Ajang Piala Dunia 2026 atau FIFA World Cup 2026 resmi digelar. Melansir dari laman resmi FIFA (FIFA.com), ajang terbesar dan paling bergengsi di dunia sepak bola ini digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hal ini sekaligus menjadi catatan sejarah di mana ajang Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus yang sebelumnya hanya digelar di satu atau dua negara saja.
Di sisi lain, ajang Piala Dunia 2026 kali ini juga memperkenalkan format baru kompetisi yang digagas oleh FIFA dalam beberapa tahun sebelumnya. Jika awalnya ajang Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 negara dari enam subkonfederasi berbeda, kini, ajang Piala Dunia 2026 mengambil format 48 negara dari enam subkonfederasinya. Hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari kompetisi ini sekaligus menambah daya saing antarkontestannya.
Namun, lebih dari itu. Ternyata ajang Piala Dunia 2026 kali ini juga diprediksi menjadi ajang atau pesta bola terakhir bagi para bintang lapangan hijau di dunia sepak bola, khususnya para bintang sepak bola yang muncul dan populer pada dekade 2010-an.
Lantas, mengapa ajang Piala Dunia 2026 ini bisa dianggap menjadi pesta bola atau ajang pembuktian terakhir bagi para 'maestro' lapangan hijau yang terkenal sejak awal dekade 2010-an silam? Berikut adalah ulasannya!
Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Terakhir bagi Para Bintang Dunia Bersama Negaranya
Salah satu hal yang tidak dimungkiri adalah ajang Piala Dunia 2026 kali ini diprediksi akan menjadi kompetisi terakhir bagi para pesepak bola papan atas dunia saat membela negaranya. Melansir dari laman berita Suara.com (13/06/2026), nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Guillermo Ochoa, Son Heung-Min, Casemiro, Neymar, Manuel Neuer, Yuto Nagatomo, Kevin De Bruyne, dan beberapa nama lainnya dipastikan akan memberikan yang terbaik bagi negaranya di ajang kali ini.
Dua nama yang dipastikan akan menjadi sorotan tentunya dua megabintang lapangan hijau, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dalam 15 tahun terakhir, kedua pemain tersebut seakan-akan selalu diibaratkan menjadi rival di atas lapangan. Baik prestasi secara individu, klub, maupun negara kerap kali dibandingkan oleh media dan para fans guna mengetahui siapakah yang terbaik di antara keduanya.
Namun, di ajang Piala Dunia 2026 kali ini dipastikan akan menjadi pertarungan terakhir bagi keduanya saat membela negaranya masing-masing, yakni Lionel Messi bersama timnas Argentina dan Cristiano Ronaldo bersama Portugal. Hal ini tentunya dikarenakan usia keduanya yang sudah mencapai masa akhir bagi para pemain sepak bola profesional dalam berkarier.
Melansir dari laman Transfermarkt.com, saat ini usia Lionel Messi adalah 38 tahun yang tentunya diprediksi kariernya akan segera berakhir dalam kurun waktu satu atau tiga tahun lagi. Sementara itu, Cristiano Ronaldo telah berusia 41 tahun dan tentunya ajang Piala Dunia 2026 kali ini akan menjadi kompetisi terakhirnya bersama timnas Portugal.
Selain kedua nama tersebut, pemain-pemain lain seperti Manuel Neuer dari Jerman, Guillermo Ochoa bersama Meksiko, Kevin De Bruyne bersama Belgia, dan Yuto Nagatomo bersama timnas Jepang juga akan memberikan kemampuan terbaiknya bersama negaranya masing-masing di ajang kali ini. Sama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, nama-nama di atas juga diprediksi akan segera pensiun atau gantung sepatu dalam waktu dekat usai ajang Piala Dunia 2026 kali ini.
Maka dari itu, tidaklah berlebihan jika ajang Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan menjadi kompetisi yang akan memberikan kesan yang cukup mengharukan bagi para 'maestro' lapangan hijau, khususnya yang terkenal sejak awal dekade 2010-an. Oleh karena itu, kini kita nikmati saja pembuktian terakhir dari para megabintang sepak bola tersebut.
Baca Juga
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Kembali Raih Juara AFF, Vietnam Memang Berjodoh dengan Pelatih Asal Korea
Artikel Terkait
-
Belgia Imbang 1-1 Lawan Mesir, Rudi Garcia Klaim Laga Perdana Piala Dunia Selalu Sulit
-
Tahan Imbang Spanyol, Pelatih Tanjung Verde Sampaikan Ultimatum
-
Lampu Hijau, Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
-
Kisah Haru di Balik Air Mata Vozinha, Kiper Cape Verde Peraih Man of the Match Kontra Spanyol
-
Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea, Dikontrak 6 Tahun
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya
-
Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'