Bek tengah berdarah Spanyol milik Timnas Indonesia, Jordi Amat akhirnya memilih untuk meneruskan karier sepak bola profesionalnya di tanah leluhur. Sepertimana telah dikonfirmasi, pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut memilih untuk bergabung bersama tim Macan Kemayoran, Persija Jakarta setelah tak lagi menjalin kesepakatan dengan klub Malaysia, Johor Darul Takzim.
Menyadur laman transfermarkt, secara resmi pemain bernama lengkap Jordi Amat Maas tersebut berpindah ke Persija per tanggal 5 Juli 2025, dan akan terus membersamai tim asal ibu kota Indonesia tersebut selama dua musim hingga 31 Mei 2027 mendatang.
Bergabungnya Jordi Amat ke Persija Jakarta, tentu saja secara langsung akan menambah kokoh posisi jantung pertahanan tim. Pasalnya, selain bertambah kekuatan dengan kedatangan eks pemain Swansea City tersebut di musim ini, Persija Jakarta sendiri memiliki stok pemain bertahan yang cukup mewah untuk tim di Liga Indonesia.
Saat ini, setidaknya tim pemilik 11 gelar Liga Indonesia berbagai era tersebut memiliki dua palang pintu berkualitas dalam diri Hansamu Yama Pranata, dan tentu saja Rizky Ridho.
Untuk Hansamu Yama, tentu saja pencinta sepak bola nasional masih ingat dengan keliatannya saat memperkuat tim usia muda dan juga Timnas senior di era Alfred Riedl. Sementara untuk Rizky Ridho, sudah pasti semuanya akan sepakat bahwa pemain yang satu ini adalah salah satu bek terbaik milik Indonesia, dan memiliki kualitas yang setara dengan bek-bek naturalisasi di tubuh Timnas.
Dengan label penggawa garuda yang dimiliki oleh Rizky Ridho dan juga Jordi Amat, maka nantinya di tubuh Macan Kemayoran akan ada duet Timnas di lini belakang Persija Jakarta. Lantas, apakah dengan diisi oleh dua pemain belakang Timnas Indonesia, Persija Jakarta akan lebih solid?
Namun yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa solid mereka dalam bermain bersama? Sebuah pertanyaan yang sejatinya cukup untuk membuat rasa penasaran muncul bukan?
Sejatinya, statistik yang dicatatkan oleh Rizky Ridho dan Jordi Amat saat bermain bersama di Timnas Indonesia tidaklah terlalu mentereng. Bahkan, jika kita melihatnya dengan lebih spesifik, Pasukan Merah Putih justru lebih sering mendapatkan hasil minor ketika dua pemain yang kini menjadi milik Persija Jakarta tersebut dimainkan secara bersamaan.
Menyadur laman data transfermarkt, semenjak melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia senior pada 23 Desember 2023 lalu, Jordi Amat telah mencatatkan 18 caps bersama Pasukan Merah Putih dan menyumbangkan satu gol.
Dari 18 pertandingan itu, 12 laga di antaranya dia mainkan bersama Rizky Ridho, baik itu bermain dengan waktu bersamaan, atau salah satu dari mereka masuk sebagai pemain pengganti.
Dan hasil yang mereka dapatkan pun dapat dikatakan jauh dari kata ideal, dan lebih sering berupa kekalahan. Pasalnya, dari 12 laga Timnas Indonesia dengan Rizky Ridho beserta Jordi Amat di dalamnya, Pasukan Garuda hanya bisa meraih 1 kemenangan, 3 kali hasil imbang, dan menelan 8 kali kekalahan.
Sebuah catatan yang tentunya sangat minor, karena jika dirasio, maka kadar kemenangan Pasukan Merah Putih bersama Rizky Ridho dan Jordi Amat tak lebih dari 10 persen saja. Berbanding terbalik dengan kekalahan yang mereka dapatkan, di mana rasionya bisa mencapai lebih dari 66 persen secara keseluruhan.
Lantas, apakah hal ini akan membuat duet Timnas di tubuh Persija Jakarta ini akan rapuh dan mudah ditembus? Tentu saja tidak!
Selain karena tim-tim yang akan dihadapi di gelaran Super League nanti tak akan sekualitas dengan timnas negara lain yang telah mereka hadapi di pentas sepak bola internasional, faktor chemistry antara Ridho dan Jordi yang lebih sering bertemu juga pasti akan membantu mereka meningkatkan kesolidan dalam bermain.
Sehingga, meskipun secara rasio kemenangan yang mereka berikan ke Timnas Indonesia masih berada di bawah 10 persen, namun hal itu tak lantas membuat mereka akan mudah untuk ditembus oleh para pemain lawan di liga nanti.
Bahkan, jika keduanya bermain apik sepertimana saat berduet di Timnas Indonesia, duet Rizky Ridho dan Jordi Amat di Persija Jakarta musim depan memiliki potensi yang besar untuk bisa menjadi duet bek terbaik di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia nanti.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Artikel Terkait
-
Ratusan Personel Jaga Ketat Piala AFF U-23 di GBK, Polisi: Suporter Dilarang Bawa Petasan dan Miras!
-
Isyarat Jens Raven Digeser Mauro Zijlstra, Gerald Vanenburg Bilang Begini
-
Lawan Brunei di Laga Pembuka Piala AFF, Tak Ubahnya Laga Uji Coba dan Pemantapan bagi Timnas U-23
-
Lama Hilang, Elkan Baggott Ternyata Jadi Pemain Keturunan Paling Konsisten dan Loyal di Liga Inggris
-
Here We Go! Eks Anak Buah Shin Tae-yong Gabung Tim Promosi Super League
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?