Sebuah reuni kecil-kecilan bakal terjadi di partai puncak gelaran Piala AFF U-23 edisi 2025, Selasa (29/7/2025). Pemain belakang Timnas Indonesia, Kakang Rudianto bakal kembali bersua dengan mantan pelatihnya, Kim Sang-sik yang kini beralih status mendampingi Timnas Vietnam U-23.
Sepertimana diketahui bersama, baik Kakang Rudianto maupun Kim Sang-sik, pernah bekerja sama dalam satu tim saat keduanya menjadi bagian dari tim ASEAN All Stars yang diproyeksikan oleh AFF untuk menyambut kedatangan tim tradisional asal Inggris, Manchester United pada bulan Mei 2025 kemarin.
Kala itu, Kakang Rudianto menjadi pemain yang mewakili Indonesia, sementara Kim Sang-sik jauh-jauh hari sudah ditetapkan oleh AFF selaku induk sepak bola Asia Tenggara sebagai pelatih untuk tim yang berisikan para pemain bintang dari kawasan ASEAN tersebut.
Sejatinya, Kakang Rudianto bukanlah satu-satunya pemain asal Indonesia yang bergabung dengan tim ASEAN All Stars dan merasakan tangan dingin kepelatihan Kim Sang-sik meskipun dengan masa yang singkat. Selain Kakang, masih ada nama Malik Risaldi yang juga menjadi representasi Indonesia di laga yang bergulir di Kuala Lumpur, Malaysia saat itu.
Namun, karena Malik Risaldi sudah terhitung senior dan tak masuk dalam Timnas Indonesia U-23, maka untuk kali ini reuni kecil-kecilan antara pemain dan eks pelatihnya tersebut akan diwakili oleh Kakang Rudianto seorang.
Reuni yang Berbeda Kepentingan
Namun demikian, meskipun terjadi reuni yang mempertemukan antara Kakang Rudianto dengan pelatih Kim Sang-sik, namun kedua sosok ini akan berjuang demi dua kepentingan yang berbeda.
Bagi Kakang Rudianto, bertarung maksimal di laga puncak demi memenangi pertarungan melawan Vietnam yang dilatih oleh eks pelatihnya di tim ASEAN All Stars adalah sebuah keniscayaan karena berkaitan dengan harga diri dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa.
Pun demikian halnya dengan Kim Sang-sik. Meskipun dirinya berkewarganegaraan Korea Selatan, namun karena posisinya sebagai pelatih Timnas Vietnam yang dibayar secara profesional, membawa kemenangan anak asuhnya adalah sebuah target yang tentunya tak bisa lagi ditawar-tawar.
Terlebih lagi, dengan mengantarkan Vietnam meraup kemenangan atas Indonesia di partai final Piala AFF U-23 kali ini, akan membuat Pasukan Nguyen tersebut semakin menjaga jarak dari kejaran Indonesia dalam hal koleksi gelar juara. Pasalnya, jika Kim Sang-sik mampu membawa Vietnam menjadi kampiun kejuaraan, maka The Golden Star Warriors akan memiliki koleksi tiga gelar juara di ajang ini, dan semakin menyisihkan Indonesia serta Thailand yang baru mengoleksi masing-masing satu titel juara saja.
Kakang Rudianto dan Penampilan Impresifnya di Tim ASEAN All Stars
Meskipun terbilang singkat, namun polesan tangan dingin dari pelatih Kim Sang-sik kepada Kakang Rudianto sempat membuat para penggemar sepak bola Indonesia terkagum-kagum dengan penampilannya bersama tim ASEAN All Stars.
Pasalnya, Kakang dan Malik Risaldi yang sejatinya adalah pemain pengganti dari Asnawi Mangkualam Bahar serta Muhammad Ferarri yang urung tampil di laga ekshibisi tersebut, berhasil menunjukkan permainan yang cukup solid di lini pertahanan tim ASEAN All Stars.
Berdasarkan laman match report yang ada, pada pertandingan antara Manchester United melawan tim ASEAN All Stars tersebut, Kakang Rudianto dimasukkan oleh pelatih Kim Sang-sik pada menit ke-68 dengan menggantikan Irfan Fandi.
Meskipun mendapatkan menit bermain yang minim, Kakang Rudianto bermain cukup tenang dan apik serta melakukan beberapa keputusan penting. Seperti misal dilansir laman Suara.com (29/5/2025), pemain berusia 22 tahun tersebut sempat membuak blocking penting saat menggagalkan peluang emas pemain MU Chido Obi di menit ke-79.
Tentu semua itu dilakukan bukan hanya karena Kakang memiliki kualitas yang mumpuni, namun juga karena adanya instruksi dari sang pelatih, Kim Sang-sik yang mengatur jalannya permainan tim.
Kita harapkan, semoga saja reuni kecil-kecilan yang terjadi antara Kakang Rudianto dan Kim Sang-sik di partai final Piala AFF U-23 nantinya berpihak kepada Pasukan Muda Merah Putih ya!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Final Piala AFF U-23: 3 Kekuatan Timnas Vietnam yang Wajib Diwaspadai Skuat Garuda Muda
-
Final Piala AFF U-23 2025: Adu Filosofi Sepak Bola Gerald Vanenburg vs Kim Sang-sik
-
Pemain Keturunan Jakarta Ikut Pesta Gol Bareng Mauro Zijlstra, Tertarik Bela Timnas Indonesia
-
Asal Usul Fortuna Sittard Klub Baru Justin Hubner, Ternyata Gabungan dari 2 Klub Langganan Juara
-
Gak Ketinggian? Ramalan Gibran Hasil Timnas Indonesia vs Vietnam U-23
Hobi
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
Terkini
-
5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
-
Dari Viral Culture ke Real-Life Culture: Eranya Gen Z Cari Pengalaman Nyata
-
Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung
-
Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori
-
Mengapa Bahasa Pakar Bikin Politisi Meradang? Menjembatani Sains-Populisme