Tembakan jarak jauh penuh presisi seorang Rizky Ridho mendapatkan ganjaran yang positif dari induk sepak bola dunia, FIFA. Lesakan penuh perhitungan yang didentumkannya di laga melawan Arema pada bulan Maret lalu, secara resmi masuk dalam nominasi FIFA Puskas Award 2025, yang mana merupakan penghargaan tertinggi di dunia sepak bola untuk kategori cetakan gol terbaik.
Meskipun harus bersaing di level dunia, sejatinya kans Rizky Ridho untuk memenangi kontestasi ini terbuka sangat lebar. Pasalnya, meskipun harus beradu indah dengan nama-nama kelas dunia, namun pemenang kategori ini justru tak melulu dimiliki oleh para bintang.
Bahkan, dalam rilisan resmi laman FIFA, setidaknya ada 3 pemenang Puskas Award yang dapat dikatakan underrated dengan berbagai alasan. Siapa saja ya? Mari kita ulas bersama!
1. Marcin Oleksy (2022)
Pemenang FIFA Puskas Award edisi 2022, Marcin Oleksy pantas untuk mendapatkan tempat paling atas dalam hal menjadi pemenang penghargaan FIFA ini.
Pasalnya, Oleksy melakukan lesakan salto indah setara milik Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic dan deretan pemain kelas dunia lainnya.
Istimewanya adalah, Marcin Oleksy sendiri melakukan itu ketika dirinya bermain di PZU Amp Futbol Ekstraklasa, yang mana kompetisi sepak bola khusus bagi mereka yang pernah melakukan (maaf) amputasi.
Iya, sobat bola Yoursay tak salah, Oleksy melakukan gol salto ke gawang Stal Rzeszow dengan dirinya hanya memiliki satu kaki.
2. Wendell Lira (2015)
Siapa di sini yang mengenal sosok Wendell Lira? Tentunya tak banyak yang mengetahui nama satu ini bukan?
Sebuah hal yang wajar karena memang Lira sendiri bukanlah pemain kelas dunia yang kerap dipuja-puji skill dan kemampuannya.
Gol dari Lira ini termasuk underrated, karena ketika dirinya menang FIFA Puskas Award di tahun 2015 lalu, dirinya menciptakannya ketika Goianésia berhadapan dengan Atlético Goianiense di pentas Campeonato Goiano yang mana merupakan kasta ketiga dalam sistem kompetisi Liga Brasil.
Iyap, gol pemenang FIFA Puskas Award edisi 2015 tersebut, diciptakan oleh pemain yang berlaga di kasta ketiga kompetisi Liga Brasil, bukan kompetisi kelas elit di Amerika Latin, lebih-lebih kompetisi Eropa.
3. Faiz Subri (2016)
Satu tahun setelah FIFA Puskas Award direbut oleh sosok pemain yang berlaga di kasta ketiga sistem sepak bola Brasil, tahun 2016 penghargaan ini juga kembali diraih oleh pemain dari liga kurang terkenal.
Jika dibandingkan dengan liga-liga lainnya, tentunya banyak yang memandang Liga Malaysia ini sebagai liga kelas bawah dan tak masuk radar para penggemar jika ingin hiburan.
Namun ternyata, justru dari liga negara dengan peringkat FIFA ratusan inilah pemenang edisi 2016 berasal.
Lesakan bola efek kaki kanan Faiz Subri ke gawang Pahang, membuat para juri sepakat bahwa ini adalah jaringan terbaik di tahun itu.
Sebuah lesakan dari pemain bernama Faiz Subri, yang mana membuktikan bahwa siapapun memiliki kesempatan yang sama besar untuk memenangi penghargaan, tak peduli meski dirinya berasal dari Liga Malaysia yang kurang familiar sekalipun.
Nah, itulah 3 pemenang penghargaan FIFA Puskas Award yang paling underrated. Semoga Rizky Ridho menjadi pemenang selanjutnya ya meski juga tak berasal dari liga terkenal.
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
-
Rizky Ridho Masuk Nominasi! Ini Sosok di Balik Nama Puskas Award
-
Daftar Pemenang Puskas Award Tak Melulu Bintang Besar, Rizky Ridho Berpeluang Jadi yang Terbaik
-
Ivar Jenner, Marselino Ferdinan Bakal Main di SEA Games 2025? Indra Sjafri: Gak Gampang
-
PSSI Target Timnas Raih Emas Sea Games 2025, Indra Sjafri Justru Pesimis!
-
Piala AFF 2026 Digelar Saat Liga Eropa Libur, Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Penuh!
Hobi
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
-
3 Rekomendasi HP iQOO Murah Terbaru 2026: Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Menjadi Cantik di Mata Sendiri, Kiat Self Love di Novel Eat Drink Sleep