Setelah mengarungi perjalanan panjang nan melelahkan selama 2 tahun belakangan ini, langkah Timnas Indonesia untuk membuka gerbang putaran final Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti.
Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak di ronde keempat babak kualifikasi lalu bukan hanya menghentikan langkah Indonesia untuk menjadi kontestan di Piala Dunia tahun depan, namun juga menghentikan perjalanan seluruh negara di kawasan Asia Tenggara di babak kualifikasi kali ini.
Kira-kira, bagaimana ya rekap perjalanan para wakil Asia Tenggara di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ini? Selain Timnas Indonesia, adakah yang berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan? Mari kita ulas bersama!
4 Negara Terhenti di Ronde Pertama
Berdasarkan data rangkuman dari akun instagram @seasiagoal (13/10/2025), pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ini kawasan Asia Tenggara diwakili oleh 11 negara yang merupakan anggota asli kawasan.
Dari jumlah tersebut, 5 dari 4 negara di antaranya harus mengakhiri perjalanan mereka di ronde pertama. Nama-nama tim gurem di kawasan, seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Timor Leste dan Laos menjadi tak mampu berbuat banyak atas lawan-lawannya.
Sementara Indonesia yang juga memulai petualangannya di ronde pertama, sukses melaju ke babak selanjutnya setelah berhasil mengubur impian Brunei Darussalam dengan agregat gol mencapai 12 lesakan.
Ronde Kedua: Kuburan bagi Tim-Tim Asia Tenggara
Setelah ronde pertama usai, negara-negara medioker dan memiliki kultur persepakbolaan yang kuat di Asia Tenggara harus kembali berjuang di ronde kedua.
Dari 7 Negara yang berhasil mencapai ronde ini, 6 di antaranya harus gugur dan kalah bersaing dari lawan-lawannya.
Tercatat, negara-negara kuat dan kuda hitam di kawasan ASEAN seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura dan Myanmar harus mengubur impian mereka untuk melaju lebih jauh setelah gagal menjadi 2 tim terbaik di grupnya masing-masing.
Sementara Indonesia, sukses melaju ke ronde ketiga babak kualifikasi.
Timnas Indonesia: Tak Cukup di Ronde Ketiga Saja
Setelah 10 tim sekawasannya gugur di ronde pertama dan kedua, Timnas Indonesia akhirnya menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang melaju ke ronde ketiga.
Meski sempat tak difavoritkan, Pasukan Garuda justru menjadi tim kuda hitam di ronde ini dan mencatatkan hasil yang cukup memuaskan.
Berdasarkan data rilisan AFC, Skuat Merah Putih berhasil menjadi penghuni posisi keempat grup C, dan melaju ke ronde keempat sebelum pada akhirnya terhenti langkahnya pasca dikalahkan oleh Arab Saudi dan Irak.
Nah, itulah rekap perjalanan tim-tim Asia Tenggara di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ini. Jika melihat pencapaiannya, sepertinya negara-negara di kawasan ASEAN ini memang levelnya kebanyakan masih di taraf medioker dalam persepakbolaan benua Asia ya!
Baca Juga
-
Thom Haye dan Marceng Bakal Absen, Siapa yang Layak Gantikan Peran Keduanya di Timnas?
-
Maarten Paes Tampilkan Debut Gemilang, Babak Baru Persaingan Kiper Timnas Indonesia Resmi Dimulai!
-
Gegara Persib Bandung, Indonesia Kini Berpeluang Punya 3 Wakil di Kompetisi Level Asia!
-
John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026
-
Resmi Dapat Menit Bermain, Debut Maarten Paes di Ajax Diselimuti Beragam Keistimewaan
Artikel Terkait
-
Benarkah Skuad Timnas Indonesia Tidak Harmonis?
-
Sumardji Blak-blakan Soal Patrick Kluivert Diwajibkan Pakai Pemain Lokal Sesuai Kontrak, Benar?
-
Beda dengan Kluivert, Gattuso Janji Angkat Kaki dari Italia Jika Gagal Lolos ke Piala Dunia
-
Dua Sinyal Penting dari Hasil Imbang Timnas Indonesia U-23 vs India: Progres atau Alarm Dini?
-
Jay Idzes Diminta Segera Pulang ke Italia usai Timnas Gagal ke Piala Dunia, Ada Apa?
Hobi
-
Belajar dari Pengalaman, Alex Marquez Siap Raih Titel Juara Dunia Musim Ini
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Dipuji Tak Terbang, Marco Bezzecchi Fokus Tampil Maksimal Sejak Awal Musim
-
Italjet Dragster 459 Twin, Motor Skutik Premium Bergaya Sport Italia
-
Thom Haye dan Marceng Bakal Absen, Siapa yang Layak Gantikan Peran Keduanya di Timnas?
Terkini
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!