Raihan kemenangan akhirnya berhasil dikantongi oleh Timnas Indonesia di pentas Piala Dunia U-17 edisi tahun ini. Pertarungan melawan Honduras yang juga menjadi pertarungan terakhir di fase penyisihan grup H, dengan sukses diakhiri oleh Putu Panji dan kolega dengan torehan kemenangan.
Evandra Florasta dan Fadly Alberto Hengga menjadi dua aktor protagonis dalam kemenangan Indonesia kali ini. Sementara di kubu lawan, Luis Suazo menjadi pemain yang sukses mencatatkan namanya di papan skor.
Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di gelaran Piala Dunia U-17, torehan kemenangan atas Honduras ini menjadi yang pertama bagi Indonesia. Pasalnya, dari dua edisi kejuaraan yang pernah diikuti, yakni pada tahun 2023 dan 2025 ini, Indonesia sebelumnya hanya mampu meraih maksimal hasil imbang yang mana hal itu terjadi sebanyak 2 kali di edisi 2023 lalu.
Selebihnya, Indonesia selalu menelan kekalahan, di mana satu kekalahan mereka dapatkan dua tahun lalu, dan dua kekalahan mereka dapatkan di turnamen kali ini ketika tunduk dari Zambia serta Brasil di pertarungan pertama serta kedua kemarin.
Namun ternyata, kemenangan yang diraih oleh Pasukan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 ini tak hanya menjadi rekor dari Indonesia semata. Pasalnya, kemenangan perdana yang didapatkan oleh Indonesia di laga melawan Honduras tersebut, juga menjadi kemenangan pertama wakil Asia Tenggara di turnamen level ini!
Dengan kata lain, kebanggaan yang dicatatkan oleh Evandra Florasta dan kolega pada pertandingan melawan Honduras, bukan hanya menjadi milik Indonesia saja, namun juga menjadi kebanggaan bagi persepakbolaan ASEAN. Seperti yang dinformasikan oleh akun instagram @seasiagoal (11/11/2025), mereka melabeli kemenangan Indonesia atas Honduras ini sebagai "First-ever win for Indonesia and a Southeast Asia team in the World Cup U17!".
Hal ini tentunya tak lepas dari history para wakil Asia Tenggara yang pernah mengenyam turnamen ini. Sebelumnya, Thailand yang menjadi wakil ASEAN di Piala Dunia U-17 edisi 1997, tak mampu berbuat banyak ketika berhadapan dengan lawan-lawannya.
Catatan laman history FIFA menuliskan, dari tiga laga yang dijalani oleh Pasukan Gajah Perang Muda di grup A, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Setelah kandas 2-3 dari Mesir di laga pertama, Thailand juga dibabat tiga gol tanpa balas dari Jerman, sebelum pada akhirnya juga dipermak 2-6 oleh Chili di laga pamungkas.
Dan setelah itu, tak ada lagi perwakilan Asia Tenggara di gelaran Piala Dunia U-17 sebelum pada akhirnya Indonesia menjadi wakil ASEAN di edisi 2023 lalu, dan kembali menggendong marwah persepakbolaan Asia Tenggara dengan kemenangan bersejarah melawan Honduras di partai ketiga fase penyisihan grup.
Ternyata, begini ya rasanya punya tim sepak bola yang jago di kawasan Asia Tenggara!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
SEA Games 2025 di Thailand, Indra Sjafri Takut Berjanji Kasih Medali Emas
-
Breaking News! Bahrain Batalkan Uji Coba Hadapi Timnas Indonesia U-22
-
Indra Sjafri Jajal 3 Pemain Abroad di Timnas Indonesia U-23 Salah Satunya Luke Xavier Keet
-
Timur Kapadze Pelatih Timnas Indonesia?
-
Alasan Timur Kapadze Mundur dari Uzbekistan Berkat Dapat Tawaran Jadi Pelatih, ke Timnas Indonesia?
Hobi
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les