Persik Kediri membuka musim BRI Super League 2025/2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, pada Minggu (10/8/2025). Meski tidak meraih kemenangan, Macan Putih tetap mendapat angin segar dari performa luar biasa kiper mereka, yakni Leo Navacchio.
Kiper asal Brasil itu dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Meskipun gawangnya sempat kebobolan di menit 90+6 oleh sundulan Boris Kopitovic, performa heroik Navacchio sepanjang pertandingan membuatnya layak menerima penghargaan itu.
Navacchio mencatatkan delapan penyelamatan krusial dalam laga tersebut. Angka ini menjadi yang tertinggi pada pekan pertama BRI Super League musim 2024/2025, mengungguli catatan kiper Malut United FC, Alan Jose Bernardon, yang sebelumnya memegang rekor dengan enam penyelamatan saat timnya menundukkan Dewa United Banten FC dengan skor 1-3.
Dengan tinggi badan 1,92 meter, Navacchio menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Persik. Refleks cepat dan kemampuan membaca permainan membuat dirinya sulit ditembus oleh lini serang lawan.
Usai pertandingan, kiper berusia 33 tahun itu menyampaikan tekadnya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Persik Kediri dan masyarakat kota Kediri.
"Pemain Persik masuk lapangan selalu ingin menang. Apakah itu laga kandang maupun tandang. Kami ingin menang, karena kami membawa nama Persik dan Kota tercinta, Kediri. Kami sudah kerja keras di Bali, tapi gagal menang. Tapi pertandingan berikutnya kami berjanji meraih kemenangan," ujarnya sebagaimana menyadur dari ileague.id, Selasa (12/8/2025).
Navacchio juga mengungkapkan keyakinannya terhadap peningkatan performa tim yang kini dibesut oleh pelatih Ong Kim Swee. Ia mengakui bahwa kerja sama antar pemain makin padu dan kompak.
"Tim makin bagus. Chemistry sudah terbentuk. Usai evaluasi nanti, kami siap menjalankan instruksi coach Ong Kim Swee. Semua orang di Persik ingin tim ini menang di pertandingan selanjutnya," tambahnya.
Laga terdekat, Persik Kediri akan menjamu Madura United pada 16 Agustus 2025 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Pertandingan ini harus digelar di luar Kota Kediri karena Stadion Brawijaya digunakan untuk upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-80.
Leo Navacchio, Benteng Terakhir Persik Kediri
Performa Navacchio tidak hanya terbatas pada laga melawan Bali United saja. Sejak awal musim, ia telah menunjukkan bahwa dirinya adalah pilar penting dalam sistem pertahanan Persik Kediri.
Pengalamannya sebagai kiper profesional dan sikap kepemimpinan di lapangan menjadikannya sosok sentral yang memberikan ketenangan di lini belakang. Selain itu, komunikasi yang baik dengan para pemain bertahan membuat koordinasi lini belakang Persik semakin solid.
Keunggulan lainnya terletak pada mentalitas juara yang ditunjukkan Navacchio. Ia selalu berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan dan memberikan motivasi kepada rekan-rekannya untuk tidak menyerah hingga peluit akhir berbunyi.
Fakta bahwa Navacchio menjadi Man of the Match dalam laga ketat melawan Bali United adalah bukti nyata kontribusinya. Delapan penyelamatan yang ia lakukan bukan hanya menyelamatkan Persik dari kekalahan, tetapi juga mengamankan satu poin penting dari laga tandang.
Kiprah Leo sejauh ini juga menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar kiper, tetapi juga pemimpin diam-diam di atas lapangan. Ia menjadi pemersatu dan penjaga moral tim dalam situasi sulit.
Dengan semakin kuatnya chemistry tim di bawah pelatih Ong Kim Swee, serta kepemimpinan Leo di bawah mistar, Persik Kediri memiliki pondasi pertahanan yang solid untuk bersaing di papan atas liga musim ini.
Leo Navacchio membuktikan dirinya sebagai kiper kelas atas yang tak hanya menyuguhkan penyelamatan-penyelamatan gemilang, tetapi juga semangat juang tinggi untuk Persik Kediri.
Dengan kesiapan mengikuti setiap instruksi pelatih Ong Kim Swee dan mentalitas profesionalnya, Leo menjadi aset berharga yang dapat diandalkan dalam setiap laga, termasuk saat menjamu Madura United nanti. Jika performa ini terus dipertahankan, Persik Kediri berpeluang besar mencetak hasil positif sepanjang musim.
Baca Juga
-
Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?
Artikel Terkait
Hobi
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
Terkini
-
Menganyam Tradisi, Membangun Kemandirian: Reformasi Pariwisata Kemiren
-
Cerita Berakhir, Webtoon Villains Are Destined to Die Dapat Adaptasi Anime
-
Review Film Forrest Gump: Potret Indah Kejujuran Hati yang Menembus Zaman
-
4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les