Persis Solo kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad kompetitif untuk musim 2025/2026. Kali ini, klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu resmi mendatangkan Gervane Kastaneer, pemain asal Curacao yang sebelumnya memperkuat Persib Bandung.
Pemain kelahiran Rotterdam, 9 Juni 1996 tersebut akan menambah daya gedur lini serang Persis Solo hingga akhir musim 2025/2026. Kastaneer dikenal sebagai sosok serbabisa yang mampu bermain di posisi striker maupun gelandang sayap.
Sebelum bergabung dengan Persis, Kastaneer tercatat sebagai bagian dari skuad Persib Bandung yang sukses merebut gelar juara Liga 1 2024/2025. Di paruh musim bersama Pangeran Biru, ia tampil dalam 14 pertandingan, mencetak satu gol, dan menyumbang satu assist.
Pemain jebolan akademi SC Feyenoord ini juga pernah mencicipi berbagai kompetisi Eropa bersama klub-klub seperti PEC Zwolle, ADO Den Haag, NAC Breda, CD Castellon, FC Dordrecht, hingga Coventry City dan Hearts. Ia pernah mengantar Coventry menjuarai League One Inggris musim 2019/2020 dan Hearts menjuarai Scottish Championship 2020/2021.
Tak hanya itu, Kastaneer juga punya pengalaman bersama Tim Nasional Curacao dengan torehan 22 caps dan 9 gol. Ia mengaku senang bisa kembali bermain di Indonesia dan bergabung dengan Persis Solo.
"Saya dan keluarga sangat menikmati berada di Indonesia. Saya menyukai kompetisinya. Di sini adalah kompetisi yang sangat bagus dan menurut saya, musim ini akan semakin kuat," ujar Kastaneer seperti dikutip dari laman resmi klub, persissolo.id pada Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut, pesepak bola bertinggi 189 cm ini menyampaikan bahwa keputusannya bergabung dengan Persis Solo sudah ia pikirkan sejak memperkuat Timnas Curacao. Ia merasa kompetisi Indonesia memberinya tantangan sekaligus semangat untuk terus berkembang.
"Ketika saya pergi memperkuat Tim Nasional Curacao, pikiran saya sudah tertuju untuk bermain bagi Persis Solo karena saya ingin bermain di Indonesia," ungkapnya lagi.
Menariknya, proses adaptasi Kastaneer di tim barunya ini turut dipermudah oleh kehadiran sosok Jordy Tutuarima. Keduanya pernah bermain bersama di PEC Zwolle, dan chemistry yang telah terbangun sejak lama membuat komunikasi antar pemain menjadi lebih cair.
Ia menjelaskan, "Saya juga sudah pernah bermain dengan Jordy Tutuarima di PEC Zwolle, jadi saya mengenalnya dengan baik. Kami bahkan pernah menjadi juara bersama di tim tersebut."
Keduanya telah berdiskusi langsung dengan Tutuarima mengenai gaya bermain dan ekspektasi pelatih di Laskar Sambernyawa.
Tak hanya itu, ia juga merasa tidak perlu banyak beradaptasi lagi di Liga Indonesia. Selain faktor personal dan pengalaman, adaptasi Kastaneer juga didukung oleh pemahamannya terhadap gaya bermain yang keras dan fisikal di Liga 1 Indonesia.
Meskipun karakter permainan Persib dan Persis memiliki perbedaan, ia menilai atmosfer kompetisi di kedua tim tetap menantang dan fanatisme suporter menjadi hal yang menginspirasi.
Perbedaan ini lebih terasa pada karakter tim dan atmosfer pertandingan, bukan kualitas permainan. Hal tersebut justru membuat Kastaneer merasa lebih siap dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya di Solo.
Saksikan Laga Perdana Persis Solo, Gervane Kastaneer Makin Termotivasi
Kedatangan Kastaneer ke Persis Solo juga diliputi semangat dan antusiasme yang tinggi. Ia mengaku sangat termotivasi setelah menyaksikan laga perdana tim barunya di awal musim ini.
Menurut Kastaneer, permainan Persis Solo di laga pembuka menunjukkan energi luar biasa dan kualitas yang membuatnya makin tak sabar untuk segera bergabung dalam pertandingan.
"Saya melihat pertandingan pertama Persis, dan para pemain menunjukkan energi yang luar biasa dan bermain sangat baik. Itu justru memotivasi saya bermain lebih baik lagi,” tambahnya.
Saat ini, ia hanya ingin fokus untuk segera tampil, membantu tim, dan memperjuangkan setiap pertandingan bersama skuad Laskar Sambernyawa.
Gervane Kastaneer datang ke Persis Solo dengan bekal pengalaman yang kaya, baik di Eropa maupun Liga Indonesia. Adaptasi yang dibantu oleh kehadiran Jordy Tutuarima, serta pengalamannya bersama Persib Bandung menjadi modal penting untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Sekarang harapan besar disematkan pada sosok Kastaneer untuk membawa Persis Solo meraih prestasi lebih baik di musim 2025/2026.
Baca Juga
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
Artikel Terkait
-
Pemain Keturunan Minta Dukungan Fans Indonesia Tengah Pekan Ini, Ada Apa?
-
BRI Super League: Ong Kim Swee Puji Performa Persik Kediri di Laga Perdana
-
BRI Super League: Victor Luiz Tegakkan Kepala, Ajak PSM Makassar Bangkit!
-
Marc Klok Bongkar Rahasia Dapur Persib Usai Libas Semen Padang
-
JIS Layak Jadi Markas Timnas Indonesia? Jordi Amat Ungkap Syarat Wajib!
Hobi
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
Terkini
-
Taeyong dan Haechan NCT Sumbang Lagu Duet di OST Drama Mad Concrete Dreams
-
Menghindari 'Lautan Manusia': Strategi Liburan Lebaran Tanpa Emosi
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila
-
Review Film Dhurandhar: The Revenge, Sebuah Penutup Dwilogi yang Intens
-
Bye Rambut Singa! 5 Conditioner Ampuh untuk Rambut Kering dan Mengembang