Borneo FC Samarinda mengawali kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang sangat positif. Tim berjuluk Pesut Etam ini sukses menekuk Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor tipis 1-0 pada laga yang berlangsung di Stadion Segiri.
Gol tunggal kemenangan Borneo FC dicetak oleh Mariano Peralta pada menit ke-66. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik di lini tengah melalui kaki Kei Hirose yang menjadi aktor penting berkat assist briliannya.
Performa impresif Kei Hirose di laga ini tidak hanya mengantar tim meraih tiga poin, tetapi juga membuatnya diganjar gelar OPPO Player of The Match. Usai laga, ia menyampaikan rasa syukurnya atas hasil maksimal yang diraih tim.
“Sejak awal pertandingan saya tahu bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit untuk kami, meskipun ini adalah pertandingan kandang,” bebernya dalam sesi wawancara yang diungkap ileague.id, Selasa (12/8/2025).
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya bukan pada penghargaan individu, melainkan hasil akhir pertandingan.
“Ya, kami bisa memenangkan pertandingan melawan Bhayangkara FC 1-0 dan saya sangat senang. Sebenarnya saya tidak fokus ke Player of The Match. Saya hanya fokus untuk menang. Itu sudah cukup bagi saya,” lanjutnya.
Kemenangan ini memberi Borneo FC tiga poin penuh dan menjadi awal yang manis untuk mengarungi kompetisi musim ini. Bhayangkara FC yang tampil cukup ngotot sepanjang laga tidak mampu mencetak gol berkat performa solid lini pertahanan serta beberapa penyelamatan gemilang dari kiper Nadeo Argawinata.
Dengan hasil ini, Borneo FC sempat memimpin klasemen sementara Super League 2025/2026 setelah pertandingan pertama. Posisi tersebut menjadi modal penting dalam persaingan mereka di papan atas musim ini.
Meski menang, Kei Hirose mengingatkan timnya untuk tetap menjaga fokus dan konsistensi. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini baru langkah awal dari perjalanan panjang musim ini.
Menurutnya, skuad Pesut Etam harus konsisten untuk menang. Dan di pertendingan pembuka kemarin, mereka telah melakukan pertandingan yang bagus.
Kemenangan di Laga Perdana Katrol Kepercayaan Diri Pemain Borneo FC
Secara psikologis, kemenangan di laga pembuka memberi dampak besar pada kepercayaan diri para pemain Borneo FC. Keberhasilan mengalahkan Bhayangkara FC memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen sementara.
Tak hanya itu, kemenangan ini juga memperbaiki peluang Borneo FC dalam memperebutkan posisi tinggi hingga akhir kompetisi. Pelatih Fabio Lefundes dan tim pelatih pun mengevaluasi beberapa aspek penting dari laga tersebut untuk dijadikan bekal menghadapi laga-laga selanjutnya.
Beberapa hal penting yang akan dijadikan fokus oleh Borneo FC di pekan kedua melawan PSBS Biak antara lain adalah penguasaan bola. Di laga pertama, dominasi penguasaan bola terbukti mampu mengontrol ritme permainan dan mengurangi ancaman dari lawan.
Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga jadi perhatian. Pelatih meminta pemain agar lebih klinis dalam menuntaskan peluang, khususnya di babak kedua yang kerap menjadi momen penentu hasil akhir.
Kolektivitas tim dan konsistensi permainan antar pemain juga menjadi kunci penting. Kerja sama solid di semua lini harus dijaga agar performa tim tetap stabil sepanjang musim.
Dari segi pertahanan, strategi penguasaan bola dari bawah, menahan bola panjang lawan, dan merebut bola kedua akan diutamakan. Ini penting mengingat PSBS Biak dikenal dengan gaya bermain fisik dan direct pass.
Kemenangan tipis 1-0 atas Bhayangkara FC bukan hanya tentang raihan tiga poin, tetapi juga menjadi cerminan kesiapan Borneo FC dalam menghadapi tantangan panjang di BRI Super League 2025/2026. Fokus pada konsistensi, seperti ditekankan Kei Hirose, bisa menjadi kunci utama Pesut Etam bersaing di papan atas musim ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
-
In This Economy, Tak Termakan Provokasi dan Propaganda Adalah Berkah?
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
Artikel Terkait
-
Blak-blakan! Yakob Sayuri Bongkar Kunci Kemenangan Malut United
-
BRI Super League: Hendri Susilo Soroti Profesionalisme Ciro Alves, Ada Apa?
-
Target Eduardo Almeida, Semen Padang Tak Boleh Ulangi Derita Musim Lalu
-
Gabung Persis Solo, Gervane Kastaneer Sempat Diskusi Bareng Jordy Tutuarima
-
BRI Super League: Ong Kim Swee Puji Performa Persik Kediri di Laga Perdana
Hobi
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu