Menyongsong pertarungan ronde keempat gelaran babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di bulan Oktober mendatang, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia menyiapkan dua pertandingan uji coba.
Sepertimana yang telah diinformasikan oleh laman Suara.com (6/7/2025), Pasukan Merah Putih bakal bertarung melawan dua negara dari kawasan Timur Tengah, yakni Kuwait dan Lebanon. Dari laman yang sama diinformasikan, dua pertandingan tersebut bakal digelar pada bulan September mendatang dan bertempat di Surabaya.
"Pertandingan jadi digelar September 2025. Insya Allah dua pertandingan itu digelar di Surabaya," terang ketua umum PSSI, Erick Thohir dalam lansiran laman Suara.com.
Dan jika memang benar apa yang direncanakan oleh PSSI ini terealisasi, maka itu berarti untuk dua pertandingan uji coba di bulan September mendatang, Skuat Garuda tak akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang mana selama ini selalu identik dengan pertandingan-pertandingan yang mereka gelar.
Itu berarti pula, keangkeran stadion kebanggaan rakyat Indonesia tersebut akan terus terjaga, setidaknya hingga akhir tahun 2025 ini.
Disadari ataupun tidak, level keangkeran Stadion Utama Gelora Bung Karno sendiri mengalami "upgrade" semenjak akhir babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde kedua. Setelah kekalahan atas Irak (6/6/2024), stadion yang sempat berganti nama menjadi "Stadion Senayan" tersebut telah menggelar 6 laga yang terbagi dalam satu pertandingan ronde kedua kualifikasi melawan Filipina dan 5 pertandingan di kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga.
Hasilnya, dari laga-laga tersebut, Indonesia hanya kalah satu kali saja ketika berhadapan dengan tim kuat Jepang. Pada pertandingan yang berlangsung pada 15 November 2024 tersebut, Indonesia dibabat habis oleh raksasa sepak bola Asia itu dengan skor cukup mencolok, yakni empat gol tanpa balas.
Namun yang membanggakan adalah, hasil minor yang didapatkan oleh Indonesia atas Jepang tersebut menjadi satu-satunya kekalahan yang mereka dapatkan di SUGBK, setidaknya hingga saat ini. Pasalnya, di laga-laga lainnya melawan Australia, China, Bahrain dan Arab Saudi, Indonesia tak sekalipun menelan kekalahan.
Di laga melawan tim langganan Piala Dunia sekelas Australia, Pasukan Garuda berhasil menahan imbang tanpa gol tim tamu. Sementara di tiga laga lainnya, mereka mampu menekuk sang lawan dengan masing-masing 1 gol bagi China dan Bahrain, serta 2 gol untuk tim sekelas Arab Saudi.
Yang patut menjadi catatan di sini adalah, tim-tim yang tak mampu meraih kemenangan atas Indonesia tersebut bukanlah tim yang biasa-biasa saja dalam persepakbolaan benua Asia.
Jika selama ini SUGBK menjadi sebuah tempat yang angker bagi negara-negara yang berasal dari kawasan Asia Tenggara saja, namun semenjak tahun 2024 hingga 2025 ini, keangkeran tersebut meningkat dan menyasar tim-tim kualitas pertengahan di persepakbolaan benua kuning atau bahkan di kelas utama di benua ini.
Dengan bakal digelarnya dua pertandingan FIFA matchday bulan September mendatang di Surabaya dan bertempat di Stadion Gelora Bung Tomo, maka sudah pasti, jikapun nanti Pasukan Merah Putih menelan kekalahan, namun hal tersebut tak akan mengurangi level keangkeran dari Stadion Utama Gelora Bung Karno yang sudah menginjak next level semenjak pertengahan tahun 2024 lalu.
Setidaknya, hingga akhir tahun 2025 ini, keangkeran SUGBK akan tetap bertahan, mengingat di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde keempat mendatang, Indonesia tak akan bermain di kandang kebanggaannya tersebut, mengingat keputusan dari AFC beberapa waktu lalu yang telah menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai dua tuan rumah tahapan kualifikasi lanjutan zona Asia.
Jadi, sepertinya dengan menggelar pertandingan uji coba di Surabaya, juga turut membuat level keangkeran markas besar Timnas Indonesia tersebut tetap terjaga dengan baik hingga 2026 mendatang ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Eks Petinggi AFF Ramal Timnas Indonesia: Suatu Hari Tidak Ada Pemain Keturunan yang Mau Datang
-
4 Pemain Timnas Indonesia Mungkin Dicoret Patrick Kluivert untuk Ronde 4, Semua Kesayangan STY
-
Jauh dari Sorotan, Asanawi Mangkualam Punya Statistik Ganas Bareng Port FC Musim Ini
-
Misi Terselubung Didikan STY Bersama Pasukan Gerald Vanenburg di AFF U-23 2025
-
Mauro Zijlstra Datang, Timnas Senior dan U-23 Duetkan Striker Naturalisasi
Hobi
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Terkini
-
Gaji UMR Kediri, Selera Senopati: Ketika Gengsi Jadi Kendaraan Menuju Kebangkrutan
-
Di Balik Angka UMR: Ada Cerita Perjuangan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
-
Review Nine Puzzles: Alasan Penggemar Drama Misteri Wajib Nonton Ini
-
Honkai: Star Rail Rilis Trailer Animasi Bersama MAPPA, Picu Spekulasi Anime