Nama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kembali menjadi bahan bahasan panas dari publik sepak bola Malaysia. Meskipun status keterlibatannya sampai saat ini masih belum jelas terkait pengaduan kasus skandal naturalisasi pemain Malaysia, namun media-media di Negeri Jiran tersebut secara terang-terangan menyebutkan peran Erick dalam kasus tersebut.
Tanpa "tedeng aling-aling" dan tanpa menyembunyikan identitas dalam inisial, salah satu media ternama Malaysia, Mynewshub menuliskan peran dari eks Presiden Inter Milan itu di kasus yang sampai kini masih berlarut-larut.
"Dalam laporan itu, Erick dituding berperan secara tidak langsung dalam pengiriman dokumen dan pengumpulan bahan aduan," tulis Mynewshub seperti dikutip dari laman Suara.com (16/2/2026).
Tudingan telak media Malaysia ini tentunya seperti mengulang apa yang telah dilakukan oleh TMJ beberapa waktu lalu. Ketika kasus skandal naturalisasi ini mencuat pada bulan September lalu, bos dari klub JDT itu menuliskan sebuah "tudingan terselubung" yang menyinggung keberadaan Presiden Prabowo di New York bersama Gianni Infantino.
Masuknya nama Erick Thohir dalam daftar tuding yang dilakukan oleh media Malaysia membuat satu pertanyaan muncul. Apakah dengan ini Ketua Umum PSSI tersebut akan mendapatkan pembelaan dari para warganet dan pendukung Timnas Indonesia, ataukah justru kebalikannya?
Seperti yang kita ketahui bersama, semenjak tragedi pelengseran Shin Tae-yong dari posisi pelatih kepala Timnas Indonesia pada bulan Januari 2025 lalu, nama Erick Thohir yang sebelumnya begitu dielu-elukan oleh para pendukung setia Pasukan Garuda terjerembab jatuh dan menjadi public enemy nomor wahid di kalangan pendukung.
Alih-alih mengapresiasi pergantian pelatih yang dilakukan, kebijakan yang dilakukan oleh Erick Thohir tersebut justru menjadikannya sebagai pesakitan. Jika dulunya Erick Thohir dilabeli sebagai penyelamat persepakbolaan Indonesia, semenjak blundernya tersebut nama sosok yang juga menjabat sebagai Menpora itu berubah menjadi tak harum-harum amat.
Bahkan dalam setiap postingan media sosialnya, mantan pemilik klub DC United ini juga selalu menjadi bahan perundungan dari warganet karena dinilai sebagai nama yang paling bertanggung jawab di balik kegagalan demi kegagalan yang kini melanda persepakbolaan Indonesia.
Maka tak mengherankan jika pada akhirnya muncul pertanyaan apakah Erick Thohir ini akan mendapatkan pembelaan setelah namanya disangkut-pautkan oleh media Malaysia dan dituding sebagai dalang pelaporan skandal naturalisasi mereka ke FIFA.
Sejatinya, jika berkaca kepada kelakuan para warganet Indonesia selama ini sendiri cenderung unik. Sekesal-kesalnya mereka terhadap seseorang mereka tak rela jika orang tersebut mendapatkan serangan dari luar negeri.
Dengan kata lain, di kalangan para warganet Indonesia muncul anekdot "tidak ada yang boleh menghina atau mengolok-olok figur Tanah Air kecuali mereka sendiri". Maka akan sangat mungkin meskipun tak banyak, masih akan tetap ada warganet Tanah Air yang membela Erick Thohir dari hujatan warga negara lain.
Terlebih lagi ini sudah menyangkut hubungan antara Indonesia dan Malaysia yang seperti kita ketahui sendiri, selalu memunculkan sentimen tersendiri di antara keduanya.
Sekarang kita tinggal menunggu, kira-kira seberapa banyak warganet Indonesia yang akan membela Erick Thohir terkait tudingan dari media Malaysia tersebut.
Baca Juga
-
Skandal Naturalisasi Malaysia dan Upaya Kriminalisasi Jilid II kepada Indonesia
-
Tiket ke Liga Nasional Hangus! Kisah Pilu PSIR Rembang Didiskualifikasi Gara-Gara Suporter FOMO
-
Nasib Nahas PSIR Rembang dan Wajah Sejati dari Persepakbolaan Dalam Negeri
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
Artikel Terkait
-
Skandal Naturalisasi Malaysia dan Upaya Kriminalisasi Jilid II kepada Indonesia
-
Media Malaysia: Erick Thohir Dalang Harimau Malaya Diadukan ke FIFA
-
Media Malaysia Tuding Erick Thohir Dalang Aduan ke FIFA soal Skandal 7 Pemain Naturalisasi
-
Timnas Indonesia, Asian Games 2026 dan Blunder Pemangku Kebijakan yang Terus Meminta Tumbal
-
Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu
Hobi
-
Mauro Zijlstra Debut di Persija Jakarta, Adaptasi Jadi Tantangan Utama?
-
7 Fakta Unik MotoGP 2026, Tahun Terakhir Gunakan Mesin 1000cc
-
Skandal Naturalisasi Malaysia dan Upaya Kriminalisasi Jilid II kepada Indonesia
-
John Herdman 'Blusukan' ke Liga 2, Berencana Orbitkan Pemain Baru?
-
Motor Jarang Digunakan Tetap Harus Servis Rutin, Ini Alasannya!
Terkini
-
7 Laptop OLED Paling Worth It 2026, Cocok Buat Kerja Kantor dan Editing
-
Eksotika dan Keseruan Glamping di Lembah Bromo Malang
-
Ramadan 2026: Mencari Makna Kesederhanaan Saat Tekanan Ekonomi Menghimpit
-
Catat Tanggalnya! Jadwal Tayang Film Once We Were Us di Bioskop Indonesia
-
Realitas dan Mitos: Menyusuri Narasi Jawa dalam Novel Kereta Semar Lembu