Skuat Final Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series di akhir bulan Maret 2026 ini telah dirilis secara resmi. John Herdman, sang nakhoda Pasukan Garuda, menetapkan 24 nama pilihan dari sebelumnya 41 nama yang masuk dalam daftar provisional skuat.
Pemilihan pemain untuk masuk dalam tim yang dibentuk, tentu saja merupakan hak prerogatif dari sang pelatih. Termasuk John Herdman yang menentukan 24 nama akhir untuk FIFA Series kali ini.
Namun sayangnya, meskipun pemilihan nama-nama final untuk masuk dalam skuat merupakan hak mutlak dari sang pelatih, hal tersebut tetap saja menimbulkan beragam pertanyaan dari para penggemar. Terlebih jika melihat dari data perbandingan performa antar pemain.
Ketika melihat nama-nama yang masuk dalam daftar skuat final untuk FIFA Series kali ini, terus terang saya cukup terkejut dalam beberapa hal. Selain dikejutkan dengan minimnya pemain asli yang beroperasi di sektor tengah permainan, saya juga terkejut ketika mendapati tak ada nama Ezra Walian di sektor penyerang.
Keterkejutan saya ini tentunya cukup beralasan, karena jika kita melihat daftar pemain di provisional skuat yang dirilis oleh PSSI pada tanggal 9 Maret lalu, Ezra Walian dapat dikatakan sebagai salah satu penyerang, atau bahkan satu-satunya penyerang yang memiliki track record paling apik dalam daftar pemain yang bisa dipilih oleh John Herdman.
Dengan bekal lebih dari dua ribu menit bermain, lesakan enam gol dan sembilan assist, tentunya kita akan cenderung sepakat jika Ezra kini tengah menjalani salah satu musim terbaiknya di liga.
Bahkan, jika kita berbicara tentang lesakan, enam gol yang sudah dikantongi oleh Ezra tersebut secara de facto sudah lebih baik ketimbang pemain lain yang diplot untuk mengisi lini serang seperti Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Mauro Zijlstra, atau bahkan Beckham Putra Nugraha yang juga tampil cukup apik di liga.
Belum lagi jika kita bicara tentang jumlah assist. Koleksi sembilan layanan yang dicatatkan oleh Ezra, tentunya tak bisa disamai oleh penyerang-penyerang lain yang masuk dalam daftar skuat final, termasuk oleh Beckham Putra sekalipun yang selama ini kerap bermain sebagai pelayan bagi rekan-rekannya di Persib Bandung.
Namun itulah sepak bola. Terkadang kita hanya bisa memendam rasa penasaran dan tak perlu mengungkapkannya secara terang-terangan terkait ketidaksetujuan kita karena ada pihak yang jauh lebih berwenang dalam menentukan keputusan akhir.
Termasuk, ketika kini kita dihadapkan dengan tersingkirnya Ezra Walian, pemain yang secara statistik permainan terbilang sebagai striker yang paling menjanjikan, namun pada akhirnya harus ternafikan dari skuat final karena beragam pertimbangan.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik