Pembalap Yamaha, Alex Rins, baru-baru ini mengaku bahwa dirinya sudah positif bakal hengkang dari Yamaha akhir tahun 2026. Informasi ini disampaikan oleh Rins setelah dirinya melakukan komunikasi via telepon dengan Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli.
Sebelum ini, Alex Rins sempat meragukan masa depannya di Yamaha karena performa motor V4 yang belum maksimal. Langkah pabrikan asal Jepang tersebut dalam mengganti jenis mesin motornya dari inline4 menjadi V4 memang menjadi PR bagi pembalapnya, termasuk Rins, untuk memulai dari 0.
Sekarang, keraguan Rins sepertinya sudah jelas bahwa dia harus pergi dari Yamaha. Menurut pengakuan pembalap asal Spanyol tersebut, Massimo Meregalli telah mencapai kesepakatan dengan pembalap lain.
“Sebelas hari yang lalu, saya menelepon Massimo Meregalli, hanya panggilan biasa. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Ketika saya meneleponnya, saya langsung bertanya, 'Apakah ada perkembangan terbaru?' Dan dia tidak mengatakan apa pun. Jadi saya berkata, 'Maio?' Dia mengatakan bahwa dia seharusnya tidak mengatakan apa pun tetapi dia akan memberi tahu saya karena dia memiliki hubungan yang baik dengan saya. Dia berkata, 'Jangan katakan apa pun sekarang, tetapi kami telah menandatangani kontrak dengan pembalap kedua'," jelas Rins, dilansir dari situs resmi MotoGP, motogp.com.
Dari pernyataan yang dilontarkan Massimo Meregalli, muncul beberapa pertanyaan, siapa pembalap kedua yang dimaksud dan siapa pembalap pertamanya? Pasalnya, Yamaha belum pernah mengumumkan secara resmi pembalap yang mereka akui sudah mereka kontrak.
Namun, dari rumor-rumor yang beredar belakangan ini, Jorge Martin adalah nama pertama yang digosipkan akan pindah ke Yamaha tahun depan untuk menggantikan Fabio Quartararo.
Kemudian, saat jeda antara GP Amerika dan GP Spanyol ini kembali muncul berita bahwa Yamaha telah berhasil mengontrak Ai Ogura dari Trackhouse. Dengan adanya pembalap kedua itu artinya posisi Alex Rins juga tersingkir.
Kendati demikian, hingga saat ini kebenarannya belum dapat dipastikan karena belum ada konfirmasi baik dari Yamaha atau pembalap-pembalap tersebut.
Sementara itu, tentang kabar yang disampaikan oleh Massimo Meregalli, Alex Rins mengaku merasa tidak baik-baik saja.
“Saat ini saya sedang tidak dalam kondisi yang baik karena berita ini," katanya.
Namun, keputusan ini sudah diambil oleh Yamaha dan mau tidak mau dia harus legowo dalam menerima. Alex masih bertekad untuk memberikan yang terbaik di sisa waktu bersama Yamaha.
"Tapi mereka sudah mengambil keputusan, jadi saya harus menghormatinya. Saya akan memberikan 100%, saya Alex yang sama yang menang dengan Suzuki atau Honda, dan masih ada 18 balapan lagi di depan kita. Jadi kita akan mengerahkan semua kemampuan," tambahnya.
Lantas, ke mana perginya Alex Rins jika Yamaha sudah mendepaknya? Saat ini, belum ada rumor yang memberitakan tentang tim mana yang tertarik untuk mendatangkan Rins.
Yang jelas, dia masih menginginkan untuk berada di MotoGP dibandingkan harus banting setir ke kompetisi lain, seperti WorldSBK.
"Saya merasa bahwa saya perlu tetap di sini dan saya masih memiliki banyak potensi di kejuaraan ini,” ujarnya.
Seperti yang dikatakan Rins tadi, bahwa masih ada 18 seri lagi untuk dijalani bersama Yamaha, artinya masih ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Rins mengatakan dia ingin memberikan yang terbaik di sisa waktu bersama Yamaha. Siapa tahu di saat performanya membaik, itu bisa menjadi batu loncatan sehingga ada tim yang berminat untuk merekrutnya.
Menurut kalian, apakah Alex Rins bisa memaksimalkan performanya bersama Yamaha di sisa seri musim 2026 ini?
Baca Juga
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
-
Jadwal MotoGP Jerez 2026: Usai Libur Panjang, Tim Mana yang akan Bersinar?
-
Marc Marquez Tunda Perpanjangan Kontrak, Ducati Sudah Cari Pengganti?
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
Artikel Terkait
Hobi
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Terkini
-
Jaring Pengamanku Berhenti, tapi Beban Hidup Terus Menanti: Refleksi Seorang Penerima Beasiswa
-
Sebuah Mahakarya Dokumenter: A Gorilla Story Jadi Warisan David Attenborough di Rimba Rwanda
-
Beli Barang Masa Kecil Bukan Boros, Tapi Cara Sederhana Bahagiakan Inner Child
-
Surat yang Ditulis oleh Diriku di Masa Depan
-
Mau Nonton Bioskop di Jember? Cek 4 Lokasi Paling Hits dan Nyaman Ini