Penjaga gawang Timnas Indonesia yang kini mentas di Liga Italia Serie A, Emil Audero Mulyadi urung untuk tampil membela Pasukan Merah Putih di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Imbas cedera yang dialaminya kala pemanasan jelang pertarungan melawan Como pekan lalu, Emil harus menerima kenyataan pahit untuk menepi dan dicoret dari daftar skuat terkini.
Penjaga gawang Borneo FC dan PSM Makassar, Nadeo Argawinata serta Reza Arya diplot oleh pelatih Patrick Kluivert untuk mengisi stok kiper dalam timnya, melengkapi dua penjaga gawang yang sebelumnya telah dipanggil, Maarten Paes dan Ernando Ari Sutaryadi.
Uniknya, meskipun kini tak diperkuat oleh Emil Audero yang memiliki harga pasaran di angka Rp55,62 miliar, ternyata harga skuat yang dimiliki oleh Timnas Indonesia saat ini masih tercatat lebih tinggi daripada dua lawannya di grup B yakni Irak dan Arab Saudi.
Disadur dari laman transfermarkt.com, dengan jumlah skuat sebanyak 29 penggawa, Timnas Indonesia saat ini memiliki total harga pasaran di angka Rp511,89 miliar.
Pemain klub Sassuolo yang juga sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes tercatat sebagai pemain termahal milik Skuat Garuda, harga pasaran Bang Jay saat ini berada di angka Rp130,36 miliar.
Sementara pemain paling murah milik Pasukan Merah Putih saat ini menjadi milik penyerang anyar Mauro Zijlstra, dirinya memiliki harga pasaran Rp1,30 miliar.
Jika Indonesia memiliki harga pasaran skuat lebih dari setengah triliun rupiah, maka tidak demikian halnya dengan Arab Saudi. Data dari laman transfermarkt.com mencatat, harga 28 pemain The Green Falcon saat ini berada di angka Rp479,73 miliar.
Penyerang andalan Al-Ahli FC, Firas Al-Buraikan menjadi pemain termahal tim Elang Hijau tersebut dengan total harga Rp78,22 miliar. Sementara pemain termurah milik Arab Saudi saat ini adalah penjaga gawang asal Al-Nassr, yang mana rekan setim Cristiano Ronaldo tersebut memiliki harga pasaran sebesar Rp2,61 miliar.
Jika Skuat Garuda menjadi tim dengan harga skuat termahal di grup B, maka Timnas Irak menjadi tim dengan harga skuat paling murah dalam kumpulan.
Laman transfermarkt.com mencatat, harga total 28 pemain yang dibawa oleh Tim Singa Mesopotamia adalah sejumlah Rp385,44 miliar dengan pemain termahal menjadi milik Zidane Iqbal yang memiliki harga Rp69,53 miliar dan pemain termurahnya adalah Rebin Sulaka yang memiliki nilai sebesar Rp1,74 miliar.
Dengan modal sebagai tim dengan harga tertinggi dalam kumpulan, kita harapkan semoga saja Pasukan Merah Putih juga mampu menjadi pemilik peringkat tertinggi di klasemen akhir grup B ya!
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Intip Latihan Intensif Arab Saudi Jelang Lawan Timnas Indonesia, Targetkan Start Sempurna
-
Kata-kata Patrick Kluivert H-2 Laga Hidup Mati Arab Saudi vs Timnas Indonesia
-
Waduh! Putra Sulung Patrick Kluivert Baku Pukul Gegara Uang Rp1,7Miliar
-
Ditolak FIFA, Timnas Indonesia vs Arab Saudi Tetap Dipimpin Wasit Kuwait
-
4 Pemain Keturunan Arab yang Bikin Sepak Bola Indonesia Lebih Bergairah
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!
-
Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026
-
Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?
-
Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita
-
Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi