Aksi yang dilakukan oleh Rafael Struick pada pertandingan yang mempertemukan timnya, Dewa United melawan Bhayangkara FC pada Senin (5/1/2026) lalu membuat para penikmat sepak bola nasional mengernyitkan dahi dan menyimpan tanya.
Seorang Rafael Struick, yang selama berkiprah bersama Timnas Indonesia beberapa tahun belakangan ini selalu menunjukkan sikap santun dan adem, tiba-tiba saja menjadi bringas dan memicu kericuhan kedua tim.
Seperti yang diilansir laman Suara.com (6/1/2026), pada pertandingan tersebut Struick menjadi pemicu kericuhan setelah aksinya menggebok pemain senior Ilija Spasojevic. Meskipun pada akhirnya berujung damai, namun aksi Struick tersebut seolah semakin melengkapi perjalanan tak idealnya bersama Dewa United di pentas Liga Indonesia musim ini.
Harus kita akui, penampilan seorang Rafael Struick bersama Dewa United di musim ini memang cenderung mengecewakan. Bahkan, penampilan ini dapat dikatakan jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan yang dijalaninya bersama Timnas Indonesia.
Memang, baik saat bermain di Timnas maupun saat bermain bersama Dewa United, Struick sama-sama "pelit gol". Namun, secara permainan dan performa, pemain berusia 22 tahun ini sangat berbeda jauh.
Selain faktor internal yang mungkin hanya Struick sendiri yang tahu pastinya, besar kemungkinan selama berada di Dewa United, eks pemain Brisbane Roar ini cenderung tak cocok dengan gaya yang dikembangkan oleh sang pelatih, Jan Olde Riekerink.
Patut digarisbawahi, dalam hal ini saya tidak akan berspekulasi dengan mengatakan bahwa Jan Olde Riekerink bukanlah pelatih yang bagus. Secara teknis, pelatih berkebangsaan Belanda ini tentunya menjadi salah satu yang terbaik di jajaran pelatih Liga Indonesia.
Namun yang menjadi permasalahan bagi Struick adalah, bisa jadi pelatih Jan Olde ini belum menjadi sosok pelatih yang 100 persen tepat bagi dirinya, baik itu dalam hal kebijakannya sebagai pelatih ataupun dalam hal implementasi permainan saat melatih.
Dengan kata lain, bisa jadi menurunnya performa Struick hingga melakukan hal-hal negatif seperti kepasa Spaso kemarin juga dipengaruhi oleh kurang pahamnya pelatih Jan Olde terhadap karakteristik Struick saat bermain.
Pasalnya, jika diurut-urut, ketika pelatih Jan Olde ini kurang penuh dalam memahami karakteristik permainan yang dimiliki oleh Struick, maka dirinya akan memiliki mindset bahwa Struick kurang cocok dengan gaya bermain yang dia kembangkan.
Sehingga pada akhirnya, dirinya pun hanya memberikan sedikit kesempatan kepada sang pemain untuk bermain, yang mana jika dilihat dari sisi seorang pemain profesional, terlebih dengan label pemain Timnas seperti Struick, hal itu bisa memicu rasa frustrasi yang berimbas pada menurunnya kualitas permainan yang dimiliki karena merasa terbebani.
Hal berbeda justru terjadi saat Struick mendapatkan pelatih seperti seorang Shin Tae-yong. Memang, seperti yang telah dituliskan di atas, Struick sendiri juga pelit gol saat bermain untuk Timnas Indonesia. Namun, berbekal pemahaman karakter bermain yang baik, STY tetap memainkan Struick di pertandingan-pertandingan penting.
Tujuannya bahkan tak melulu mencetak gol. STY yang paham dengan gaya bermain dan karakter permainan dari El Klemer, tak memasrahi sang pemain untuk memburu gol saat memainkannya, namun justru menugasinya untuk menarik atensi pemain lawan dan membuka ruang.
Hasilnya? Kita bisa lihat sendiri. Meskipun sama-sama pelit dalam hal mencetak gol, namun kolaborasi Struick bersama STY di Timnas Indonesia mampu menghasilkan capaian yang cukup apik jika dibandingkan dengan apa yang ditunjukkannya bersama Dewa United. Yah, setidaknya hingga saat ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
Artikel Terkait
-
Mike Rajasa Tak Lupa Momen Debut Bersama Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
-
Bukan Pelatih Biasa, Nakhoda Timnas Indonesia John Herdman Punya Gelar Doktor Kehormatan
-
Nestapa Indonesia Kini, Satu-Satunya Semifinalis AFC U-23 yang Terbuang Imbas Blunder Fatal PSSI
-
Pemain Keturunan Ini Berperan di Pemecatan Ruben Amorim, Bisa Dilirik John Herdman
-
Gempita AFC U-23 dan Kenangan Manis One Hit Wonder Timnas Indonesia karena Tangan Dingin STY!
Hobi
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
Terkini
-
4 Cara Mudah Download Video di TikTok: Tanpa Watermark, Aman, dan Tetap HD
-
Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian
-
4 HP Murah Baru 2026 yang Layak Dibeli: Baterai Besar, Kamera Tajam, dan Harga Bersahabat
-
Petualangan Lima Sekawan yang Ikonik di Buku Enid Blyton
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi