Awal yang tragis harus dialami oleh Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025. Melawan Timnas Filipina yang selama ini selalu sukses mereka pecundangi, Ivar Jenner dan kolega justru harus tertekuk lemas setelah gol tunggal dari Otu Banatao di menit ke-45+1 menjadi pembeda hasil akhir di laga tersebut.
Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan tentunya. Karena selain membuat Indonesia harus kehilangan poin, kekalahan tersebut juga menjadikan mereka tak bisa melaju ke semifinal dengan mengandalkan usahanya sendiri karena harus bergantung dengan hasil dari pertandingan lainnya.
Lebih menyakitkannya lagi, kekalahan yang dialami oleh Indonesia ini juga terjadi setelah PSSI mengorbankan 4 hal penting demi bisa memuluskan langkah Indonesia di gelaran SEA Games 2025 ini.
Kira-kira, sobat bola Yoursay sudah tahu atau belum nih, 4 hal penting yang dikorbankan oleh PSSI untuk Timnas Indonesia ini? Mari kita ulas bersama!
1. Pemusatan Latihan Panjang
Hal pertama yang dikorbankan oleh PSSI untuk memuluskan jalan Indonesia di SEA Games 2025 ini adalah sumber daya keuangan dan waktu. Pasalnya, sepertimana dilansir laman Suara.com (12/11/2025), Timnas anak asuh Indra Sjafri tersebut melakoni TC jangka panjang yang jika dihitung rentang waktunya mencapai bulanan.
Tentunya hal ini merupakan sebuah pengorbanan besar mengingat dalam setiap TC, sudah pasti ada yang namanya uang saku untuk pemain dan pemenuhan fasilitas akomodasi maupun transportasi untuk mereka.
2. Pemanggilan para Pemain Eropa
Hal kedua yang dikorbankan oleh PSSI untuk bisa mewujudkan ambisi melaju jauh di SEA Games 2025 ini adalah memanggil para pemain yang tengah bermain di Eropa.
Bagi para pendukung, tentunya hal ini adalah sebuah hal yang terkesan biasa. Namun dari sudut pandang para pemain, pemanggilan ke SEA Games ini adalah sebuah pertaruhan yang sangat besar karena bisa saja keikutsertaan mereka di gelaran akan membuat para pemain Eropa ini tertinggal beragam sesi latihan di klubnya masing-masing, sehingga membuat mereka pada akhirnya menjadi pilihan ke sekian dari pelatih.
Bukan hanya itu, dengan label pemain Eropa yang memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games kali ini, kekalahan dari Filipina seperti sebuah hal yang tabu untuk terjadi karena secara kualitas, tentunya Pasukan Garuda Muda lebih mumpuni.
3. Abaikan FIFA Matchday
Salah satu pengorbanan besar dari PSSI untuk tim yang berlaga di SEA Games ini adalah mereka dengan sengaja melepas guliran FIFA Matchday bulan November lalu dan mendelegasikan Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri untuk memainkan laga uji coba melawan Mali.
Sekarang, mari kita pikirkan bersama, federasi sepak bola mana yang memilih untuk melepas FIFA matchday ketika timnas senior mereka sedang berada dalam peak performance dan digandrungi oleh para pendukungnya, hanya demi memberikan ruang untuk Timnas Kelompok Umur yang mana akan bertanding di kejuaraan yang bukan resmi dari FIFA?
Mungkin hanya PSSI saja yang melakukan hal itu.
4. Liburkan Liga Indonesia
Pengorbanan selanjutnya yang dilakukan oleh PSSI untuk memfasilitasi Timnas Indonesia U-22 SEA Games ini adalah peliburan Liga Indonesia selama guliran berlangsung.
Sepertimana dilansir laman Suara.com (3/8/2025), Badan Liga Indonesia menyatakan bahwa jadwal guliran kompetisi domestik akan dihentikan sementara waktu ketika Timnas Indonesia bertanding, termasuk di antaranya ketika Pasukan Garuda Muda bertarung di SEA Games bulan Desember ini.
Bagi pihak klub, peliburan ini tentunya menjadi sebuah hal yang sarat dengan pengorbanan. Pasalnya, dengan liburnya liga, maka guliran kompetisi akan semakin bertambah lama dan hal itu bisa berimplikasi pada tambahan pengeluaran pihak klub untuk menggaji maupun memfalisitasi penggawa yang mereka miliki.
Nah itulah 4 pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh PSSI untuk Timnas Indonesia U-22. Sehingga ketika Pasukan Garuda Muda mengalami kekalahan dari Filipina, hal tersebut seperti sebuah hal yang sangat menampar, mengingat banyaknya hal yang telah dikorbankan untuk mereka.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Jenson Seelt Buka Suara Soal Darah Indonesia Miliknya, Kode Merapat ke Skuad Garuda?
-
AC Milan Serius Ingin Rekrut Jay Idzes, Perwakilan Klub Datangi Markas Sassuolo
-
Akui Kehebatan Thailand, Megawati Hangestri Realistis Soal Persaingan Voli Putri SEA Games 2025
-
Daftar 12 Pemain Timnas Basket Putri Indonesia untuk SEA Games 2025, Misi Pertahankan Emas
-
Sea Games 2025: Indra Sjafri Diambang Raih Rekor Buruk dalam Kariernya!
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!