen, harus berganti mode menjadi non-kolaborator dan bertarung melawan sosok yang terbiasa bahu-membahu dengannya di Eredivisie tersebut.
Sejatinya, bagi Verdonk sendiri, melawan rekan setimnya di NEC Nijmegen bukanlah sebuah hal yang asing lagi saat memperkuat Timnas Indonesia di pentas internasional.
Pasalnya, hal tersebut juga pernah dialami oleh sang pemain ketika Indonesia berjumpa dengan Jepang di putaran pertama babak kualifikasi lalu.
Nejmegen sendiri saat ini memiliki tiga pemain asal Jepang, yakni Sano Kodai, Koki Ogawa dan Keno Shiogai. Dan dari tiga nama yang ada, Verdonk tercatat sudah pernah berjibaku melawan Koki Ogawa.
Dalam catatan laman Transfermarkt, pada pertemuan pertama antara Indonesia melawan Jepang (15/11/2024), Koki Ogawa diplot oleh Moriyasu untuk menjadi pemain utama dalam tim. Meski tak bermain dalam lini yang sejajar, namun selama kurang lebih 79 menit permainan, Verdonk dan Ogawa kerap terlibat dalam duel di laga tersebut.
Namun sayangnya, pada pertemuan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno lalu, Koki Ogawa bersama Timnas Jepang, berhasil membungkus kemenangan dengan skor telak empat gol tanpa balas.
Empat gol Samurai Blue kala itu tercipta melalui gol bunuh diri Justin Hubner di menit ke-35, Takumi Minamino di menit ke-40, Hidemasa Morita di menit ke-49 dan dilengkapi dengan gol dari Yukinari Sugawara di menit ke-69.
Dan kali ini, Verdonk yang kembali bertarung melawan rekan setimnya di Nijmegen, tentunya berpantang untuk kalah. Selain bakal menghadapi tim yang secara kualitas tak lebih baik dari pertemuan pertama lalu, raihan poin yang didapatkan oleh Indonesia nanti akan menjadi sangat berharga karena turut menentukan kelangsungan Indonesia untuk menggapai mimpi bermain di Piala Dunia tahun depan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Melimpah Menit Bermain di Persis Solo, Perlukan Ramadhan Sananta Hijrah ke DPMM?
-
Kevin Diks Comeback, Sektor Sayap Kanan Skuat Garuda Kembali Punya Pemilik Tetap?
-
Profil Dudu Patetuci, Pelatih Timnas Brasil U-17 Calon Lawan Nova Arianto di Piala Dunia U-17
-
Publik Zambia Pede Bisa Tekuk Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
-
3 Bintang Timnas Brasil U-17 yang Bakal Jadi Ancaman Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
Hobi
-
Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Terkini
-
Ular di Warung Ibu
-
Bill Gates dan Obama Mewajibkan Baca Buku Ini! Membedah Rahasia Dominasi Sapiens ala Harari
-
Cara Menghubungi Dosen yang Benar Tanpa Perlu Menjadi Penjahat Waktu
-
Gaya Casual ke Formal Look, 4 Ide Outfit ala Shin Hae Sun yang Super Chic!
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss