Pelatih Indra Sjafri menegaskan komitmennya untuk membangun Timnas Indonesia U-22 terbaik dalam menghadapi SEA Games 2025 di Thailand. Setelah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) tahap pertama pada 2–14 Oktober lalu, juru taktik yang sukses membawa Indonesia meraih emas di edisi sebelumnya ini berencana menggelar dua TC tambahan demi mematangkan strategi dan menemukan kombinasi pemain paling solid.
Ia menjelaskan bahwa program latihan kali ini akan sangat padat. Ia berupaya memaksimalkan dua momen FIFA Matchday hingga Desember untuk melakukan pemusatan latihan tambahan.
"Kalau tidak salah, sampai dengan Desember 2025 ada dua kali FIFA Matchday. Itu berarti akan ada dua kali pemusatan latihan untuk Timnas Indonesia U-22, dan saya berupaya bisa secepat mungkin membangun skuad terbaik,” ujar Indra Sjafri, dikutip dari suara.com hari Rabu (22/10/2025).
Dalam dua TC tambahan tersebut, pelatih asal Sumatera Barat itu akan memanfaatkan setiap sesi untuk mengasah taktik dan menyeleksi pemain. Dari total 50 pemain yang sudah didaftarkan dalam entry by name, hanya 23 yang akan dipilih menjadi skuad final yang dibawa ke Thailand.
“Dari 50 pemain itu nanti akan kita buat 23 pemain terbaik, dengan tiga penjaga gawang. Kemarin di TC tahap pertama, saya sudah memanggil 32 pemain dan kini sudah mendapat sekitar 21 nama yang berpeluang besar masuk tim, di luar pemain-pemain yang saat ini bermain di luar negeri,” tambahnya.
Langkah seleksi ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah permainan Garuda Muda. Indra mengaku belum puas dengan performa beberapa pemain di TC tahap awal, terutama dalam hal koordinasi antar lini. Karenanya, dua TC berikutnya akan menjadi ajang evaluasi besar-besaran.
Timnas Indonesia sendiri akan tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup tersebut dinilai cukup menantang, meskipun secara di atas kertas Indonesia menjadi salah satu tim unggulan.
Dalam rangka persiapan menuju turnamen, Timnas U-22 juga sudah menjalani dua kali uji coba melawan India. Laga pertama pada 10 Oktober 2025 di Stadion Madya GBK berakhir dengan kekalahan 1–2. India unggul dua gol lebih dulu di babak pertama, sementara Indonesia hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Dony Tri Pamungkas.
Tiga hari kemudian, pada 13 Oktober 2025, Indonesia kembali bertemu India di laga uji coba kedua yang berakhir imbang 1–1. India sempat memimpin lebih dulu lewat Thingujam Korou Singh, namun lagi-lagi Dony Tri Pamungkas menjadi penyelamat setelah mencetak gol indah lewat tendangan bebas di menit ke-72.
Persiapan Panjang, Ekspektasi Raih Medali Emas Makin Besar
Persiapan panjang yang dijalani oleh Timnas Indonesia bukan tanpa alasan. Setelah berhasil membawa pulang medali emas di SEA Games 2023, publik kini menaruh ekspektasi besar agar Garuda Muda bisa kembali mengulang prestasi gemilang itu di SEA Games 2025.
Indra Sjafri sendiri menyadari bahwa tekanan untuk mempertahankan gelar juara sangat tinggi. Ia menilai keberhasilan sebelumnya tak boleh membuat pemain terlena. Justru, pengalaman menjadi juara harus dijadikan motivasi agar performa tim semakin matang.
Tahap kedua TC dijadwalkan berlangsung pada November 2025. Pada sesi ini, Indra akan menyeleksi maksimal 28 pemain terlebih dahulu sebelum mengerucut menjadi 23 pemain final. Setiap pemain dituntut menunjukkan performa terbaiknya karena persaingan posisi di skuad utama semakin ketat.
Meski masih menyisakan sejumlah kekurangan, optimisme tetap tinggi di kubu Garuda Muda. Indra Sjafri percaya, dengan persiapan matang dan evaluasi berkelanjutan, Timnas Indonesia bisa kembali menorehkan sejarah di Thailand.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Legenda Liverpool Muak Premier League Isinya Cuma Taktik Pratama Arhan
-
Disebut Tak Logis Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026, Alex Pastoor Disemprot Anggota DPR
-
Timnas Indonesia, Piala Dunia 2026 dan Komentar Alex Pastoor yang Bertendensi Keuntungan
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Terancam Tersingkir Jika Shin Tae-yong Comeback
-
Siapa Timur Kapadze? Pelatih Uzbekistan yang Ogah Pimpin Timnas Indonesia
Hobi
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
Terkini
-
Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda
-
Review Film Michael: Potret Intim Perjuangan Sang Legenda Musik yang Memukau Dunia
-
Satu Sepatu Segala Suasana: Tips Styling Sneakers Putih dari Kantor hingga Kencan
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
-
Generasi Z dan Ilusi Kesuksesan Modern: Jabatan Masih Relevan Nggak Sih?