Langkah super cepat diambil oleh Persija Jakarta untuk mengamankan salah satu aset berharga mereka. Hanya beberapa waktu saja setelah bek andalan mereka, Rizky Ridho menjadi salah satu nominee untuk ajang penghargaan bertajuk FIFA Puskas Award 2025, Macan Kemayoran langsung mengamankan jasa sang pemain hingga setidaknya 3 musim mendatang.
Dilansir laman resmi mereka, persija.id, klub yang berbasis di ibu kota Indonesia itu mengikat sang pemain hingga tahun 2028 mendatang.
“Ridho adalah pemain yang memiliki karakter kuat dan komitmen tinggi terhadap Persija. Kami ingin membangun fondasi tim dengan pemain-pemain yang tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga memiliki loyalitas dan berkarakter pejuang. Ridho adalah salah satu representasi terbaik dari itu,” terang Direktur Persija, Mohamad Prapanca sepertimana dilansir laman persija.id (15/11/2025).
Sejatinya, perpanjangan kontrak yang dilakukan oleh Persija Jakarta kepada Rizky Ridho tersebut merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat dan prospektif. Pasalnya, dilihat dari segi manapun, selain perihal kualitas pemain yang sudah tak bisa diragukan lagi, Persija Jakarta dipastikan bakal mendapatkan keuntungan yang besar.
Hal ini tentunya tak lepas dari tren positif kenaikan harga pasaran sang pemain, di mana semenjak terekam di laman transfermarkt tahun 2021 lalu, harga pasaran eks pemain Persebaya Surabaya itu selalu menanjak dan tak pernah mengalami penurunan satu kali pun.
Dimulai dari harga Rp2,17 miliar ketika Ridho masih menjadi bagian dari Bajul Ijo, harga kapten Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 tahun 2024 lalu itu terus mengalami kenaikan hingga kini bertengger di angka Rp9,56 miliar.
Dan harga ini dipastikan bakal terus merangkak naik, mengingat Ridho sendiri saat ini menjadi salah satu pemain yang diperbincangkan di kancah persepakbolaan dunia pasca masuknya lesakan indah yang dilakukan ke gawang Arema pada bulan Maret lalu.
Sudah pasti, dengan semakin dikenalnya Ridho di pentas persepakbolaan internasional, akan membuat banyak klub tertarik untuk mendatangkan dirinya, sehingga membuat harga tawar sang pemain menjadi meningkat drastis.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka sudah pasti Persija Jakarta yang sudah mengamankan Rizky Ridho hingga setidaknya 3 musim mendatang, akan menjadi pihak yang memegang peranan paling besar dalam hal penentuan harga Ridho jika sang pemain mendapatkan tawaran dari pihak lain.
Sebuah keputusan yang tentunya sangat prospektif dan berorientasi pada keuntungan masa mendatang ya dari Persija Jakarta kali ini!
Baca Juga
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Elegi Luka Modrik: Last Dance Piala Dunia yang Harus Berakhir di Kaki Sahabat Karibnya Sendiri
-
Bukan Kebetulan? 3 Alasan Mengapa Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Masih On The Way!
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
Artikel Terkait
-
Selamat Tinggal Pemain Keturunan, Dipastikan Tinggalkan Timnas Indonesia U-22
-
Indra Sjafri Bantah Marselino Ferdinan Hingga Adrian Wibowo Ikut SEA Games 2025
-
Irak Jaga Asa Lolos Piala Dunia 2026, Momok Timnas Indonesia Tuai Sanjungan
-
Calon Pelatih Timnas Indonesia, Timur Kapadze 'Curi' Ilmu Pep Guardiola
-
Malaysia Lebarkan Jarak dari Timnas Indonesia di Ranking FIFA
Hobi
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
-
Lebih dari 600 Drone Disita FBI, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar Piala Dunia 2026?
-
Brasil vs Norwegia: Momentum Vinicius Jr Salip Catatan Gol Erling Haaland
Terkini
-
Anak Merah Putih di Ujung Sabah
-
Wangi Kopi yang Elegan! 5 Parfum Lokal Ini Siap Temani Malammu agar Lebih Istimewa
-
Debur Timba dan Rahasia yang Menikam Jiwa
-
The Death of Robin Hood: Sulitnya Menerima Sisi Gelap Orang yang Dikagumi
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran