Performa Ducati di seri perdana MotoGP 2026, GP Thailand, pekan lalu benar-benar mencuri perhatian publik. Di luar prediksi, tak ada satu pun pembalap dari tim yang bermarkas di Borgo Panigale ini yang berhasil naik podium pada hari Minggu.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, Marc Marquez, Pecco Bagnaia, dan Alex Marquez masih menempati posisi 3,4, dan 5 dalam tes pramusim Buriram. Dengan ini, jelas mereka masih menjadi favorit untuk perebutan podium.
Pada kenyataannya, para pembalap Ducati tercecer di mana-mana, mulai dari Marc Marquez yang mengalami pecah pelek dan harus DNF, Bagnaia yang kesulitan sejak hari Sabtu, dan Alex yang tidak mencetak satu poin pun.
Di sisi lain, Aprilia memberi kejutan, Marco Bezzecchi tampil mendominasi sejak hari Jumat-Minggu (kecuali sprint). Jorge Martin, dan dua pembalap Trackhouse, Ai Ogura dan Raul Fernandez, juga ikut bersaing di 5 besar.
Terkejut? Pasti. Bahkan Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, juga merasakan hal yang aneh dengan performa pembalap-pembalapnya.
"Pada akhirnya, ada sesuatu yang aneh karena akhir pekan ini kami menemukan motornya benar-benar berbeda dari yang sebelumnya saat kami berada di sini untuk pengujian. Itu sesuatu yang masih belum kami mengerti," ujar Tardozzi, dilansir dari laman GPOne.
Di satu sisi, Tardozzi juga tidak menampik kemajuan yang telah dilakukan Aprilia sejauh ini. Menurutnya, kekalahan dari Aprilia menjadi sebuah 'tamparan' bagi tim yang dia pimpin.
Tardozzi yakin bahwa karakteristik lintasan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil balapan, di seri-seri berikutnya hasilnya bisa saja jadi berbeda, tapi dia juga mengakui bahwa Ducati kalah dari Aprilia di GP Thailand kemarin.
Pertanyaannya, bisakah Aprilia konsisten menjadi yang terbaik sementara lawan mereka adalah Ducati, tim yang notabene memiliki riwayat bagus di hampir semua lintasan?
Menariknya, kemajuan Aprilia dan kesulitan Ducati untuk mengimbangi pabrikan Noale tersebut sudah dirasakan Tardozzi sejak musim 2025 kemarin. Menurutnya, Marc Marquez sudah beberapa kali kesulitan melawan Marco Bezzecchi.
"Jelas sekali bahwa Aprilia telah melakukan pekerjaan yang hebat dan Bezzecchi dalam kondisi prima. Tapi saya pikir itu sudah seperti itu sejak pertengahan tahun lalu, karena mari kita ingat bahwa Marc mengalami kecelakaan, tapi di balapan sebelumnya dia selalu kesulitan untuk mengalahkannya," kata Tardozzi, dilansir dari laman Motorsport.
Dengan demikian, apakah perjalanan Marc Marquez untuk meraih gelar juara dunia tahun ini tidak akan semudah tahun lalu? Diketahui Marc Marquez masih berambisi dan masih mampu untuk bertarung demi gelar kesepuluhnya.
Namun, melihat perlawanan Aprilia di awal musim ini, baik Davide Tardozzi maupun Marc Marquez menyadari bahwa persaingan menuju gelar juara dunia akan semakin sengit dan alot, terutama karena yang bersaing bukan hanya dari tim yang sama, tetapi juga dari tim lain.
"Dia (Marc Marquez) tentu menyadari bahwa akan lebih sulit untuk memenangkan kejuaraan tahun ini," ujar Tardozzi.
Terlepas dari itu semua, eks pembalap World Superbike ini mengaku tidak mau menyalahkan keadaan. Dia, Gigi Dall'igna, dan tim akan mencari tahu penyebab menurunnya performa Ducati di Buriram untuk bahan evaluasi, dan segera mencari solusi untuk dibawa ke Brasil.
Terkait dengan perburuan gelar, kita pun masih belum bisa memastikan apa yang akan terjadi. Pasalnya, masih ada 21 seri lagi yang harus dilewati dan dalam kurun waktu tersebut, segala sesuatu masih bisa terjadi.
Apalagi, di awal-awal musim seperti ini penampilan pembalap masih cenderung naik turun. Jadi, mari kita lihat performa mereka di balapan-balapan yang akan datang.
Baca Juga
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
-
Twibbon Maba Pakai Video Lucu: Anak Muda Sekarang Tak Mau Terlalu Serius
-
Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?
Artikel Terkait
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan