Menjelang bergulirnya Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, Nova Arianto mengirim pesan penting kepada seluruh pemain Timnas Indonesia. Ia menekankan pentingnya konsentrasi dan introspeksi diri agar skuad Garuda Muda tampil maksimal dalam ajang bergengsi dunia tersebut.
Menurut Nova, waktu menuju pertandingan perdana semakin sempit, dan setiap pemain harus memiliki kesadaran penuh untuk memperbaiki kekurangan yang masih terlihat selama pemusatan latihan.
“Saya harap pemain bisa terus melakukan introspeksi karena kita hanya satu minggu menuju Piala Dunia. Saya minta pemain lebih fokus agar kita bisa mencapai tujuan, yaitu meraih poin di pertandingan pertama,” ujar Nova dalam laporan Antara News, Selasa (28/10/2025).
Saat ini, Timnas Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Uni Emirat Arab (UEA). Selain latihan intensif, mereka juga menjalani serangkaian uji coba menghadapi lawan-lawan kuat yang juga akan tampil di Qatar. Hingga kini, dua pertandingan sudah dijalani dengan hasil yang cukup beragam.
Pada laga uji coba pertama, Garuda Muda harus mengakui keunggulan Paraguay dengan skor tipis 1-2. Sementara itu, pada laga kedua, mereka mampu menahan imbang Pantai Gading tanpa gol. Satu laga uji coba terakhir dijadwalkan melawan Panama pada Rabu (29/10) waktu setempat, yang sekaligus menjadi ajang evaluasi akhir sebelum bertolak ke Qatar.
Nova mengaku bersyukur dengan lawan-lawan uji coba yang dihadapi timnya. Menurutnya, Paraguay, Pantai Gading, dan Panama adalah tim-tim berkualitas yang sudah berpengalaman tampil di Piala Dunia U-17.
"Saya bersyukur uji coba kami mendapatkan lawan-lawan yang sangat berkualitas. Bukan hanya dari segi permainan, tapi juga postur dan kecepatan. Ini yang memang kami cari,” ungkap pelatih berusia 45 tahun itu.
Bagi Nova, pengalaman menghadapi tim-tim berkelas dunia akan sangat berharga untuk membentuk mental dan konsentrasi pemain sebelum laga resmi dimulai. Hal itu penting mengingat lawan pertama Indonesia di Piala Dunia U-17 nanti bukan tim sembarangan, melainkan Zambia yang dikenal memiliki fisik kuat dan permainan cepat.
Laga melawan Zambia pada Selasa (4/11) pukul 22.45 WIB akan menjadi tolok ukur pertama sejauh mana kesiapan Timnas Indonesia U-17. Setelah itu, mereka akan menghadapi raksasa Amerika Selatan, Brasil, pada Jumat (7/11), dan menutup fase grup menghadapi Honduras pada Senin (10/11).
Nova memahami bahwa tantangan di Grup H tidaklah mudah. Brasil adalah favorit juara dengan sejarah panjang di turnamen usia muda, sementara Zambia dan Honduras dikenal memiliki gaya permainan agresif dan efisien. Namun, Nova menegaskan bahwa timnya tidak akan tampil sebagai penggembira. Ia ingin anak asuhnya bermain disiplin, fokus, dan penuh semangat juang.
Seberapa Besar Kans Timnas Indonesia Jadi Kuda Hitam di Piala Dunia U-17?
Meski tergabung di grup berat, Timnas Indonesia U-17 tetap memiliki peluang untuk menjadi kuda hitam di Piala Dunia U-17 2025. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim, peluang negara non-tradisional seperti Indonesia untuk mencuri perhatian semakin terbuka lebar.
Brasil memang difavoritkan untuk melaju jauh, namun Indonesia dinilai bisa memberikan kejutan bagi lawan-lawannya, terutama Zambia dan Honduras. Kombinasi pemain lokal dan diaspora yang dimiliki Garuda Muda diyakini mampu memberikan warna berbeda dari sisi teknik, kecepatan, dan mental bertanding.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir juga memberikan dukungan penuh kepada tim. Ia tidak menuntut target tinggi, tetapi menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar Indonesia bisa rutin tampil di turnamen dunia kelompok usia. Menurut Erick, lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 saja sudah merupakan pencapaian besar yang patut diapresiasi.
Nova Arianto pun membawa pendekatan disiplin dan taktis dalam mempersiapkan tim. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada di 'grup neraka' tersebut. Melawan tim sekelas Brasil tentu bukan hal mudah, tapi Nova yakin bahwa kerja keras dan konsentrasi tinggi bisa membuka peluang untuk mencuri poin penting.
Baca Juga
-
Reborn Rookie dan Formula Lama yang Masih Ampuh Memikat Penonton
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
Artikel Terkait
-
Andre Rosiade Sindir PSSI Era Erick Thohir: Timnas Indonesia Bukan Milik Pribadi
-
Penetapan Target Piala Dunia 2034 Makin Perkuat Bukti PSSI Sengaja Melepas Piala Dunia 2026?
-
Anggota DPR: 10 Exco PSSI Setuju Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia
-
Ada Isu Internal PSSI Pecah Soal Pelatih Timnas Indonesia Baru, Ini Konfirmasi Orang Dalam
-
Pintu Masih Terbuka, Shin Tae-yong Bisa Balik ke Timnas Indonesia Asal...
Hobi
-
PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
-
7 Pemain Top Eropa Ini Absen di Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Sepatu Pemain Raib, Logistik Timnas Inggris Dibobol Jelang Piala Dunia 2026
Terkini
-
Stop Feodal! Dosen Gaul Tak Akan Kehilangan Harga Diri
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Tecno Camon 50 vs Camon 50 Pro 5G: Duel HP Tecno Terbaru 2026, Pilih Mana?
-
Reborn Rookie dan Formula Lama yang Masih Ampuh Memikat Penonton
-
Beroeng Sorah: Tempat Pulang dari Penat di Tengah Persawahan Kalisat Jember