Hasil minor kembali didapatkan oleh Timnas Indonesia U-17 di pertandingan kedua Grup H Piala Dunia U-17 edisi 2025. Setelah kalah 1-3 dari Zambia di pertandingan pembuka, kali ini Evandra Florasta dan kolega harus menuai kekalahan dengan margin yang lebih besar, empat gol tanpa balas.
Mengakhiri pertarungan dengan skor yang cukup mencolok, tentu sedikit banyak membuat kita bertanya-tanya, apakah kekalahan dengan margin empat gol yang diderita oleh Indonesia ini adalah catatan kekalahan terburuk di turnamen ataukah tidak?
Sebuah pertanyaan yang cukup wajar, mengingat kekalahan empat gol di pentas sekaliber Piala Dunia tentunya margin tersebut sudah masuk dalam kategori yang cukup telak.
Namun beruntungnya, jika berkaca dari capaian para peserta turnamen hingga setidaknya saat ini, ternyata kekalahan empat gol yang diderita oleh Indonesia dari Brasil tersebut bukanlah kekalahan paling buruk yang diderita sebuah tim di turnamen kali ini.
Itu artinya, masih ada tim lain yang menuliskan kekalahan lebih telak ketimbang Indonesia!
Seperti misal, wakil kawasan Amerika Tengah, Honduras yang sejauh ini tercatat sebagai tim dengan kekalahan terbesar di turnamen. Dilansir laman FIFA, kekalahan Honduras dari Brasil dengan margin tujuh gol di pertandingan pertama (4/11/2025) lalu, sampai sejauh ini masih tercatat sebagai kekalahan terbesar dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 edisi 2025 ini.
Margin tersebut sama dengan wakil Oseania, Fiji yang juga dibabat habis oleh Belgia pada pertandingan kedua Grup D (6/11/2025) lalu dan Haiti yang dihajar oleh Inggris dengan skor 1-8 pada pertandingan kedua grup E kemarin.
Pun demikian halnya dengan tim-tim lain yang sudah menelan kekalahan dengan margin enam gol. Setidaknya ada Maroko saat melawan Portugal di grup B dan Fiji saat bersua dengan Tunisia di grup D.
Selain tim yang kalah dengan margin 7 dan 6 gol, turnamen Piala Dunia U-17 ini juga dihiasi dengan kekalahan dengan margin lima gol. Seperti contohnya Kaledonia Baru saat melawan Portugal, El Salvador saat bertarung melawan wakil benua Asia, Korea Utara dan Tajikistan saat bertemu dengan Republik Ceko.
Dan karena guliran Piala Dunia U-17 ini masih terus berlanjut dan belum menyelesaikan seluruh pertandingannya, maka bisa jadi nantinya akan ada lagi dentuman-dentuman gol dengan margin yang besar di sisa turnamen.
Jadi, pada intinya, meskipun Indonesia menelan kekalahan empat gol tanpa balas dari Brasil, namun mereka tak akan tercatat sebagai tim dengan torehan kekalahan terburuk di Piala Dunia U-17 edisi 2025, setidaknya hingga saat ini.
Baca Juga
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Artikel Terkait
-
ESDM Kini Telusuri Adanya Potensi Pelanggaran Hukum pada Longsornya Tambang Freeport
-
Piala Dunia U-17: 3 Hal yang Bikin Indonesia Tak Perlu Malu Meski Dihajar Brasil 4 Gol
-
Dihantam Brasil 4 Gol Tanpa Balas, Timnas Indonesia U-17 Terhindar dari Malu Berat!
-
Pernah Juara Piala Asia, Eks Pelatih Tottenham Hotspur Disebut Cocok Tukangi Timnas Indonesia
-
Tamparan Keras untuk PSSI! Kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Brasil Bikin Federasi Mawas Diri
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
Terkini
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis