Beberapa waktu lalu, induk sepak bola Indonesia, PSSI menunjuk Indra Sjafri untuk menjadi pelatih bagi Timnas Indonesia untuk gelaran SEA Games 2025.
Dari kacamata prestasi, penunjukan pelatih asal Sumatera Barat tersebut tentunya sangat tepat. Mengingat, sepertimana dituliskan oleh laman Suara.com (29/9/2025), eks pelatih Evan Dimas di Timnas Indonesia U-19 tersebut adalah sosok yang sukses membawa pulang medali emas ajang SEA Games setelah 32 tahun lamanya tak mampu dilakukan oleh pelatih mana pun.
Maka, penunjukan Indra Sjafri sendiri juga sejatinya juga bertujuan agar sang pelatih bisa mempertahankan performa sang anak asuh, sekaligus mempertahankan medali emas yang berhasil diraihnya di Kamboja dua tahun lalu.
Namun sayangnya, keinginan PSSI yang memplot Indra Sjafri untuk bisa mempertahankan medali emas di ajang SEA Games sendiri sejatinya kini mendapatkan tantangan yang jauh lebih berat.
Pasalnya, selain perubahan komposisi pemain di skuat yang dibesutnya dan progres positif dari calon lawan-lawan yang akan dihadapi, Pasukan Garuda Muda juga harus bermain total di kandang sang rival abadi, Thailand.
Dilansir dari berbagai media, gelaran SEA Games 2025 sendiri akan diselenggarakan di Thailand, yang notabene selain terkenal kuat dalam hal persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara, juga kini tengah diliputi dengan dendam membara.
Thailand yang berstatus sebagai tuan rumah, tentunya tak akan mudah untuk dikalahkan. Bermain di hadapan publik sendiri, mereka dipastikan akan bertarung dengan all out karena tak ingin mendapatkan malu dari lawan-lawan yang mereka hadapi, termasuk dari Indonesia.
Karena bagaimanapun, menelan kekalahan di depan para pendukung sendiri adalah sebuah aib, terutama bagi tim sekuat Thailand yang sampai kini masih berstatus sebagai raja di ajang SEA Games.
Terlebih lagi saat bersua dengan Indonesia. Bukan hanya para pendukung Timnas Indonesia maupun Thailand, seluruh penggemar sepak bola Asia Tenggara tentunya masih sangat ingat bagaimana sakit hatinya Thailand saat menelan kekalahan di partai final SEA Games 2023 lalu.
Maka, dapat dipastikan, ketika bersua dengan Indonesia nanti, mereka sudah pasti memiliki misi-misi terselubung seperti membalaskan kesumat yang mereka pendam setelah dipermalukan oleh Rizky Ridho dan kolega di partai puncak dua tahun lalu.
Jika hal itu terjadi, maka sudah pasti Indra Sjafri beserta anak asuhnya akan mendapatkan tantangan yang jauh lebih berat lagi imbas motivasi bertubi-tubi yang menyertai Pasukan Gajah Perang Muda.
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Beri Kans Panggil Marselino, Indra Sjafri Paham Lini Tengah Timnas Besutannya Kurang Kreatif?
-
Kiper Serie A Emil Audero Absen Jaga Gawang Timnas Indonesia, Kluivert: Sebuah Kehilangan Besar!
-
Kabar Buruk Irak Jelang Lawan Timnas Indonesia, Ayman Hussein Cedera Hamstring
-
3 Pemain Andalan Merapat, Herve Renard Semringah Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Timnas Indonesia Krisis Kiper, Arab Saudi Bakal Digawangi Rekan Cristiano Ronaldo
Hobi
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
Terkini
-
"Nanti" Adalah Kebohongan Terbesar yang Kamu Katakan pada Dirimu Sendiri
-
SRAWUNG CAMP 2026: Menumbuhkan Kebersamaan dan Potensi Generasi Muda
-
iQOO Pad6 Pro Resmi Rilis: Tablet Gaming 4K dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
Polymarket Diblokir: Saat "Gercep" Komdigi Hanya Berlaku Jika Mengusik Penguasa?
-
Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan