Salah satu negara yang terletak di kawasan Asia Selatan, Bangladesh baru-baru ini menawari Timnas Indonesia untuk melakoni laga uji coba.
Dilansir dari laman Suara.com (8/1/2026), negara yang menjadi asal dari pemain Leicester City, Hamza Choudhury tersebut mengajak Indonesia untuk bertanding di guliran FIFA Matchday bulan Maret 2026 mendatang.
Namun sayangnya, tawaran dari negara yang merupakan sempalan dari Pakistan tersebut urung untuk diterima. Setidaknya, ada 2 alasan yang membuat Indonesia harus menolak ajakan uji coba dari Bangladesh tersebut.
Apa sajakah itu? Mari kita bahas bersama!
1. Peringkat FIFA yang Rendah
Alasan pertama mengapa Timnas Indonesia pantas menolak ajakan uji coba dari Bangladesh ini adalah karena peringkat tim lawan yang terbilang rendah.
Berdasarkan tabel peringkat terbaru yang dirilis oleh FIFA, Bangladesh sendiri saat ini menghuni peringkat ke-180 dunia, yang mana berbeda hampir 60 strip dengan posisi Indonesia saat ini.
Dengan demikian menjulangnya jarak peringkat FIFA yang dimiliki oleh kedua negara, tentunya dari uji coba yang dijalani itu tak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penambahan poin bagi Indonesia jika memenangi pertarungan.
Karena bagaimanapun, mindset negara-negara member FIFA di era persepakbolaan modern kali ini adalah, selain untuk meningkatkan kualitas, laga uji coba juga digunakan sebagai ajang untuk push rank di tabel peringkat FIFA.
Sehingga, sudah sangat tepat kiranya jika Indonesia menolak ajakan dari Bangladesh untuk beruji coba.
2. Berbarengan dengan Agenda FIFA Series
Jauh sebelum Bangladesh mengajak beruji coba, Timnas Indonesia sendiri sudah mendapatkan kepercayaan dari induk sepak bola dunia, FIFA untuk menjadi tuan rumah FIFA Series 2026.
Berdasarkan rilisan jadwal dari FIFA, agenda tersebut akan digulirkan pada tanggal 23–31 Maret 2026 yang mana berbarengan dengan FIFA Matchday periode bulan Maret.
Secara logika, tentu saja Indonesia sudah pasti akan memilih untuk bermain di FIFA Series. Karena selain menjalankan amanat dari induk sepak bola dunia yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia, agenda FIFA Series juga jauh lebih prestisius ketimbang menjalani laga uji coba melawan Bangladesh.
Berdasarkan alasan-alasan di atas, memang sudah sepatutnya ajakan uji coba dari Bangladesh sebaiknya ditolak saja ya oleh Timnas Indonesia. Karena bagaimanapun, tanpa bermaksud merendahkan kualitas dari Timnas Bangladesh, laga uji coba nanti tak akan memberikan memberikan dampak yang signifikan bagi Pasukan Merah Putih.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
Artikel Terkait
-
Penyerang Timnas Indonesia Dirumorkan Segera Hijrah ke Liga Thailand, Siapa Dia?
-
John Herdman Percaya Diri Tatap Piala Asia 2027, Optimis Berbicara Banyak
-
Duit Miliaran Rupiah Raib, Federasi Sepak Bola Tunisia Batal Tunjuk Patrick Kluivert
-
Ini Dia John Herdman, Nahkoda Baru Timnas Indonesia
-
3 Pemain Top Dunia yang Pernah Dilatih John Herdman, Kini Tangani Timnas Indonesia
Hobi
-
Inggris vs Argentina: Bab Baru Rivalitas atau Pengulangan Sejarah Lama?
-
Cetak Brace, Jude Bellingham Bisa Kejar Rekor Messi?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
Terkini
-
Drama Human Vapor, Balas Dendam Manusia Gas Kepada Para Pelaku Bullying
-
Membaca Catatan Harian Seorang Mafia Pajak: Antara Kebenaran yang Pahit dan Fiksi yang Terasa Nyata
-
Review Bobae Banjum: Creamy Jjamppong yang Wajib Dicoba Pecinta Makanan Korea
-
Membangun Optimisme Tanpa Membungkam: Kritik adalah Bagian Mandat Demokrasi
-
Review Film Dhamaal 4: Paket Lengkap Komedi Situasi yang Sangat Menghibur