Laga hidup-mati akan dijalani oleh Timnas Indonesia U-23 di babak kualifikasi Piala Asia U-23 Selasa (9/9/2025) dengan melawan raksasa sepak bola benua Asia, Korea Selatan.
Berdasarkan data yang ada di laman AFC, Timnas Indonesia U-23 wajib memenangi pertarungan nan berat ini jika mereka berkeinginan untuk melaju ke putaran final turnamen yang akan diselenggarakan di Arab Saudi tahun depan tersebut.
Dengan kondisi Pasukan Garuda Muda yang kini menempati posisi runner-up grup dengan empat poin, anak asuh Gerald Vanenburg tersebut diwajibkan untuk menuai poin penuh, tak peduli siapapun lawan yang dihadapi di partai pamungkas fase grup kualifikasi ini.
Selain akan menjadi pertarungan yang penuh dengan perjuangan bagi anak-anak Garuda Muda, pertandingan melawan ti asal kawasan Asia Timur tersebut juga akan menjadi pengingat penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick akan memori manis saat bersua dengan tim lawan pada tahun lalu.
Ketika rekan-rekan setimnya masih berpikir keras terkait kemungkinan untuk menjebol gawang Korea Selatan di laga kali ini, eks penyerang Brisbane Roar tersebut justru sudah pernah melakukannya pada pertemuan sebelumnya. Bahkan, bukan hanya satu gol, namun Rafael Struick tercatat dua kali berhasil merobek gawang Korea Selatan hanya dalam satu pertandingan saja.
Momen Manis Rafael Struic saat Bersua Korea Selatan
Disadur dari laman match report AFC, momen manis yang ditorehkan oleh penyerang berjuluk El Klemer saat bertarung melawan Korea Selatan tersebut terjadi pada putaran final Piala Asia U-23 di Qatar tahun 2024 lalu.
Seusai memastikan lolos ke babak perempat final gelaran, Rafael Struick dan Timnas Indonesia U-23 yang berada dalam besutan Shin Tae-yong kala itu langsung dihadapkan dengan kekuatan utama persepakbolaan benua Asia yakni Korea Selatan di babak 8 besar turnamen.
Tentu saja banyak pihak yang lebih menjagokan Korea Selatan untuk memenangi pertarungan melawan Indonesia kala itu. Bukan hanya karena The Young Taeguk Warriors mencatatkan langkah yang meyakinkan di fase penyisihan grup dengan menumbangkan Jepang, China dan Uni Emirat Arab, namun juga karena status Indonesia kala itu adalah tim debutan.
Alhasil, ketika undian babak 8 besar mempertemukan Indonesia dengan Korea Selatan, maka sudah banyak yang memprediksikan bahwa partai tersebut akan menjadi partai terakhir bagi Pasukan Garuda Muda.
Namun ternyata, situasi di lapangan membuat segala prediksi yang ada porak-poranda. Struick yang di laga-laga sebelumnya tak mampu mencetak gol, justru menggila di laga mealwan Korea Selatan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, dua gol sekaligus dilesakkan oleh Struick ke gawang tim asal Semenanjung Joseon tersebut. Laman AFC mencatat, Struick bahkan sudah meletupkan golnya di menit ke-15, sebelum menggenai bracenya di pertandingan tersebut pada menit ke-45+3.
Usaha keras Struick di laga 8 besar melawan Korea Selatan di Piala Asia U-23 sendiri akhirnya berakhir dengan manis. Meskipun harus melalui babak adu tendangan penalti, Timnas Indonesia akhirnya berhasil memenangi laga dan membuat sejarah dengan lolos ke babak semifinal turnamen meskipun berstatus sebagai tim debutan.
Namun sayangnya, momen manis yang dicatatkan oleh Struick di laga melawan Korea Selatan pada tahun lalu terancam untuk tak bisa dia ulangi di pertemuan kali ini.
Penyebabnya tentu saja semua tahu. Rekan-rekan setimnya di Piala Asia U-23 lalu sudah banyak yang "purna tugas" dari Timnas Indonesia kelompok umur, dan kini Timnas Indonesia U-23 juga dinakhodai oleh sosok baru di belakang layar.
Terlebih lagi, hingga usainya laga kedua babak kualifikasi kali ini, Timnas Indonesia U-23 belum menemukan pakem permainan yang efektif dan meyakinkan.
Sehingga, akan besar kemungkinan jika di laga kali ini Rafael Struick akan merasa kesulitan untuk mengulangi momen yang menggetarkan seluruh pendukung Timnas Indonesia seperti tahun lalu.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
Artikel Terkait
-
Laga Hidup Mati, 3 Pemain Korea Selatan yang Wajib Dimatikan Timnas Indonesia U-23
-
Gerald Vanenburg Soroti Korea Selatan yang Hobi Bantai Lawan: Yang penting...
-
Innalillahi Selamat Tinggal Selamanya Jay Idzes Sampaikan Kabar Duka
-
Indonesia di Ujung Tanduk, Negara Keturunan Jawa Malah Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia U-23 Jelang Laga Hidup Mati Lawan Korsel
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia