Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjalani babak baru dalam perjalanan karier pelatih profesionalnya. Di tengah dua amanat yang diembannya sebagai Wakil Presiden Induk Sepak Bola Korea selatan dan Direktur Teknik klub Seongnam FC, pelatih yang membawa banyak pencapaian bersama Pasukan Merah Putih tersebut kini resmi mengikat kontrak dengan salah satu klub raksasa sepak bola di Negeri Ginseng, Ulsan Hyundai.
Dilansir laman Suara.com (5/8/2025), pihak klub melalui akun instagram resmi mereka, menyampaikan sambutan hangat kepada pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 melaju ke semifinal gelaran Piala Asia U-23 edisi tahun lalu tersebut.
“Selamat datang Shin Tae-yong. Ulsan HD, menunjuk Shin Tae-yong sebagai komandan ke-13!” tulis Suara.com menyadur unggahan resmi akun instagram klub milik raksasa otomotif Korea Selatan tersebut.
Tanggal peresmian Shin Tae-yong sebagai pelatih Ulsan Hyundai tersebut tentunya sejalan dengan data yang tertera di laman transfermarkt.com. Pasalnya, pada data yang tertulis di laman tersebut, Shin Tae-yong mulai aktif tercatat sebagai pelatih dari Ulsan Hyundai per tanggal 5 Agustus 2025, yang mana tanggal tersebut sesuai dengan waktu pengumuman yang dilakukan oleh pihak klub.
Misi Penyelamatan Langsung Dipanggul Eks Pelatih Timnas Indonesia
Uniknya, pasca menyetujui untuk menjadi pelatih di klub Ulsa Hyundai, eks pelatih Timnas Indonesia tersebut dihadapkan dengan kondisi yang sama sekali berbeda dengan kondi klub di era-era sebelumnya.
Jika pada periode sebelumnya pergantian pelatih di kubu Ulsan Hyundai berorientasi pada perburuan gelar juara, maka tidak demikian halnya dengan yang dialami oleh Shin Tae-yong saat ini bersama Ulsan.
Reputasi Ulsan Hyundai sebagai klub besar dan sarat dengan sejarah di persepakbolaan Korea Selatan, sama sekali tak terlihat di musim ini. Alih-alih bertarung untuk memburu gelar juara, yang ada, mereka justru harus berjuang keras agar posisi yang mereka tempati saat ini tak mengalami penurunan di akhir kompetisi.
Menyadur data dari laman tv.kleague.com, Ulsan Hyundai saat ini berada di posisi ketujuh tabel klasemen Liga 1 Korea Selatan. Dari 24 pertandingan yang telah dijalani, Ulsan baru mengemas 31 poin, dan terpaut 23 poin dari Jeonbuk Hyundai yang berada di pemuncak tabel klasemen.
Ironisnya, meskipun berada di posisi ketujuh klasemen akhir, namun kans Ulsan Hyundai untuk terdegradasi ke kasta yang lebih rendah musim mendatang juga terbuka lebar. Pasalnya, dalam sistem kompetisi persepakbolaan Korea Selatan, mereka menganut pembagian para kontestan menjadi dua kelompok besar untuk menjalani kompetisi lanjutan.
Dari 12 kontestan Liga 1 Korea Selatan, enam tim yang menghuni posisi teratas akan saling bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Mereka akan bertarung sebanyak lima kali, di mana peraih poin tertinggi berhak untuk menyandang gelar juara domestik.
Sementara sisanya, yakni tim yang menduduki peringkat ketujuh hingga ke-12, nantinya juga akan saling bertemu dalam skema round-robin, yang mana tim dengan peringkat terburuk, akan langsung terdegradasi dan tim dengan peringkat ke-11 akan menjalani laga play-off melawan runner-up K-2 League.
Dan hal inilah yang menjadi tugas besar bagi Shin Tae-yong bersama Ulsan Hyundai. Dengan posisi klub yang saat ini masih berada di peringkat ketujuh liga, dan sembilan pertandingan tersisa di pentas kompetisi domestik, maka mau tak mau eks pelatih Timnas Indonesia tersebut harus berpikir keras untuk bisa setidaknya membawa Ulsan mentas dari separuh bawah tabel klasemen.
Karena jika masih terus berada di peringkat ketujuh atau bahkan turun lagi, maka kans untuk terpeleset dalam skema pertarungan enam tim terbawah liga juga terbuka cukup lebar.
Kita doakan semoga saja coach Shin bisa mengemban misi penyelamatan Ulsan Hyundai dengan sukses sepertimana yang pernah dilakukannya dalam menyelamatkan wajah persepakbolaan Indonesia beberapa waktu lalu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
PSSI Usir Shin Tae-yong, Vietnam Raup Keuntungan
-
Pemain Arab Saudi Cetak Sejarah Jelang Hadapi Timnas Indonesia
-
Latih Ulsan Hyundai, STY Kembali Bernostalgia dengan Momen Satu Dekade yang Lampau
-
Timnas Indonesia Disinggung, Media Malaysia Pamer Negaranya Banyak Tawaran Uji Coba
-
Statistik Tak Bohong! Miliano Jonathans Calon Mesin Gol Baru Timnas Indonesia
Hobi
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu