Pertarungan berat akan dihadapi oleh Timnas Indonesia di partai kedua Grup H gelaran Piala Dunia U-17. Di tengah misi kebangkitan yang mereka usung, anak asuh Nova Arianto tersebut justru langsung berhadapan dengan raksasa sepak bola dunia, Brasil.
Dengan catatan 15 kali penampilan dan empat label juara dunia yang mereka sandang, tentunya laga melawan Brasil ini akan menjadi sebuah tantangan berat untuk dilewati.
Terlebih lagi, pada partai pembuka lalu, Tim Samba Muda juga telah menunjukkan kualitasnya dengan menghantam Honduras dengan lesakan tujuh gol tanpa balas.
Dua kondisi yang berbeda, dua kualitas yang berbeda dan dua mental bertarung yang berbeda, tentunya membuat kubu Indonesia harus realistis di laga kali ini.
Alih-alih bisa meraih poin, untuk sekadar menghindari nasib seperti Honduras saja Pasukan Garuda Muda harus mengerahkan seluruh daya dan upaya yang mereka miliki. Sehingga, akan sangat bijak jika di pertandingan kali ini, para pemain Garuda Muda melepaskan semua ambisi yang muluk-muluk dalam diri mereka.
Cukup bermain dengan baik, menikmati jalannya laga dan tentu saja mengerahkan semua yang mereka miliki akan menjadi sebuah sikap yang bijak untuk laga melawan Brasil ini.
Atau bahkan, mungkin para pemain Garuda Muda dan para pendukungnya bisa memandang pertarungan melawan Brasil ini seperti yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh bintang lapangan tengah Timnas Indonesia, Evandra Florasta.
Dalam sebuah wawancara dengan FIFA pada 2 September 2025 lalu, Evandra berpikir sangat realistis ketika ditanyakan tentang targetnya melawan Brasil.
Alih-alih memberikan jawaban setinggi langit seperti yang diberikan oleh Luis Suazo yang menjadi andalan Honduras beberapa waktu lalu, Evandra justru tampil merendah dan akan menjadikan laga melawan Brasil ini sebagai ajang untuk mencari pembelajaran dari laga tersebut.
"Bermain melawan Brasil adalah sebuah kesempatan yang sangat besar," ungkap pemain Bhayangkara tersebut kepada FIFA.
"Semuanya tahu bagaimana bagusnya mereka bermain, di tingkatan U-17, tingkatan U-20 dan tim senior mereka yang luar biasa," lanjutnya.
"Siapa tahu, kami bisa belajar banyak dari laga tersebut, yang mana akan membantuku dan tim untuk berkembang." harap Evandra saat itu.
Nah, beranjak dari sini, tentunya kita harus mulai mengedepankan sebuah sikap yang realistis. Melawan tim sekelas Brasil tentu saja kita tak bisa memasang target muluk-muluk. Jangankan untuk memetik kemenangan, bisa memberikan perlawanan yang sepadan saja sudah merupakan sebuah pencapaian.
Dan mungkin yang paling realistis sekarang malah justru memandang pertarungan melawan Brasil ini untuk mencari pengalaman dan banyak pembelajaran sepertimana yang telah disampaikan oleh Evandra Florasta beberapa waktu lalu kepada FIFA.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Calvin Verdonk Main Solid, Tapi Lille Tumbang dari Slavia Praha
-
Lawan Brasil, Nova Arianto Minta Timnas Indonesia Bangun Determinasi Tinggi
-
Timnas Indonesia U-17 dan Label 'Kalah Terhormat' yang Layak untuk Mereka Sandang
-
Kurang Cepat, Timnas Indonesia Kecolongan Satu Calon Pelatih Top dari Klub Italia
-
Pemain Keturunan Batak Janji Mati-matian Lawan Brasil, Fokus Kontrol Pertandingan
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
Earphone Kabel Kembali Digemari Anak Muda, Nostalgia atau Kesadaran?
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap