Sempat mendapatkan dua kali kekalahan beruntun di awal turnamen, Timnas Indonesia pada akhirnya sukses mencatatkan kemenangan bersejarah di pertandingan terakhir fase penyisihan grup H gelaran Piala Dunia U-17.
Pada pertandingan hidup-mati melawan Honduras, Putu Panji dan kolega yang sebelumnya dihantam kekalahan saat bersua dengan Zambia dan Brasil, sukses melakukan bounce-back dan memetik kemenangan tipis 2-1.
Bukan hanya sekadar menang, di partai terakhir melawan wakil dari Amerika Tengah tersebut, Indonesia juga bertindak sebagai "bos" pertandingan, yang mana berada di pihak yang lebih dominan ketika bertanding.
Bukan hanya menguasai jalannya pertarungan hingga mencatatkan 71 persen ball possession, berdasarkan data match centre menguasai setiap lini indikator pada laga tersebut.
Mulai dari cetakan gol, jumlah percobaan yang unggul 24 berbanding 10, tembakan tepat ke arah gawang yang mencapai 9 berbanding 4, hingga distribusi bola, semuanya memihak kepada kubu Garuda Muda.
Uniknya, pada partai terakhir fase grup H tersebut, Indonesia tak cuma bertindak sebagai bos pertandingan, namun juga menggenapi hukuman atas "mulut besar" pemain bintang Honduras, Luis Suazo.
Sekadar menginformasikan, sebelum gelaran Piala Dunia U-17 dimulai, FIFA pada 1 November lalu merilis hasil wawancaranya dengan bintang Honduras, Suazo.
Dalam wawancara tersebut, tentu saja induk sepak bola dunia itu menanyakan kepada sang pemain terkait dengan kekuatan para rival dan target yang diusungnya di turnamen ini.
Alih-alih menjawab dengan realistis atau merendah, anak dari David Suazo ini justru menyatakan bahwa kemenangan atas tiga rival mereka di grup H tak bisa ditawar-tawar lagi.
"Mindset kami adalah untuk memenangi setiap pertandingan, tak peduli melawan Brasil, Zambia atau Indonesia. Memang, Brasil adalah yang paling diunggulkan, tapi kami menargetkan kemenangan ketika melawan mereka semua." ucap Luis Suazo sepertimana artikel FIFA berjudul "Suazo out to extend family legacy for Honduras" pada 1 November 2025 lalu.
Namun sayangnya, target tinggi tak berbasis realita yang diucapkan oleh Suazo itu seolah jauh api dari panggang. Alih-alih meraih kemenangan, untuk sekadar mendapatkan hasil imbang pun Honduras tak mampu untuk melakukannya.
Setelah dihantam Brasil tujuh gol tanpa balas di pertandingan pembuka, mereka juga dibabat 2-5 oleh Zambia di pertarungan kedua, dan pada akhirnya ditaklukkan 1-2 dari Indonesia di duel terakhir yang menempatkan Pasukan Garuda Muda sebagai bos pertandingan.
Kalau seperti ini, optimis memang perlu, namun juga harus realistis ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
Artikel Terkait
-
Tak Salah Prediksi, 3 Pemain Indonesia yang Disorot FIFA Sukses Ciptakan Gol di Piala Dunia U-17!
-
Indra Sjafri Coret Luke Xavier Keet Hari Ini?
-
Aksi Nekat Penyerang Keturunan 1,88 Meter: Siap Tinggalkan Klub demi Timnas Indonesia
-
Indra Sjafri Coret 10 Pemain Timnas Indonesia U-22, Kenapa?
-
PSSI Segera Evaluasi Nova Arianto, Anggota Exco: Jangan Diartikan Macam-macam!
Hobi
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
-
Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia
-
MotoGP Belanda 2026: Marc Marquez Incar Hattrick, Pecco Punya Misi Terakhir
-
Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia
Terkini
-
Ambil Peran Ganda, Yoon Ji Sung Bintangi Musikal Portrait of a Boy
-
Drama Once Upon a Small Town, Ketika Dokter Hewan Kota Harus Pindah ke Desa
-
Song Hye Kyo Resmi Akhiri Kontrak dengan UAA Setelah 14 Tahun Bersama
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius