Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Rizky Ridho. (Instagram/rizkyridhoramdhani)
Rana Fayola R.

Hasil drawing babak penyisihan grup Piala ASEAN 2026 telah resmi diumumkan, dan bek andalan timnas Indonesia, Rizky Ridho, memberikan pandangannya terkait persaingan di ajang tersebut. Meski tantangan besar menanti, pemain Persija Jakarta itu tetap optimistis dan berani menargetkan gelar juara demi mengakhiri penantian panjang masyarakat Indonesia.

Acara pengundian grup tersebut berlangsung pada Kamis (15/1/2026). Berdasarkan hasil undian, Indonesia dipastikan masuk ke dalam Grup A bersama tim-tim yang memiliki karakteristik permainan beragam.

Di Grup A, skuad Garuda akan bersaing dengan juara bertahan Vietnam serta tim kuat lainnya yakni Singapura. Selain itu, grup ini juga dihuni oleh Kamboja dan satu tim yang akan memenangkan babak playoff antara Timor Leste atau Brunei Darussalam.

Rizky Ridho menilai bahwa meskipun ada tim-tim yang secara peringkat berada di bawah Indonesia, Grup A bukanlah grup yang mudah untuk dilewati. Ia menekankan perlunya kerja keras dari seluruh elemen tim.

"Ini bukan grup yang mudah, tentunya kita akan berusaha lebih keras lagi untuk mewujudkan apa yang kita harapkan," ujar bek berusia 24 tahun tersebut saat ditemui usai acara undian, sebagaimana diungkap Antara News.

Ridho menyadari betul bahwa harapan masyarakat Indonesia sangat besar. Sejarah mencatat bahwa tim Garuda sudah terlalu sering hanya menjadi penghuni posisi kedua di ajang sepak bola bergengsi Asia Tenggara ini.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia sudah enam kali merasakan pahitnya menjadi runner-up. Oleh karena itu, Ridho sangat berharap kali ini trofi juara benar-benar bisa dibawa pulang ke tanah air.

Kehadiran pelatih baru, John Herdman dinilai memberikan secercah harapan baru bagi skuad Garuda. Ridho optimistis bahwa di bawah arahan pelatih asal Inggris tersebut, performa tim bisa lebih maksimal hingga partai puncak.

"Harus sampai final dan juara insya Allah," tambahnya

Tantangan Pemanggilan Pemain

Pelaksanaan Piala ASEAN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Jadwal ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak masuk dalam kalender resmi FIFA match day.

Kondisi tersebut menimbulkan kemungkinan bahwa klub-klub di Eropa tidak akan melepaskan pemain Indonesia yang berkarier di sana. Hal ini tentu akan memengaruhi komposisi pemain utama yang selama ini menjadi andalan.

Pelatih John Herdman sendiri sebelumnya sempat mengungkapkan rencana strategisnya. Ia berniat memberikan kesempatan kepada para pemain yang selama ini jarang mendapatkan menit bermain di tim nasional.

Artinya, Piala ASEAN 2026 kemungkinan besar akan menjadi panggung bagi para pemain "lapis kedua". Turnamen ini sekaligus menjadi ujian perdana bagi kepemimpinan Herdman dalam meracik strategi dengan materi pemain yang ada.

Menanggapi hal tersebut, Rizky Ridho tetap menunjukkan sikap positif. Menurutnya, siapa pun pemain yang nantinya dipanggil oleh pelatih pasti akan memberikan dedikasi 100 persen untuk negara.

Ia percaya bahwa kualitas pemain lokal maupun pemain yang merumput di luar negeri memiliki tujuan yang sama. Ridho tetap membuka kemungkinan jika ada pemain dari Eropa yang bisa bergabung di tengah kompetisi.

"Pasti kita akan sama-sama juga karena tujuannya juga satu, ya mendapatkan trofi itu," pungkas Ridho mengakhiri pembicaraan.