Para pemain Timnas Indonesia yang kini tengah meniti karier dengan abroad di benua Eropa belakangan ini menunjukkan performa yang sangat apik.
Di Liga Italia Serie A, Emil Audero Mulyadi yang tak lain dan tak bukan merupakan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, sukses mengangkangi statistik kiper-kiper kelas dunia.
Tak main-main, dalam beragam statistik yang dirilis oleh berbagai sumber menyebutkan, pencapaian Emil Audero bersama Cremonense musim ini benar-benar membuat para penjaga gawang lain kalah kelas.
Bagaimana tidak, catatan penyelamatan yang melimpah milik Emil musim ini membuat eks penjaga gawang Juventus tersebut menaklukkan penjaga gawang level dunia sekelas David de Gea yang kesohor bersama klub legendari Manchester United.
Uniknya, bukan hanya Emil Audero di Liga Italia Serie A saja yang sinarnya kini tengah menyilaukan, sang kompatriot yang kini mentas di Bundesliga, Kevin Diks juga menunjukkan aura gemerlapnya di pentas liga.
Berdasarkan rilisan laman Suara.com (4/3/2026), Kevin Diks yang notabene berposisi sebagai seorang bek, saat ini justru tercatat sebagai pemain dari benua Asia yang paling produktif.
Berdasarkan catatan laman transfermarkt, pemain yang kini berseragam Borussia Monchengladbach tersebut telah mencatatkan empat gol, yang mana menjadi jumlah paling banyak dari para penggawa benua Kuning lainnya.
Dari laman yang sama disebutkan, empat gol yang dikoleksi oleh Kevin Diks tersebut diciptakannya ketika melawan FC Koln (9/11/2025), Heidenheim (22/11/2025), FC Augsburg (11/1/2026) dan terbaru saat melawan Union Berlin (28/2/2026) kemarin.
Uniknya, gelontoran empat gol yang ditorehkan oleh Kevin Diks tersebut selain melambungkan namanya sebagai penggawa Asia paling produktif, juga membuat para pemain Asia lainnya menjadi insecure.
Pasalnya, berdasarkan data rangkuman laman Instagram dan Threads @seasia.goal, empat gol milik Diks tersebut secara jumlah melebihi torehan para pesepakbola Asia lain yang kini mentas di Bundesliga.
Satu-satunya pemain yang menyamai jumlah 4 gol dari Kevin Diks di Bundesliga musim ini adalah Ritsu Doan asal Jepang yang berposisi sebagai sayap serang kanan.
Selebihnya, penggawa-penggawa Asia lainnya seperti Suzuki Yuito, Shuto Machino, Hiroki Ito, Lee Jae-sung, Jeong Woo-yeong dan Jens Castrop yang mana kebanyakan di antara mereka berposisi sebagai pemain yang memiliki orientasi menyerang, masih kalah produktif jika dibandingkan Diks yang merupakan penggawa pertahanan.
Jika terus konsisten mencetak gol begini, sepertinya Kevin Diks bakal semakin membuat para penggawa Asia lainnya insecure deh!
Daftar Gol Pemain Asia di Bundesliga 2025/2026:
- Kevin Diks (Bek Tengah / 4 gol)
- Ritsu Doan (Sayang Serang Kanan / 4 gol)
- Suzuki Yuito (Second Striker / 3 gol)
- Shuto Machino (Penyerang Utama / 3 gol)
- Lee Jae-sung (Gelandang Serang / 2 gol)
- Jeong Woo-yeong (Gelandang Sedang / 2 gol)
- Jens Castrop (Gelandang Tengah / 1 gol)
- Hiroki Ito (Bek Tengah / 1 gol)
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah