Timnas Sepak Bola Indonesia kemungkinan besar tak akan turun di ajang Asian Games edisi tahun 2026 ini. Bukan karena keputusan internal federasi atau kementerian terkait, namun urung tampilnya Pasukan Garuda Muda di pesta olah raga multi event empat tahunan di kawasan Benua Asia tersebut lebih dikarenakan pemberlakuan kebijakan baru.
Dilansir laman Suara.com (11/2/2026), dua pihak terkait di cabang olah raga sepak bola Asian Games, yakni Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), bersepakat untuk membatasi keikutsertaan kontestan di cabang sepak bola.
Dalam keputusan yang telah ditetapkan kedua badan tersebut, peserta cabang sepak bola di Asian Games 2026 ini adalah 16 negara peserta gelaran Piala Asia U-23 yang dihelat di Arab Saudi pada bulan lalu.
Dengan demikian, maka sudah dapat dipastikan, Pasukan Garuda Muda tak akan menjadi bagian di Asian Games edisi 2026 ini mengingat, tim yang kala itu diasuh oleh pelatih Gerald Vanenburg sudah terempas langkahnya di babak kualifikasi saja.
Tak ikut sertanya Timnas Indonesia di cabang sepak bola Asian Games 2026 ini ternyata memberikan imbas tersendiri. Diakui ataupun tidak, tak adanya Indonesia dalam jajaran peserta membuat cabang sepak bola harus kehilangan salah satu kontestan dengan kekuatan terbaiknya.
Hal ini tak lepas dari dua hal, yang mana terjadi dalam dinamika kompetisi Liga Indonesia dan pergeseran para pemain abroad.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, belakangan ini banyak pemain naturalisasi Indonesia yang memilih untuk pulang ke tanah leluhurnya dan berkarier di liga domestik.
Menurut data yang dirilis oleh laman Suara.com (9/2/2026), hingga saat ini setidaknya sudah ada 10 pemain diaspora Indonesia yang memilih jalan untuk berkiprah di kompetisi dalam negeri.
Nama-nama tenar berkualitas dengan usia yang masih muda dan eligible untuk Asian Games seperti Rafael Struick, Jens Raven, Mauro Zijlstra, Dion Markx, Cyrus Margono hingga Ivar Jenner, kini menjadi pemanis perjalanan klub-klub dalam negeri di pentas liga.
Mengingat guliran yang sudah-sudah, PSSI sendiri kerap kali membuat kebijakan yang "memfasilitasi" Timnas Indoensia ketika gelaran Asian Games berlangsung.
Pihak federasi bahkan kerap meliburkan liga ketika Timnas Indonesia bertarung di ajang ini, sehingga akan sangat mungkin jika Indonesia menjadi kontestan di Asian Games 2026, nama-nama yang sudah kenyang pengalaman ini akan menjadi tulang punggung kekuatan Pasukan Garuda Muda.
Patut untuk diingat, meskipun saat ini para pemain tersebut berkiprah di liga dalam negeri, namun nama-nama seperti Ivar Jenner dan Rafael Struick pernah membuat gempar seluruh benua setelah berhasil membawa Indonesia melaju ke semifinal Piala Asia U-23 pada tahun 2024 lalu.
Tak hanya sampai di sana, kengerian Timnas Indonesia andai bisa berlaga di Asian Games juga akan semakin bertambah dengan ketentuan dan regulasi yang diberlakukan.
Semenjak tahun 2002, cabang sepak bola di Asian Games memang diwakilkan oleh Timnas U-23, namun di sana ada pengecualian untuk masing-masing peserta, di mana mereka diperbolehkan untuk membawa hingga 3 pemain yang berusia di atasnya.
Dengan aturan itu, tentu kekuatan Pasukan Garuda Muda akan kembali meningkat. Mengingat saat ini, di Liga Indonesia sendiri ada nama-nama senior yang sangat berpengaruh seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Shayne Pattynama hingga Jordi Amat yang bisa diangkut ke turnamen.
Belum lagi semisal pemain-pemain lain yang kini masih berkiprah di benua Eropa dan diperbolehkan untuk diangkut oleh klubnya masing-masing. Jadi semakin menyeramkan bukan?
Namun sayangnya, Indonesia dipastikan tak akan bermain di Asian Games 2026 nanti. Sehingga mau tak mau, kekuatan besar yang dimiliki oleh Pasukan Garuda itu akan dipendam untuk sementara waktu, dan membuat gelaran harus rela kehilangan salah satu kekuatan terbaiknya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
Artikel Terkait
-
Indonesia Incar Piala Dunia Futsal 2028, Argentina dan Maroko Jadi Saingan Berat
-
Trial di Atletico Madrid, Kiper Keturunan Ini Bisa Dilirik Timnas Indonesia U-17
-
Satu dari 3 Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ternyata Tangan Kanan Shin Tae-yong
-
John Herdman Hadapi FIFA Series 2026 Tanpa Naturalisasi Baru, PSSI Ingin Lihat Potensi Pemain Lama.
-
Nova Arianto Jadi Sosok Kunci di Tiga Level Timnas, Mulai U-17 Hingga Jadi Asisten di Senior
Hobi
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
Terkini
-
Novel Belajar di Mikrolet: Mengejar Mimpi dari Balik Jendela Mikrolet
-
4 Serum Kandungan Kunyit Kaya Antioksidan, Rahasia Kulit Auto Cerah Merata
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Suka Filing for Love? 6 Drama Perselingkuhan Kantor yang Bikin Geregetan!
-
Di Balik Kisah Fantasi Big Fish: Mengubah Cara Pandang Kita Pada Kematian