Dalam dunia sepak bola profesional, sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika harga seorang pemain akan berkorelasi searah dengan penampilan yang mereka tunjukkan di lapangan.
Semakin gemilang sang pemain bertarung, maka harga yang dimilikinya pun secara otomatis akan ikut meninggi. Pun demikian halnya dengan hal yang terjadi sebaliknya. Jika penampilan seorang pesepak bola menurun dan bahkan kesempatan bermainnya hanya minim, maka bisa dipastikan harga pasaran yang dimilikinya pun akan turut terjun bebas.
Dan hal ini pula yang tampaknya terjadi dengan fullback kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Meskipun harus mendapatkan kenyataan pahit di mana dirinya gagal membawa Pasukan Merah Putih melakukan pertunjukan di Piala Dunia tahun depan, namun penampilan impresif sang pemain belakangan ini membuat market valuenya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Laman transfermarkt.com merilis, saat ini harga pasaran pemain berusia 28 tahun tersebut berada di angka Rp52,14 miliar, yang mana mengalami kenaikan yang cukup besar dari sebelumnya yang berada di angka Rp43,45 miliar.
Jika dihitung-hitung, kenaikan harga yang dialami oleh Verdonk menyentuh angka lebih dari Rp8 miliar, yang mana bagi ukuran pemain Indonesia atau lebih-lebih pemain di Indonesia Super League, sudah tergolong sangat tinggi.
Bahkan, market value Verdonk saat ini tercatat merupakan yang tertinggi di sepanjang karier sepak bola profesional sang pemain, mengalahkan angka Rp43,45 miliar yang sebelumnya menjadi nilai pasar tertinggi pemain yang mendapatkan nama panggilan kesayangan Si Loopy tersebut.
Seperti yang telah disinggung di atas, kenaikan harga pasaran Verdonk ini sendiri tentunya tak lepas dari penampilan apik yang ditunjukkan oleh sang pemain.
Meskipun harus bertarung di Ligue 1 yang merupakan salah satu kompetisi sepak bola terbaik di dunia, Verdonk sama sekali tak terlihat kagok dan kalah kualitas.
Walaupun di awal-awal bergabung ke LOSC Lille dirinya sempat mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan dipandang sebelah mata bahkan oleh pendukung klubnya sendiri, namun Verdonk sukses membungkam mereka dengan kualitas yang ditunjukkannya di lapangan.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, dari 8 pertandingan Ligue 1 yang dijalani oleh Lille semenjak kehadirannya, Verdonk sudah mencatatkan sebanyak 4 pertandingan dengan durasi menit bermain sebanyak 260 menit.
Tak hanya itu, Verdonk juga menjadi andalan klubnya di kompetisi antar klub benua Eropa, di mana pada pentas Europa League, dirinya selalu menjadi andalan Lille di empat pertandingan fase grup, termasuk laga melawan Red Star yang dimainkan pada Jumat (7/11) dini hari kemarin.
Jika melihat tren kenaikan angka pasaran yang dimiliki, bukan tak mungkin harga Verdonk akan kembali menanjak di periode penghitungan harga pemain akhir musim nanti ya!
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Link Live Streaming Nonton Timnas Indonesia U-17 Vs Brasil
-
Kenapa Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2025 Tak Dihitung Ranking?
-
Shayne Pattynama dan Thom Haye Kena Hukum FIFA, Apa Salahnya?
-
Pelah Calvin Verdonk Marah-marah: Tidak Ada Gunanya
-
Rincian Sanksi FIFA ke PSSI dan Pemain Keturunan Timnas Indonesia
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik