Teka-teki terkait masa depan seorang Jay Idzes belum juga terkuak seratus persen. Silih berganti, klub-klub mapan di pentas Liga Italia mencoba untuk menjalin komunikasi intens dengan pemain belakang berusia 24 tahun tersebut.
Setelah beberapa klub tradisional seperti Inter Milan, Juventus dan Udinese mundur dari perburuan, kini muncullah Fiorentina yang tengah getol untuk mendatangkan Jay Idzes untuk memperkuat klub.
Berbeda dengan klub-klub terdahulu, komunikasi yang dilakukan oleh Jay Idzes dan klub asal kota bunga ini cenderung lebih serius dan fluktuatif. Setelah beberapa hari lalu laman transfermarkt menghitung peluang bergabung dengan Fiorentina berada di angka 68 persen, laman Suara.com (19/6/2025) mengabarkan bahwa persentase bergabungnya Bang Jay ke Florence sudah mencapai angka 79 persen alias menjelang deal.
Namun sayangnya, per tanggal 20 Juni 2025, persentase peluang berpindahnya Jay Idzes ke Fiorentina kembali mengalami penurunan yang cukup drastis, hingga merosot ke angka 51 persen.
Padahal, jika saja Jay Idzes benar-benar bisa bergabung dengan La Viola, maka dirinya bakal memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan para pemain kelas dunia, termasuk di antaranya penjaga gawang David de Gea, yang sempat menjadi kiper utama dan andalan klub tradisional liga Inggris, Manchester United.
Selain penjaga gawang David de Gea, Fiorentina sendiri saat ini juga dihuni oleh belasan pemain yang masih aktif bermain di Timnas negara masing-masing. Menyadur laman transfermarkt, pada musim ini, setidaknya ada 11 pemain yang berstatus sebagai pemain tim nasional, yang tersebar dalam empat benua.
Mereka adalah Albert Gudmundsson dari Islandia, Robin Gosens dari Jerman, Marin Pongracic dari Kroasia, Amir Richardson dari Maroko, Dodo dari Brasil, dan enam pemain dari Italia sekelas Moise Kean, Nicolo Zaniolo, Nicolo Fagioli, Michael Folorunsho, Luca Ranieri dan Pietro Comuzzo.
Namun, di antara barisan pemain internasional tersebut, yang paling menarik tentu saja keberadaan dari seorang David de Gea yang memiliki segudang pengalaman bersama Manchester United dan Timnas Spanyol.
Meskipun saat ini seakan tersisih dari skuat El Matador, namun nama besar seorang De Gea dalam blantika persepakbolaan dunia tentu tak bisa diragukan lagi. Pemilik 45 caps bersama La Furia Roja tersebut menjadi bagian dari kesuksesan Timnas Spanyol U-17 memenangi Piala Eropa U-17 edisi 2007, dan membawa Spanyol U-21 menjadi kampiun Eropa sebanyak dua kali di edisi 2011 dan 2013.
Bukan hanya itu, nama besar De Gea juga terukir dengan pencapaian yang dia lakukan saat memperkuat The Red Devils, Manchester United. Selama kurang lebih 12 musim membersamain tim Iblis Merah, De Gea telah mempersembahkan beragam gelar seperti menjadi juara liga Inggris musim 2012/2013, juara Liga Europa edisi 2016/2017, juara FA Cup edisi 2016, juara Piala Liga Inggris edisi 2017 dan 2023, serta tiga kali gelar Piala Super Inggris di musim 2011/2012, 2013/2014 dan 2016/2017.
Sebuah pencapaian yang sekaligus membuktikan kualitas dari sang pemain, karena pasca hijrah dari Manchester United, posisinya belum mampu tergantikan sepenuhnya oleh kehadiran Andre Onana.
Ibaratnya, pemain mana yang tak ngiler untuk bisa bermain bersama seorang penjaga gawang yang menghiasi perjalanan kariernya dengan rentetan pengalaman dan pencapaian yang begitu mewah seperti itu?
Tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang Jay Idzes dan para pendukung Timnas Indonesia, seandainya komunikasi dengan Fiorentina menemukan titik temu, dan pada akhirnya membuat keduanya bisa saling membahu di sisi lapangan yang sama.
Namun tentunya kita semua harus bersabar, karena melihat dinamikan fluktuasi persentase peluang bergabungnya Jay Idzes ke Fiorentina yang masih belum stabil, kita sepertinya masih perlu menunggu beberapa waktu lagi untuk bisa melihat pelabuhan baru yang akan dituju oleh Bang Jay di musim mendatang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
Artikel Terkait
-
Dirumorkan ke Klub Liga 1, Rafael Struick Justru Balik ke Den Haag
-
3 Klub Belanda yang Cocok untuk Nathan Tjoe-A-On usai Berpisah dengan Swansea City
-
Jelang Ronde Keempat, Skuat Garuda Dihantui Fakta Minor yang Berkaitan dengan Ole Romeny
-
Pemain Timnas Indonesia Beri Hadiah Uang Segepok untuk Sang Istri
-
Pemain Muda Bali United Tertantang Pahami Filosofi Sepak Bola Belanda dari Gerald Vanenburg
Hobi
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
Terkini
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara