Timnas Indonesia U-20 di bawah asuhan pelatih baru Nova Arianto bersiap menghadapi jadwal yang sangat padat menuju kompetisi penting. Untuk mematangkan skuad jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, sang juru taktik mengungkapkan bahwa timnya telah diagendakan menjalani belasan uji coba.
Laga-laga ini menjadi kunci untuk membentuk tim yang solid, siap bersaing di level Asia. Melansir Antara News, Nova yang baru resmi promosi pada 20 November lalu mengungkapkan bahwa timnya akan melakoni total 11 pertandingan uji coba.
Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 sendiri rencananya akan digelar pada Agustus 2026, dengan putaran final diselenggarakan pada Maret 2027 di China.
Pelatih yang baru saja sukses membawa Timnas U-17 mencetak sejarah di Piala Dunia U-17 2025 ini menjelaskan bahwa 11 pertandingan uji coba tersebut sudah termasuk laga-laga yang akan dimainkan di Kejuaraan ASEAN U-19 (Piala AFF U-19) 2026.
Turnamen regional ini akan menjadi ajang pemanasan penting sebelum babak kualifikasi berlangsung.
"Jadi untuk rencana-rencana program kita ke depannya, tetapi sesuai dengan apa yang disampaikan dari coach Alex (Alexander Zwiers - Direktur Teknik PSSI) adalah, bagaimana coach Alex mempersiapkan 11 kali uji coba menuju ke kualifikasi," kata Nova saat ditemui awak media pada jumpa pers Festival Sepak Bola Rakyat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, "Itu termasuk dari rencana ada Piala AFF di tengah-tengahnya, jadi 11 uji coba itu sudah termasuk dari pertandingannya."
Sejak diumumkan secara resmi, Nova Arianto langsung bergerak cepat dalam proses pencarian dan pengenalan calon-calon pemainnya. Ia telah melihat kemampuan total 48 pemain yang dibagi dalam dua batch seleksi.
"Memang dari sini saya terima kasih pada PSSI yang sekali lagi memberi kesempatan buat saya, buat saya adalah mencari talenta-talenta baru, karena saya sangat baru ya di tim U20, termasuk talenta-talenta kita di usia 2007," ujar Nova, menunjukkan fokusnya pada talenta-talenta muda.
Rencananya, seleksi akan berlanjut ke batch ketiga yang diagendakan pada sekitar bulan Januari atau Maret tahun depan. Dalam batch terakhir ini, Nova berencana memanggil beberapa pemain diaspora baru untuk melengkapi komposisi timnya.
Setelah proses seleksi rampung, pemain-pemain pilihan Nova akan digabungkan dengan alumni pemainnya dari Timnas U-17 yang sebelumnya bermain di Piala Dunia U-17 2025.
Gabungkan Kekuatan Alumni U-17 dan Talenta Baru
Mengenai potensi penggabungan pemain yang usianya relatif lebih muda dari tim U-17 ke skuad U-20, Nova tidak khawatir. Ia berpendapat bahwa perbedaan usia yang hanya satu tahun tidak akan menjadi masalah besar.
"Kalau dengan perbedaan usia yang hanya 1 tahun, saya pikir nggak ada masalah dengan pemain-pemain dari tim U-17 dari Piala Dunia kemarin untuk naik dan itu akan kita lihat situasinya nanti di TC selanjutnya," jelasnya.
Penggabungan ini ditujukan untuk mendapatkan skuad terbaik. Nova akan melihat siapa saja pemain yang paling pantas mengisi tempat di Timnas U-20 setelah semua talenta berkumpul.
"Jadi hasil dari seleksi ini kita akan gabung dengan pemain-pemain dari tim U-17, dan sekali lagi kita lihat siapa pemain-pemain yang pantas untuk berada di tim U-20," tambahnya.
Keputusan PSSI menunjuk Nova Arianto tak lepas dari rekam jejaknya yang mentereng di level usia muda. Ia sukses besar saat memimpin Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025 dengan penampilan apik di Piala Asia U-17 2025, termasuk kemenangan 1-0 atas Korea Selatan dan 4-1 atas Yaman.
Prestasi ini merupakan kelanjutan dari hasil positif yang diraihnya saat melatih Timnas U-16, di mana skuadnya meraih peringkat ketiga Piala AFF U-16 2024 dengan rekor hanya satu kali kekalahan sepanjang masa penugasannya. Di Timnas U-17, ia bahkan membawa skuadnya tak terkalahkan di fase grup Piala Asia U-17 2025, menunjukkan strategi matang dan pertahanan yang solid.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Elkan Baggott Comeback, Lini Belakang Timnas Indonesia Makin Terjamin?
-
Garuda Calling! John Herdman Kembalikan Nuansa Era Lama di Timnas Indonesia
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
Artikel Terkait
-
Tolak Timnas Indonesia, John Heitinga Punya Rekam Jejak Buruk Sebagai Pelatih Kepala
-
John Heitinga Keturunan Mana? Legenda Ajax Tolak Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Ditolak John Heitinga dan Timur Kapadze, John Herdman Jadi Pilihan Terakhir PSSI?
-
Penjelasan Timnas Indonesia U-22 Bisa Tersingkir dari SEA Games 2025 Tanpa Lawan Myanmar
-
Dear Indra Sjafri, Pakai 3 Pemain Timnas Indonesia Ini untuk Hajar Myanmar
Hobi
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Ikonik dan Langka: Ducati Panigale V4 Lamborghini Pertama di Indonesia
Terkini
-
Bersenandung dengan Puisi di Buku Syair-Syair Cinta Karya Kahlil Gibran
-
Tak Seperti Kamu
-
Pelajaran Berharga tentang Waktu dari Buku Seni Mengelola Waktu
-
Lebaran Sebentar Lagi! dr. Tirta Bagikan Tips agar THR Tak Boncos
-
Makin Bijak di Bulan Ramadan: Bedah Kitab Luqman al Hakim yang Namanya Diabadikan di Al Quran