Honda akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah beberapa musim terpuruk di pentas MotoGP. Sejak era kejayaan terakhir yang ditutup dengan gelar juara dunia Marc Marquez pada 2019, pabrikan asal Jepang ini kesulitan untuk kembali ke barisan depan.
Rentetan musim yang diwarnai hasil kurang memuaskan, pengembangan motor yang stagnan, hingga kehilangan pembalap andalan, membuat Honda seolah kehilangan arah dalam persaingan yang semakin ketat. Namun, kini harapan baru muncul setelah mereka merekrut salah satu nama besar di dunia pengembangan motor balap, yakni Romano Albesiano.
Kehadiran Albesiano di posisi direktur teknis membawa angin segar bagi Honda. Pria yang sebelumnya menjadi tokoh penting di balik kemajuan pesat Aprilia ini dikenal sebagai ahli dalam hal aerodinamika, sebuah aspek vital dalam dunia MotoGP modern yang selama ini kurang mendapat perhatian serius dari Honda.
Albesiano bukan sekadar insinyur biasa, ia adalah sosok yang mampu membaca arah pengembangan motor berdasarkan kebutuhan zaman, dan kontribusinya di Aprilia membuktikan hal itu. Melalui pendekatan yang efektif, ia mampu membuat Aprilia menjadi penantang yang cukup tangguh dalam beberapa musim terakhir.
Seperti yang kita tahu, bagaimana pabrikan asal Noale itu dulu sangat kesulitan untuk bisa finis di 10 besar, kehadiran mereka di MotoGP seolah hanya sebagai pelengkap saja. Namun, dalam beberapa waktu terakhir mereka berhasil unjuk gigi.
Tahun lalu finis di urutan kedua klasemen konstruktor, dan tampaknya akan berlanjut tahun ini, apalagi mereka memiliki dua pembalap yang kompetitif, yakni Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Saat ini, tokoh dibalik kemajuan itu dipercaya untuk mengembalikan Honda ke jalur kemenangan. Dalam evaluasi awalnya, Albesiano menyampaikan bahwa salah satu akar permasalahan yang dihadapi Honda selama ini adalah keterlambatan dalam memahami dan mengembangkan sektor aerodinamika.
Di saat pabrikan lain berlomba-lomba menciptakan dan mengembangkan teknologi ini, Honda justru tertinggal dan baru mulai serius mempelajarinya beberapa waktu belakangan.
"Area sepeda motor ini sama sekali tidak diperhitungan, pengetahuan tentang gaya yang bekerja pada sepeda motor sama sekali tidak ada," kata Albesiano, dilansir dari laman MotoGP News.
Penunjukan Albesiano tak hanya penting untuk perbaikan jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang Honda menyongsong perubahan besar yang akan terjadi pada 2027.
Di tahun tersebut, MotoGP akan memasuki era regulasi baru, termasuk pengurangan kapasitas mesin dan perubahan pemasok ban. Honda tentu tak ingin kembali menjadi pihak yang terlambat beradaptasi.
Oleh karena itu, keberadaan Albesiano di tim teknis sejak sekarang diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat untuk menghadapi perubahan tersebut dengan percaya diri.
Musim ini memang belum menunjukkan lonjakan signifikan dalam klasemen, namun ada secercah harapan. Dari 12 balapan yang telah digelar sejauh ini, Honda berhasil mengumpulkan 84 poin, angka yang memang belum ideal, tetapi menunjukkan peningkatan dibandingkan musim sebelumnya.
Momen terbaik mereka datang di Grand Prix Prancis, ketika Johann Zarco dari tim satelit LCR Honda berhasil meraih kemenangan. Ini menjadi podium tertinggi pertama Honda sejak kemenangan Alex Rins di Amerika 2 tahun lalu, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi RC213V belum sepenuhnya hilang.
Kemenangan mungkin masih datang dan pergi, tapi cukup untuk membangkitkan semangat tim bahwa kebangkitan bukan sekadar impian kosong. Dengan pengalaman dan visi Albesiano, Honda kini memiliki figur yang tepat untuk membimbing tim menuju arah yang lebih kompetitif.
Tantangan ke depan memang tak mudah, tapi dengan fondasi baru yang tengah dibangun, tak mustahil Honda akan kembali menjadi raksasa yang ditakuti di MotoGP.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
-
Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Dramatis
-
Dapat Tawaran Kemitraan dari Aprilia, VR46 Racing Tetap Pilih Ducati
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
Artikel Terkait
-
Tak Terkalahakan, Kapan Marc Marquez Bisa Samai Rekor Valentino Rossi?
-
Tantangan, Apakah Ducati Bisa Pertahankan Dominasi di Era Baru MotoGP 2027?
-
Kehebatan Marc Marquez Dibongkar Gresini Racing, Alex Ikut Dapat 'Berkah'
-
Baru Tampil Sekali Musim Ini, Jorge Martin Langsung Targetkan Kemenangan
-
Terlihat Sepele, Pembalap MotoGP Wajib Pakai Penyumbat Telinga Khusus
Hobi
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
-
FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
Terkini
-
Ramadan Berlalu, Lebaran Usai: Bagaimana Merawat Makna Fitri di Tengah Kesibukan Sehari-hari
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Jeno NCT Mendadak Hapus Selfie: Mata Elang Netizen Temukan Vape?
-
Jebakan 'Aji Mumpung' Lebaran: Saat Harga Ikan Bakar Setara Fine Dining