Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman belum juga melakukan tugasnya setelah ditunjuk oleh PSSI pada tanggal 3 Januari 2026 lalu. Meski demikian, para komentator sepak bola dalam negeri, sudah mulai menyenggol keberadaan eks pelatih Timnas Kanada tersebut.
Setidaknya, tiga nama yang selama ini kerap mengisi ruang komentar publik terkait Timnas Indonesia, yakni Justinus Lhaksana, Tommy Welly dan Akmal Marhali, mulai muncul ke permukaan dengan komentar-komentar khas mereka.
Seperti misal, Justinus Lhaksana, melalui kanal YouTube pribadinya di tanggal 4 Januari 2026 lalu menyampaikan bahwa John Herdman bukanlah pelatih tier satu atau dua di dunia ini.
Dalam pandangannya, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut "hanyalah" pelatih kelas ketiga atau bahkan keempat dalam piramida dunia kepelatihan internasional.
Sejalan dengan Justin, Towel dan Akmal Marhali juga menyampaikan hal minor terkait John Herdman. Dalam kesempatan yang berbeda, dua komentator ini mengeluarkan statemen yang cukup mirip terkait Herdman.
Baik Towel maupun Akmal menyatakan bahwa meskipun Herdman meraih kesuksesan di Timnas Kanada, namun hal itu belum tentu juga akan terjadi di Timnas Indonesia.
Pasalnya, menurut keduanya, tak ada metode melatih yang benar-benar tepat dan cocok untuk diterapkan antara tim satu dengan tim lainnya, sehingga ketika di tim lain seorang pelatih bisa memberikan kejayaan, namun belum tentu hal itu bisa dilakukan di tim yang lain.
Sejatinya, komentar-komentar miring yang dilontarkan oleh tiga nama di atas bukanlah sebuah hal yang baru dalam dunia sepak bola Indonesia.
Pasalnya, ketika Timnas Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat di bawah asuhan Shin Tae-yong, komentar dari tiga sosok ini kerap kali memantik kontroversi publik.
Ibarat melawan arus, ketika kebanyakan para penikmat sepak bola nasional merasa puas dengan hasil racikan Shin Tae-yong, ketiganya justru menyampaikan hal yang berkebalikan.
Ironisnya, meskipun hanya dikeluarkan oleh tiga nama di atas, namun karena pengaruh besar yang mereka miliki di dunia sepak bola nasional, PSSI dan Erick Thohir pada akhirnya memilih untuk memecat coach Shin dan menggantikannya dengan Patrick Kluivert.
Sebuah keputusan fatal yang pada akhirnya membuat para penggemar Pasukan Garuda kecewa dan memunculkan barisan sakit hati yang di kemudian hari mendapatkan sebutan sebagai "Ternak Shin Tae-yong" di beragam platform media sosial.
Berkaitan dengan mulai munculnya beragam kritik dari para komentator di atas kepada John Herdman, besar kemungkinan "Ternak STY" yang sampai saat ini sedikit banyak masih menaruh kekecewaan kepada mereka, akan berbalik arah dan berdiri paling depan dalam melakukan back-up kepada John Herdman.
Alasannya sudah tak lagi bertendensi pada dendam pribadi, namun lebih dikarenakan para "Ternak STY" ini melihat ada sebuah hal yang positif pada diri John Herdman ketika para komentator tersebut mulai berisik dan mengusik.
Berkaca dari apa yang telah terjadi pada Shin Tae-yong, di mana dengan segala pencapaian mengilap yang dipersembahkannya untuk Indonesia namun tetap saja mendapatkan serangan, maka bisa jadi mereka yang kini belum bisa move on dari STY akan berada di pihak Herdman.
Bukan hanya karena tak ingin pelatih anyar Timnas Indonesia tersebut bernasib sama seperti Shin Tae-yong, namun juga ada penyebab lain yang cukup menguatkan.
Karena bagaimanapun, saat ini sudah beredar sebuah kepercayaan aneh di mindset para pendukung setia Timnas Indonesia, yakni para komentator "arus balik" tersebut akan bersuara nyaring ketika Timnas Indonesia dan pelatihnya sudah berada di jalur yang benar.
Jadi, ketika nantinya barisan "Ternak STY" berbalik arah dan menjadi pendukung garis keras dari John Herdman, hal itu sudah tak lagi menjadi sebuah keanehan. Alasannya sederhana, karena mereka tak ingin Timnas Indonesia dan pelatihnya diacak-acak lagi oleh para komentator itu sepertimana yang sudah terjadi pada Shin Tae-yong dulu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Tak Takut Dicaci! John Herdman Siap Dihantam Tekanan Suporter Indonesia
-
Jay Idzes Jadi Kunci! Ini Misi Awal John Herdman di Timnas Indonesia
-
John Herdman: Timnas Indonesia Layak Naik Kelas
-
Kata-kata Pertama John Herdman Usai Diperkenalkan Sebagai Pelatih Timnas Indonesia
-
Resmi Diperkenalkan Erick Thohir, Ini Ambisi Besar John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Hobi
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
Terkini
-
Spesial 20 Tahun, The Girl Who Leapt Through Time Tayang 4K di Jepang
-
Mahar Ketinggian, Jalur Instan jadi Pilihan: Ironi Pesugihan Sate Gagak
-
4 Serum Lactic Acid untuk Eksfoliasi Kulit Kusam dan Bertekstur Kasar
-
Mulai Rp20 Ribuan! Ini 7 Rekomendasi Parfum Pria Non-Alkohol yang Awet Seharian
-
Drama Undercover High School: Saat Agen Rahasia Menyamar Jadi Siswa SMA