Pasukan Garuda terancam tampil pincang di laga krusial melawan China (5/6/2025) di pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga.
Hal ini tak lepas bakal absennya lima pemain yang selama ini selalu menghiasi pemanggilan bahkan andalan dalam setiap pertandingan.
Dalam informasi yang diunggah oleh akun instagram @seasiagoal (31/5/2025), pada pertandingan melawan tim Negeri Tirai Bambu tersebut, Indonesia sudah pasti tak akan diperkuat oleh Sandy Walsh, Eliano Reijnders, Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan dan Maarten Paes.
Duo pemain andalan Timnas Indonesia, Marceng dan Maarten Paes harus menepi karena akumulasi kartu kuning yang mereka dapatkan. Sementara Sandy Walsh, terkonfirmasi mendapatkan cedera setelah memperkuat klubnya, Yokohama F. Marinos di Liga Jepang.
Dua pemain lainnya, yakni Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders, harus absen dengan alasan yang berbeda. Jika Ragnar menepi karena infeksi lulut yang dideritanya semenjak bulan April lalu, Eliano yang juga adik dari Tijjani Reijnders ini melewatkan dua pertandingan krusial itu karena harus menemani istrinya melahirkan, yang mana perhitungan hari lahirnya berada dalam rentangan dua pertandingan kontra China dan Jepang.
Bakal kehilangan lima pemain sekaligus tentunya akan membawa kerugian tersendiri bagi Timnas Indonesia. Terlebih, jika pemain tersebut selama ini menjadi kunci bagi permainan skuat Garuda. Tentunya hal tersebut akan memberikan dampak yang besar bukan terhadap permainan anak asuh Patrick Kluivert nantinya?
Tanpa bermaksud untuk merendahkan jasa para pemain lainnya, kira-kira dari lima pemain yang bakal absedn tersebut, siapa yang memiliki impact paling besar terhadap Timnas Indonesia?
Jawaban dari pertanyaan ini tentunya relatif subyektif, tergantung dari sudut pandang para penggemar Timnas Indonesia. Namun, jika dianalisis lebih mendalam, tentu nama seorang Marselino Ferdinan akan berada di tempat paling tinggi dalam hal merugikan Timnas Indonesia imbas ketidakhadirannya.
Alasannya cukup jelas, karena dua di antara lima nama tersebut, yakni Sandy Walsh dan Eliano Reijnders selama ini dapat dikatakan bukanlah andalan utama dalam permainan tim, baik di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.
Pun demikian dengan Maarten Paes, meskipun pemain ini harus absen, namun sang pelatih sudah mendapatkan pengganti yang sepadan dalam diri Emil Audero Mulyadi.
Sementara Ragnar? Pemain ini memang andalan, namun tak jarang pula dirinya menjadi korban rotasi dari sang pelatih.
Berbeda halnya dengan Marceng. Di usianya yang relatif masih sangat muda, 20 tahun, pemain Oxford United ini sudah menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu pemain yang diandalkan dalam tim.
Pergantian pelatih di tubuh Timnas Indonesia, tak membuatnya tersingkir. Bahkan, semakin membuatnya menyegel tempat di skuat inti.
Kontribusinya terhadap Timnas Indonesia pun dapat dikatakan tak bisa dikatakan sedikit. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga ini pun sinar kebintangannya tak terbantahkan.
Dua golnya saat melawan Arab Saudi, kemudian satu assistnya yang berujung gol ke gawang Bahrain, membuat absennya mantan pemain Persebaya Surabaya ini layak untuk disayangkan oleh para pendukung Timnas Indonesia.
Meskipun terkadang bermain di bawah form, namun fakta yang tak bisa dibantah adalah, permainan penuh percaya diri yang ditunjukkannya di lapangan tak jarang membuat rekan-rekan setimnya terinspirasi sekaligus membuat para pemain lawan terpancing emosi.
Permainan liatnya di lapangan, yang kerap sukar ditebak karena lebih bermain free role, membuat para pemain lawan sulit memprediksikan pergerakannya. Sehingga, pada akhirnya membuat timnya mendapatkan keuntungan dalam laga-laga yang dijalani.
Tapi, sayang sekali ya, pada akhirnya Marceng harus absen di laga melawan China nanti. Kira-kira, siapa yang layak untuk menggantikan pemain yang satu ini?
Baca Juga
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
Artikel Terkait
Hobi
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
Terkini
-
4 Oil Serum Squalane, Rahasia Kulit Plumpy Bebas Kerutan tanpa Nyumbat Pori
-
Pergi Bukan Berarti Gagal: Memilih Diri Sendiri dari Jerat Toxic Relationship
-
Cari Smartwatch G-Shock Termurah? GBD-200SM Punya Warna Unik dan Fitur Lari
-
Saat Perempuan Dipaksa Masuk Standar yang Sama: Cantik Versi Siapa?
-
Kasus SMAN 1 Purwakarta: Berhenti Menggeneralisasi Adab Siswa karena Ulah Oknum